Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
RSUD Kota Serang Jemput Bola, Humas Dekati Pasien untuk Tingkatkan Pelayanan

By On Rabu, Oktober 21, 2026


Petugas Humas RSUD Kota Serang memberikan penjelasan kepada pasien 
dan keluarga terkait informasi 
pelayanan rumah sakit.

KONTRAS7.CO.ID – KOTA SERANG – RSUD Kota Serang memperkuat kualitas pelayanan kesehatan melalui pendekatan jemput bola yang dilakukan jajaran Humas. Upaya ini dilakukan dengan mendatangi pasien dan keluarga untuk mengetahui kebutuhan, kendala, serta pengalaman mereka selama menerima pelayanan.

Langkah tersebut diharapkan membantu rumah sakit mengidentifikasi persoalan sejak dini, sehingga dapat segera dikoordinasikan dan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

Direktur RSUD Kota Serang, dr. H. A. Humariadi, mengatakan pendekatan tersebut merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan yang responsif, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, rumah sakit tidak cukup hanya menunggu pengaduan, tetapi juga perlu aktif memastikan pasien mendapatkan pelayanan sesuai standar.

Upaya ini sejalan dengan arahan Wali Kota Serang, Haji Budi Rustandi, agar pelayanan publik terus ditingkatkan, lebih tanggap terhadap kebutuhan masyarakat, dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

“Pelayanan yang baik bukan hanya tentang menyelesaikan keluhan setelah disampaikan. Kami ingin seluruh jajaran lebih peka terhadap kebutuhan pasien, aktif mencari tahu kendala yang mereka hadapi, dan segera berkoordinasi untuk mencari solusi sesuai prosedur,” ujar Humariadi.

Ia menjelaskan, komunikasi langsung dengan pasien dan keluarga membantu rumah sakit memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan pelayanan. Hal yang menjadi perhatian antara lain kejelasan alur pelayanan, waktu tunggu, kenyamanan selama perawatan, hingga komunikasi antara pasien dan petugas.

Informasi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi manajemen untuk mengidentifikasi persoalan sekaligus menentukan langkah perbaikan secara lebih cepat dan tepat.

Humariadi menegaskan, setiap pasien berhak mendapatkan pelayanan yang ramah, informasi yang jelas, serta perhatian sesuai kebutuhan medisnya. Karena itu, komunikasi terbuka antara rumah sakit, pasien, dan keluarga perlu terus dibangun.

“Pasien harus merasa didengar dan diperhatikan. Ketika ada kendala, kami berupaya agar persoalan tersebut segera diketahui dan dikoordinasikan dengan unit terkait. Dengan begitu, pelayanan dapat terus diperbaiki dan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit semakin terjaga,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, Kepala Unit Humas RSUD Kota Serang, Deni Hermawan, bersama jajarannya berperan menjalin komunikasi dengan pasien dan keluarga. Humas menjadi penghubung antara masyarakat dan unit pelayanan agar kebutuhan informasi maupun kendala yang ditemukan dapat diteruskan kepada pihak berwenang.

Apabila ditemukan persoalan, Humas berkoordinasi dengan unit terkait untuk memperoleh penjelasan dan mendorong tindak lanjut sesuai kewenangan serta prosedur yang berlaku.

Deni mengatakan, pendekatan jemput bola juga membuka ruang bagi pasien dan keluarga untuk menyampaikan masukan secara langsung tanpa harus selalu menunggu proses pengaduan resmi.

“Pelayanan yang baik bukan hanya tentang menindaklanjuti keluhan, tetapi juga tentang kepekaan untuk mengetahui kebutuhan pasien sebelum mereka mengeluh. Karena itu, kami berupaya hadir lebih dekat dengan pasien dan keluarga agar kendala yang mereka hadapi bisa diketahui lebih awal,” ujar Deni.

Humariadi menambahkan, peningkatan kepuasan pasien merupakan tanggung jawab seluruh unsur rumah sakit, bukan hanya petugas Humas. Tenaga kesehatan, petugas administrasi, dan unit pendukung lainnya perlu membangun koordinasi serta menjaga komunikasi agar setiap tahapan pelayanan berjalan dengan baik.

Ia berharap, pendekatan proaktif tersebut dapat memperkuat budaya kerja yang mengutamakan kepedulian, kecepatan respons, dan keselamatan pasien. Evaluasi berdasarkan pengalaman masyarakat juga diharapkan menjadi bagian dari perbaikan pelayanan secara berkelanjutan.

“Sejalan dengan arahan Bapak Wali Kota Serang, Haji Budi Rustandi, kami berkomitmen terus meningkatkan mutu pelayanan dan memastikan kebutuhan pasien mendapat perhatian. Harapan kami, masyarakat tidak hanya mendapatkan pelayanan medis yang baik, tetapi juga merasakan kepedulian, kenyamanan, dan kejelasan informasi selama berada di RSUD Kota Serang,” tutup Humariadi.

Sebagai sarana komunikasi dan pengaduan masyarakat, RSUD Kota Serang menyediakan layanan Chat Aduan melalui nomor 081321621982 dan 081928916118. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, maupun pengaduan terkait pelayanan rumah sakit. adv

Kontras7.co.id
Berita Aktual dan Akurat

Diskominfo Kota Serang Perkuat Layanan Darurat 112, Respons Cepat Jadi Perhatian

By On Selasa, Oktober 13, 2026

Kepala Diskominfo Kota Serang, Triningsih, menyampaikan arahan kepada peserta Bimtek Serang Siaga 112 di Co-Work Space Diskominfo Kota Serang, Selasa (13/10/2026).

KONTRAS7.CO.ID – KOTA SERANG – Saat warga menghadapi keadaan darurat, bantuan diharapkan datang secepat mungkin. Namun, setelah panggilan masuk ke layanan 112, laporan juga harus segera diteruskan kepada petugas yang tepat agar bisa ditangani di lapangan.

Hal itu menjadi perhatian Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelola Layanan Call Center Kegawatdaruratan Serang Siaga 112, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Co-Work Space Diskominfo Kota Serang tersebut diikuti 27 peserta, terdiri dari petugas call taker dan perwakilan penanggung jawab laporan atau person in charge (PIC) dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) serta instansi terkait.

Kepala Diskominfo Kota Serang, Triningsih, S.H., M.M., mengatakan keberhasilan layanan 112 membutuhkan kesiapan semua pihak. Petugas yang menerima panggilan tidak bisa bekerja sendiri karena laporan perlu diteruskan kepada instansi yang berwenang untuk ditindaklanjuti.

“Layanan Serang Siaga 112 merupakan sarana vital masyarakat Kota Serang untuk mendapatkan pertolongan cepat saat kondisi darurat. Keberhasilan layanan ini tidak hanya bergantung pada kesiapan petugas call taker di Diskominfo, tetapi juga kesiapsiagaan para Person in Charge (PIC) di setiap OPD dan instansi terkait selaku pengelola dan penindak lanjut laporan di lapangan. Melalui Bimtek ini, kami berharap penanganan aduan masyarakat dapat terintegrasi dengan lebih cepat, akurat, dan responsif,” ujar Triningsih.

Dalam pelatihan tersebut, tim PT Jasnita Telekomindo Tbk (JASNITA), selaku mitra penyedia sistem dan infrastruktur call center 112, memberikan penjelasan sekaligus pelatihan teknis kepada para peserta.

Mereka mempelajari alur kerja aplikasi, mulai dari laporan yang diterima petugas call taker hingga diteruskan kepada PIC OPD atau instansi terkait. Peserta juga mempraktikkan penggunaan dashboard untuk memperbarui status laporan sampai proses penanganannya selesai.

Selain pengoperasian aplikasi, Bimtek membahas prosedur penanganan dan koordinasi lintas instansi. Tujuannya agar laporan tidak berhenti pada tahap penerimaan, tetapi segera ditindaklanjuti oleh petugas yang bertanggung jawab.

Peserta berasal dari sejumlah OPD Kota Serang, antara lain Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perkim, Dinas Perhubungan, DP3AKB, Satpol PP dan Damkar, BPBD, DPUPR, serta Dinas Lingkungan Hidup.

Kegiatan ini juga melibatkan Kodim 0602, Polres Serang Kota, PT PLN, RSUD Kota Serang, Basarnas Banten, PMI Kota Serang, Perumda Tirta Madani Serang, serta PT Telkom Cabang Serang.

Bagi masyarakat, layanan darurat bukan hanya soal tersedianya nomor yang bisa dihubungi. Yang tidak kalah penting, laporan yang masuk harus mendapat tindak lanjut dengan cepat dan tepat. Karena itu, koordinasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat layanan Serang Siaga 112.

Kontras7.co.id
Berita Aktual dan Akurat

Sertijab Diskominfo Kota Serang, Pejabat Baru Diharapkan Perkuat Layanan Digital

By On Selasa, Oktober 13, 2026

Kepala Diskominfo Kota Serang Triningsih bersama Sekdis lama Herry Suswanto dan Sekdis baru Hj. Jati’ah dalam kegiatan serah terima jabatan di Ruang Command Center Diskominfo Kota Serang, Selasa (13/10/2026).

KONTRAS7.CO.ID – KOTA SERANG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang menggelar serah terima jabatan (sertijab) Sekretaris Dinas dan Kepala Bidang di Ruang Command Center Diskominfo Kota Serang, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Diskominfo Kota Serang, Triningsih, S.H., M.M., bersama jajaran aparatur sipil negara (ASN). Sertijab ditandai dengan penyerahan memori jabatan dari pejabat lama kepada pejabat baru sebagai bagian dari pergantian tugas dan tanggung jawab di lingkungan dinas.

Sekretaris Dinas sebelumnya, Herry Suswanto, menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran atas dukungan dan kerja sama selama dirinya bertugas di Diskominfo Kota Serang.

“Saya berharap tali silaturahmi yang sudah terbangun tetap terjaga dengan baik, serta Diskominfo semakin solid, maju, dan berprestasi di bawah kepemimpinan dan formasi yang baru,” ujar Herry.

Sementara itu, Sekretaris Dinas yang baru, Hj. Jati’ah, menyatakan siap melanjutkan program-program strategis yang telah berjalan. Ia juga mengharapkan dukungan dan kerja sama dari seluruh jajaran untuk meningkatkan tata kelola administrasi, kedisiplinan, dan efisiensi kerja.

Menurut Jati’ah, kerja sama yang baik di lingkungan dinas diperlukan agar Diskominfo dapat terus mendukung pelaksanaan visi dan misi Kota Serang.

Di bidang layanan pemerintahan digital, Kepala Bidang Layanan E-Government yang baru, Sendi Firman Septiawan, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat sinergi dan mendorong inovasi.

Ia mengatakan, pengembangan layanan digital dan informasi publik perlu terus dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat semakin responsif dan transparan.

Kepala Diskominfo Kota Serang, Triningsih, mengapresiasi dedikasi pejabat lama sekaligus menyambut para pejabat baru. Ia menekankan pentingnya kolaborasi, inovasi, dan kemampuan beradaptasi dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Melalui pergantian jabatan ini, Diskominfo Kota Serang diharapkan dapat menjaga kesinambungan program sekaligus memperkuat kinerja, khususnya dalam mendukung pelayanan publik berbasis digital dan keterbukaan informasi.

Kontras7.co.id
Berita Aktual dan Akurat


Pria Meninggal di Hotel Le Dian Kota Serang, Polisi Jelaskan Kronologi Kejadian

By On Senin, Oktober 12, 2026

Hotel Le Dian di Kota Serang, lokasi seorang pria dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami pingsan di salah satu kamar 
pada Minggu (11/10/2026).

KONTRAS7.CO.ID – KOTA SERANG – Seorang pria meninggal dunia setelah mengalami pingsan di kamar 512 Hotel Le Dian, Kota Serang, pada Minggu (11/10/2026). Sebelum kejadian, korban diketahui datang bersama seorang perempuan yang dalam keterangan awal disebut sebagai istrinya.

Kasat Reskrim Polresta Serang Kota, Kompol Alfano Ramadhan, menjelaskan kepada media Kontras7.co.id pada Senin (12/10/2026), bahwa korban bersama perempuan tersebut melakukan check-in di hotel sekitar pukul 14.00 WIB.

Sekitar pukul 18.15 WIB, perempuan yang bersama korban mendatangi resepsionis untuk meminta bantuan karena suaminya pingsan. Petugas keamanan hotel kemudian menuju kamar 512 dan mendapati korban dalam posisi terlentang di atas kasur.

Petugas keamanan selanjutnya memanggil manajer hotel yang sedang bertugas. Manajer bersama petugas keamanan kemudian mengambil kursi roda untuk membantu membawa korban ke Rumah Sakit Sari Asih. Perempuan yang bersama korban turut mendampingi perjalanan tersebut.

Setibanya di rumah sakit, korban dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD) untuk diperiksa oleh dokter. Berdasarkan keterangan awal yang disampaikan kepada kepolisian, korban diduga mengalami serangan jantung dan telah meninggal dunia.

Setelah itu, perempuan yang bersama korban meminta pihak rumah sakit agar jenazah dibawa pulang menggunakan ambulans. Pihak hotel, termasuk manajer yang bertugas, turut mendampingi hingga tiba di rumah korban, tempat keluarga telah menunggu.

Dalam keterangan awal tersebut, identitas perempuan yang bersama korban belum diketahui. Adapun dugaan serangan jantung masih perlu dibedakan dari kepastian medis mengenai penyebab kematian.

Kontras7.co.id
Berita Aktual dan Akurat

Bukan Lagi Cari Kantor, Serang Digital Satukan 170+ Layanan Pemkot dalam Satu Pintu

By On Jumat, Oktober 02, 2026

Kepala Diskominfo Kota Serang 
Tri Ningsih saat menjelaskan layanan aplikasi Serang Digital.

KONTRAS7.CO.ID — KOTA SERANG — Mau mengurus pelayanan pemerintah di Kota Serang, sekarang masyarakat tidak perlu lagi bingung harus datang ke kantor mana. Cukup buka aplikasi Serang Digital, berbagai layanan Pemkot Serang sudah tersedia di dalamnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang, Tri Ningsih, mengatakan Serang Digital dibuat untuk memudahkan masyarakat mengakses pelayanan pemerintah dari satu tempat.

“Serang Digital itu satu platform layanan yang sudah terintegrasi dengan semua OPD. Jadi masyarakat tidak perlu melihat beberapa kanal. Ketika masuk Serang Digital, berbagai pelayanan sudah tersedia di situ,” kata Tri Ningsih saat berbincang dengan Kontras7.co.id, Jumat (2/10/2026).

Sekarang sudah ada lebih dari 170 layanan yang bisa diakses. Penggunaannya juga terus berjalan. Hampir 1.800 permohonan setiap bulan masuk melalui Serang Digital.

Masyarakat tidak harus datang langsung ke kantor pelayanan. Dari rumah, kantor atau tempat lain, layanan yang dibutuhkan bisa dicari melalui aplikasi tersebut.

“Tidak membutuhkan waktu lama. Mereka bisa melihat sampai di mana prosesnya selesai. Jadi lebih mudah, lebih efisien, transparan dan lebih cepat,” ujarnya.

Lalu, layanan apa saja yang bisa digunakan?

Tri Ningsih menyebut beberapa layanan yang banyak dibutuhkan masyarakat, mulai dari administrasi kependudukan, Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), informasi lowongan pekerjaan hingga layanan yang berkaitan dengan usaha dan UMKM.

Misalnya ingin mengurus kartu keluarga. Masyarakat cukup membuka aplikasi Serang Digital, memilih layanan kependudukan, melihat persyaratannya, lalu mengajukan permohonan.

“Jadi masyarakat cukup melihat Serang Digital. Persyaratannya apa, tinggal login, masuk dengan password, kemudian pilih permohonan yang dituju,” jelas Tri Ningsih.

Bukan Hanya Layanan Pemkot

Serang Digital juga mulai terhubung dengan layanan dari pihak lain.

Untuk SKCK, misalnya, sudah tersedia tautan yang menghubungkan masyarakat ke layanan terkait. Begitu juga layanan pernikahan dan perceraian yang terhubung dengan Kementerian Agama.

“Semua stakeholder itu sudah bekerja sama. Nanti kita juga akan terus mengembangkan ke dinas-dinas eksternal lainnya,” katanya.

Jadi, masyarakat cukup mengenal satu aplikasi untuk mencari berbagai kebutuhan pelayanan. Layanan di dalamnya juga masih terus dikembangkan.

Dikenalkan Sampai Kelurahan

Aplikasi saja tidak cukup kalau masyarakat belum tahu cara menggunakannya. Serang Digital juga dikenalkan melalui kecamatan dan kelurahan.

Tri Ningsih mengatakan camat dan lurah ikut menyampaikan berbagai program serta layanan pemerintah kepada masyarakat dalam kegiatan di wilayah masing-masing.

Tri Ningsih mengatakan, keinginan Wali Kota Serang Budi Rustandi adalah agar pemerintah semakin dekat dengan masyarakat.

“Keinginan Wali Kota Serang Budi Rustandi, pemerintah Kota Serang lebih dekat kepada masyarakat. Jadi berbagai informasi itu dikomunikasikan kepada masyarakat, supaya masyarakat tahu apa yang dilakukan dan apa yang akan dilakukan,” tuturnya.

Tri Ningsih berharap masyarakat tidak ragu menggunakan layanan digital yang sudah disediakan. Menurutnya, teknologi bisa dimanfaatkan untuk mempermudah berbagai kebutuhan sehari-hari.

“Jangan takut menggunakan digitalisasi di zaman teknologi seperti ini. Manfaatkan teknologi dengan baik,” katanya.

Selain Serang Digital, Pemkot Serang juga menyediakan internet gratis di sejumlah fasilitas umum, termasuk di kelurahan, kecamatan dan taman-taman di Kota Serang.

Internet tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan, termasuk pendidikan, pekerjaan maupun usaha.

“Manfaatkan layanan publik pemerintah ini dengan positif. Ikuti perubahan zaman. Bisa untuk berjualan, pekerjaan atau pendidikan. Dan coba lihat-lihat aplikasi Serang Digital,” pungkasnya.

Kontras7.co.id
Berita Aktual dan Akurat


Jangan Sembarangan Pinjamkan HP, Waspadai Modus Pengalihan Panggilan untuk Curi OTP

By On Jumat, Oktober 02, 2026

Ilustrasi: Waspada modus pengalihan panggilan dan OTP.

KONTRAS7.CO.ID — KOTA SERANG — Meminjamkan HP kepada orang lain untuk sekadar menelepon mungkin terlihat sepele. Namun, tetap perlu hati-hati karena kita tidak selalu tahu apa yang dilakukan orang lain ketika HP berada di tangannya.

Salah satu yang perlu diwaspadai adalah call forwarding atau pengalihan panggilan. Fitur ini merupakan layanan normal operator seluler untuk meneruskan panggilan masuk ke nomor lain. Namun, dalam kasus tertentu, fitur tersebut pernah disalahgunakan dalam modus penipuan.

Kompas.com pada Desember 2019 dan Januari 2020 pernah memberitakan kasus penyalahgunaan call forwarding. Dalam kasus tersebut, korban diarahkan menggunakan kode tertentu yang mengaktifkan pengalihan panggilan. Panggilan yang masuk kemudian dapat diterima di nomor lain dan dimanfaatkan untuk memperoleh kode verifikasi melalui telepon.

Sementara itu, Dittipidsiber Bareskrim Polri melalui Tribratanews Polri pada 12 Maret 2021 mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap permintaan kode OTP atau kode verifikasi WhatsApp. Masyarakat diminta tidak memberikan kode tersebut kepada pihak lain karena dapat dimanfaatkan dalam upaya mengambil alih akun.

Lalu, bagaimana menghindarinya?

Kalau ada orang yang meminta HP untuk menelepon, baik orang yang dikenal maupun tidak, lebih aman jangan langsung menyerahkan perangkat. Minta nomor yang ingin dihubungi, lalu bantu menelepon menggunakan HP kita sendiri dengan pengeras suara.

Yang paling penting, jangan pernah memberikan OTP, PIN, kata sandi, atau kode verifikasi kepada siapa pun.

Jika tiba-tiba menerima kode OTP padahal tidak sedang login atau melakukan transaksi, jangan berikan kode tersebut kepada siapa pun. Periksa akun dan segera hubungi layanan resmi penyedia layanan jika menemukan aktivitas yang tidak dikenal.

Perlu diketahui, kode seperti *21* berkaitan dengan fitur pengalihan panggilan pada layanan atau operator tertentu. Kode layanan dapat berbeda menurut operator. Karena itu, jangan sembarangan mengetik kode yang diberikan orang lain melalui telepon.

Jika merasa pengalihan panggilan aktif tanpa pernah mengaturnya sendiri, periksa pengaturan panggilan atau hubungi operator melalui layanan resminya.

Intinya sederhana: membantu orang lain itu baik, tetapi HP adalah perangkat pribadi. Kalau hanya ingin menelepon, lebih aman bantu dari HP kita sendiri tanpa perlu menyerahkan perangkat.

Catatan Redaksi

Artikel ini disusun sebagai informasi dan edukasi bagi masyarakat agar lebih memahami risiko penyalahgunaan fitur pengalihan panggilan serta menjaga keamanan OTP dan akun digital.

Informasi mengenai modus dalam artikel merujuk pada pemberitaan Kompas.com serta peringatan keamanan Dittipidsiber Bareskrim Polri melalui Tribratanews Polri yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Pembaca diimbau tidak mengikuti instruksi atau memasukkan kode tertentu yang diberikan orang lain tanpa memahami fungsinya.

Tujuannya sederhana: agar masyarakat lebih waspada dan tidak mudah menjadi korban penipuan digital.

Kontras7.co.id
Berita Aktual dan Akurat


Kota Serang Diusulkan Jadi Ibu Kota Banten, DPRD Soroti Kesiapan Kota dan Manfaat bagi Warga

By On Kamis, Oktober 01, 2026

Ketua DPRD Kota Serang bersama 
unsur pimpinan DPRD, serta Wali Kota 
dan Wakil Wali Kota saat rapat paripurna 
di ruang DPRD Kota Serang.

KONTRAS7.CO.ID — KOTA SERANG — Kota Serang diusulkan menjadi Ibu Kota Provinsi Banten. Setelah paripurna, yang menarik bukan hanya soal usulannya, tetapi juga apa yang harus disiapkan jika nantinya penetapan itu benar-benar dilakukan.

Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman, saat berbincang dengan Kontras7.co.id, Kamis (1/10/2026), mengatakan DPRD mendukung usulan tersebut.

“Pada prinsipnya, DPRD Kota Serang mendukung usulan ini karena secara historis, geografis, pemerintahan, dan fungsi pelayanan publik, Kota Serang memang memiliki posisi strategis sebagai pusat pemerintahan Provinsi Banten,” kata Muji.

Kenapa DPRD mendukung?

Muji melihat Kota Serang sejak Provinsi Banten berdiri memang sudah menjadi pusat pemerintahan provinsi.

Menurutnya, posisi itu perlu diperjelas dan diperkuat secara administratif maupun hukum.

Tapi yang lebih penting, kata Muji, bukan sekadar soal nama atau status.

“Yang paling penting, penetapan ini bukan semata-mata soal status atau predikat, tetapi bagaimana status tersebut memberikan kepastian arah pembangunan dan manfaat yang nyata bagi masyarakat Kota Serang maupun masyarakat Banten secara keseluruhan,” ujarnya.

Setelah paripurna, apa yang dilakukan?

“Setelah ini, tentu kita akan menindaklanjuti sesuai dengan mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Muji.

DPRD akan berkoordinasi dengan Pemkot Serang, Pemprov Banten dan pihak-pihak terkait.

Yang disiapkan bukan cuma soal administrasi. Aspek hukum, tata ruang, pemerintahan sampai kebutuhan pembangunan juga akan dilihat jika Kota Serang secara resmi ditetapkan sebagai ibu kota provinsi.

Lalu, Kota Serang harus siap dari mana?

“Yang harus kita siapkan tentu cukup banyak. Mulai dari infrastruktur, transportasi, penataan kawasan, pelayanan publik, fasilitas pemerintahan, ruang terbuka, hingga pengelolaan lingkungan,” jawab Muji.

Kota Serang, kata dia, harus punya wajah sebagai ibu kota provinsi yang representatif.

Tapi pembangunan jangan hanya terlihat di sekitar pusat pemerintahan.

“Kita juga harus memastikan pemerataan pembangunan sampai ke tingkat kelurahan dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Muji juga menyinggung sejumlah persoalan yang sehari-hari dirasakan warga, seperti kemacetan, drainase, persampahan, banjir, pedestrian, ruang publik dan konektivitas antarwilayah.

Kalau soal anggaran?

Apakah semua itu bisa ditanggung Pemkot Serang?

Muji mengatakan tidak.

“Kalau Kota Serang ditetapkan dan diperkuat kedudukannya sebagai ibu kota Provinsi Banten, maka konsekuensinya harus ada sinergi pembangunan antara Pemerintah Kota Serang, Pemerintah Provinsi Banten, dan Pemerintah Pusat,” katanya.

Menurut Muji, dukungan kebijakan, anggaran dan program pembangunan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat juga dibutuhkan.

“Kita ingin status ibu kota bukan hanya sebuah label, tetapi diikuti dengan kebijakan pembangunan yang proporsional sesuai dengan beban dan fungsi Kota Serang sebagai pusat pemerintahan provinsi,” ujarnya.

Terus, masyarakat dapat apa?

Bagi Muji, manfaatnya harus nyata.

“Misalnya peningkatan kualitas infrastruktur, transportasi yang lebih baik, pelayanan publik yang semakin mudah, berkembangnya pusat ekonomi, terbukanya lapangan pekerjaan, serta meningkatnya aktivitas usaha dan investasi,” katanya.

Ia juga berharap keberadaan pusat pemerintahan Provinsi Banten di Kota Serang ikut menggerakkan UMKM, perdagangan, jasa, pariwisata dan ekonomi masyarakat.

“Jadi jangan sampai masyarakat hanya mendapatkan status sebagai ibu kota, tetapi tidak mendapatkan peningkatan kualitas hidup. Itu yang harus kita kawal bersama,” tegasnya.

Terakhir, apa pesannya untuk warga?

Muji mengajak masyarakat ikut mengawal proses tersebut.

“Penetapan Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten bukan hanya menjadi kepentingan DPRD atau pemerintah kota, tetapi merupakan bagian dari kepentingan masyarakat Kota Serang dan masyarakat Banten,” ujarnya.

Ia berharap prosesnya berjalan sesuai aturan dan mendapat dukungan dari semua pihak.

“Yang paling penting, setelah ada status dan kepastian tersebut, kita harus bersama-sama memastikan Kota Serang menjadi kota yang semakin maju, tertata, nyaman, aman, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” katanya.

Muji kemudian menutup dengan satu kalimat:

“Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten harus bukan hanya kuat secara status, tetapi juga kuat dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakatnya.”

Kontras7.co.id — Berita Aktual dan Akurat

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *