Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
Ruang Dirreskrimum Polda Banten Dilaporkan Terbakar, Penyebab Belum Diketahui

By On Senin, September 14, 2026

Ilustrasi kebakaran.

KONTRAS7.CO.ID — KOTA SERANG — Ruang kerja Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Banten dilaporkan terbakar pada Minggu (13/9/2026) dini hari.

Informasi mengenai kejadian tersebut diberitakan sejumlah media lokal. Salah satunya menyebut kebakaran terjadi di ruang kerja Dirreskrimum Polda Banten. Namun, hingga laporan ini disusun, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan secara rinci penyebab kebakaran tersebut.

Karena informasi masih berkembang, Kontras7.co.id tidak menarik kesimpulan mengenai penyebab maupun dugaan keterkaitan kebakaran dengan perkara tertentu yang sedang ditangani kepolisian.

Keterangan lebih lanjut mengenai kronologi, penyebab kebakaran, kondisi ruangan, maupun kemungkinan adanya kerugian masih menunggu penjelasan resmi dari Polda Banten.

Kontras7.co.id terus memantau perkembangan informasi dan akan memperbarui pemberitaan setelah terdapat keterangan resmi dari pihak berwenang.

37 Warga Cilegon Diberangkatkan Umrah Gratis, 3 Menyusul Oktober

By On Minggu, September 13, 2026

37 warga Cilegon mengikuti pelepasan program umrah gratis Pemkot Cilegon.

KONTRAS7.CO.ID — KOTA CILEGON — Sebanyak 37 warga Kota Cilegon diberangkatkan untuk menjalankan ibadah umrah melalui program umrah gratis Pemerintah Kota Cilegon, Minggu (13/9/2026).

Pelepasan jamaah dilakukan Wali Kota Cilegon Robinsar di Masjid Agung Kota Cilegon. Dari total 40 penerima program tahun 2026, sebanyak 37 orang berangkat pada tahap ini, sementara tiga penerima lainnya dijadwalkan menyusul pada Oktober karena masih mengikuti MTQ Nasional.

“Alhamdulillah Pemkot Cilegon menjalankan Umroh gratis bagi warga Cilegon dan berjalan lancar, yang berangkat hari ini baru 37 orang, 3 orang menyusul setelah mengikuti MTQ nasional,” kata Robinsar.

Menurut Robinsar, seluruh peserta mendapatkan fasilitas perjalanan umrah dalam satu paket, mulai dari visa, paspor, pemeriksaan kesehatan, tiket pesawat, hotel hingga konsumsi selama perjalanan. Ia menyebut program tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat.

“InsyaAllah tahun 2027 akan kami adakan kembali. Program ini bentuk perhatian dari Pemkot kepada warganya supaya bisa menunaikan ibadah Umroh,” jelasnya.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda Kota Cilegon Rahmatullah mengatakan program tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada masyarakat yang memberikan kontribusi positif bagi daerah.

“Keberangkatan ini sebagai bentuk apresiasi kepada pihak terkait yang memberikan kontribusi positif untuk Kota Cilegon,” tuturnya.

Rahmatullah menyebut program umrah gratis tahun 2026 tersebut menggunakan anggaran sekitar Rp1,5 miliar dari APBD Kota Cilegon. Penerima berasal dari sejumlah unsur masyarakat, termasuk ulama, tokoh agama, guru ngaji, tokoh masyarakat, serta penerima penghargaan dan prestasi.

Program ini tidak hanya mencakup keberangkatan ke Tanah Suci, tetapi juga kebutuhan jamaah selama perjalanan hingga kembali ke Kota Cilegon.

Dengan diberangkatkannya 37 jamaah, program umrah gratis Pemkot Cilegon tahun 2026 mulai direalisasikan. Tiga penerima lainnya akan mengikuti keberangkatan pada tahap berikutnya.

MTQ Nasional XXXI, Sekda Banten Minta Kafilah Tampil Maksimal

By On Minggu, September 13, 2026

Sekda Banten Deden Apriandhi menghadiri pembukaan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Simpang Lima, Semarang.

KONTRAS7.CO.ID — SEMARANG — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi meminta kafilah Banten tampil maksimal pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah.

Pesan itu disampaikan Deden usai menghadiri pembukaan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Simpang Lima, Semarang, Sabtu (12/9/2026) malam. Kehadirannya sekaligus menjadi bentuk dukungan moril dan doa bagi para peserta asal Banten yang akan berlaga di tingkat nasional.

“Gubernur Banten bapak Andra Soni berharap para kafilah dapat memberikan penampilan yang terbaik,” ujar Deden.

Sebagai Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Banten, Deden juga mengingatkan para peserta untuk memanfaatkan pembekalan yang telah diberikan sebelum keberangkatan.

Menurutnya, persiapan tersebut penting agar para kafilah dapat tampil percaya diri dan memberikan kemampuan terbaik saat mengikuti perlombaan.

Namun, Deden menegaskan tidak ada beban target juara umum yang diberikan Gubernur Banten kepada para kafilah.

“Gubernur tidak menargetkan Banten menjadi juara umum, tetapi para kafilah diharapkan tampil maksimal dan menorehkan banyak prestasi. Selain itu, tujuan penyelenggaraan MTQ sebagai salah satu syiar Islam dan upaya membumikan Al-Qur'an dapat tercapai,” tuturnya.

Deden juga mengajak masyarakat Banten ikut mendoakan perjuangan 56 peserta yang mewakili Banten dalam 24 golongan perlombaan.

Dalam pembukaan MTQ Nasional XXXI, Menteri Agama Nasaruddin juga menekankan bahwa MTQ tidak berhenti pada kompetisi membaca, menghafal, maupun memahami Al-Qur'an. Lebih jauh, momentum tersebut diharapkan mampu membentuk karakter qurani dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Nasaruddin, kedekatan dengan Al-Qur'an semestinya tercermin dalam sikap yang dapat dipercaya, memiliki dedikasi dalam bekerja, serta menjauhi korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

Ia juga mengingatkan pentingnya nilai ta'aruf atau saling mengenal, ta'awun atau saling membantu dalam kebaikan, serta tabayun atau memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.

“Semakin dekat seseorang kepada Al-Qur'an, semestinya semakin mulia akhlaknya, semakin santun tutur katanya, semakin menghormati perbedaan, dan semakin besar kontribusinya bagi kerukunan serta persatuan Indonesia,” tutur Menag.

MTQ Nasional XXXI berlangsung pada 11–20 September 2026. Kegiatan ini digelar di 12 lokasi di Kota Semarang dan diikuti 2.242 peserta, terdiri dari 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan.

Para peserta berkompetisi dalam delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori perlombaan.

Polresta Serang Kota Kerahkan 200 Personel Amankan Persita vs Java United di BIS

By On Minggu, September 13, 2026

Personel Polresta Serang Kota dan 
Polda Banten mengikuti apel kesiapan pengamanan pertandingan di Banten International Stadium, Kota Serang.
Minggu (13/9/2026).

KONTRAS7.CO.ID — SERANG — Polresta Serang Kota bersama Polda Banten menggelar pengamanan terpadu untuk mengawal pertandingan BRI Super League 2026/2027 antara Persita Tangerang dan Java United di Banten International Stadium (BIS), Kota Serang, Minggu (13/9/2026).

Kesiapan pengamanan diawali dengan apel di lokasi pertandingan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing selama pertandingan berlangsung.

Kapolresta Serang Kota Kombes Pol. Yudha Satria, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan sebanyak 200 personel dari berbagai fungsi kepolisian disiapkan dan ditempatkan di sejumlah titik yang telah ditentukan.

Pengamanan mencakup area stadion, akses masuk, VIP, parkir, patroli, hingga jalur lalu lintas. Dukungan kesehatan dan Command Center juga disiapkan untuk menunjang pengamanan selama pertandingan.

Ditlantas Polda Banten turut menempatkan personel di sejumlah jalur untuk membantu kelancaran mobilitas masyarakat di sekitar lokasi pertandingan.

“Personel kami disiapkan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kami ingin pertandingan berlangsung aman, sehingga masyarakat dapat menikmati atmosfer sepak bola dengan nyaman,” tambah Yudha.

Kapolresta juga mengajak seluruh suporter ikut menjaga keamanan dengan menaati aturan dan menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan.

“Jaga nama baik tim dan komunitas suporter. Menang atau kalah adalah bagian dari pertandingan, tetapi persaudaraan dan keamanan harus tetap menjadi yang utama,” tutupnya. 

Milad ke-3 TTKKBI, Wali Kota Serang Tekankan Jati Diri Banten

By On Minggu, September 13, 2026


Wali Kota Serang Budi Rustandi 
menghadiri Milad ke-3 TTKKBI 
di Lontar Baru, Kota Serang, 
Sabtu (12/9/2026).

KONTRAS7.CO.ID — KOTA SERANG — Suasana Jalan Kagungan, Lontar Baru, Kota Serang, Sabtu (12/9/2026), tampak ramai. Lebih dari seribu peserta hadir dalam Milad ke-3 Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI).

Wali Kota Serang H. Budi Rustandi turut hadir dan melihat langsung rangkaian kegiatan tersebut. Ia menilai keberadaan TTKKBI ikut memberi kontribusi terhadap suasana Kota Serang yang kondusif.

Menurut Budi, kondisi yang aman dan kondusif menjadi salah satu faktor yang mendukung masuknya investasi ke Kota Serang.

“Jangan lupa bahwa ini adalah berkat teman-teman semua yang ada di sini khususnya TTKKBI. Yang membuat Kota Serang menjadi kondusif sehingga banyak investasi masuk ke Kota Serang,” ungkap Budi dalam sambutannya.

Ia juga melihat kontribusi TTKKBI semakin luas, tidak hanya dalam kegiatan budaya, tetapi juga dalam kehidupan masyarakat.

“Kita sadari, TTKKBI semakin besar kontribusinya bagi masyarakat, negara, bangsa dan agama,” ujarnya.

Bagi Budi, Milad TTKKBI bukan sekadar perayaan organisasi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi dan jati diri Banten agar tetap hidup di tengah masyarakat.

“Ini wujud nyata bagi kita dalam merawat tradisi. Ini bukan hanya acara ulang tahun, tapi ikhtiar kita bersama menjaga jati diri Banten,” katanya.

Budi pun membuka ruang bagi TTKKBI untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Serang apabila ke depan menggelar kegiatan berskala besar.

“Oleh karenanya, Milad dan kegiatan besar TTKKBI ke depan, saya minta langsung berkoordinasi dengan kami. Tenang, nanti kita carikan tempatnya, mau di lokasi mana ayo atau kita siapkan gedung milik pemerintah kota. Pemerintah Kota Serang siap mendukung penuh,” tegasnya.

Milad ke-3 TTKKBI tahun ini mengusung tema “Merawat Amanah Karuhun, Memperkokoh Persaudaraan, Mengabdi untuk Bangsa, Negara, dan Masyarakat.”

Kegiatan dihadiri Ketua Umum TTKKBI H. Tb. Arif Hidayat bersama jajaran pengurus dan anggota. Sejumlah tamu undangan dari unsur pemerintahan, kepolisian, IPSI, serta organisasi lainnya juga turut hadir.

Rangkaian acara tidak hanya diisi dengan seremoni. Peserta dan tamu undangan juga menyaksikan palang pintu, penampilan rampak “Jurus Baku TTKKBI” karya H. Tb. Arif Hidayat, serta ritual Keceran.

Sebelum acara puncak, kegiatan internal TTKKBI juga berlangsung sejak pagi hingga siang. Salah satunya festival dan kompetisi Jurus Baku TTKKBI yang diikuti peserta dari berbagai daerah.

Ketua Umum TTKKBI H. Tb. Arif Hidayat menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir serta ikut mendukung pelaksanaan Milad ke-3.

“Terima kasih untuk semua yang hadir di sini dalam mendukung kegiatan Milad ke-3 TTKKBI pada hari ini,” sambutnya.

Hari Keenam Pencarian, PWI Banten Turunkan Lima Jurnalis ke Selat Sunda

By On Minggu, September 13, 2026

Lima delegasi PWI Banten bergabung dalam penyisiran bersama Ditpolairud Polda Banten pada hari keenam pencarian di perairan Selat Sunda, Minggu (13/9/2026).

KONTRAS7.CO.ID — BANTEN — Memasuki hari keenam pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK), PWI Provinsi Banten mengirimkan lima perwakilan untuk ikut langsung dalam operasi pencarian di perairan Selat Sunda, Minggu (13/9/2026).

Kelima jurnalis tersebut yakni Herman dari Penabanten.com, Raden Dede dari Siberindo.com, David Nababan dari Indosatunews.com, Herfa Al Jihad selaku Humas PWI Banten dari Berita-Rakyat.com, serta Yustinus Agus dari DistrikBantenNews.com.

Mereka bergabung bersama personel Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten untuk menyisir wilayah perairan laut lepas.

Kehadiran delegasi PWI Banten mendapat apresiasi dari Perwira Ditpolairud Polda Banten AKBP Capt. Sherly Anggraini, S.ST., M.Han., M.Mar. Menurutnya, keterlibatan insan pers menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan terhadap proses pencarian yang masih berlangsung.

Pada penyisiran hari keenam, armada diarahkan menuju kawasan perairan Ujung Kulon dengan estimasi waktu pelayaran sekitar empat jam. Kondisi cuaca laut juga menjadi perhatian utama selama proses pencarian.

“Pencarian diarahkan menuju wilayah perairan Ujung Kulon. Kondisi cuaca maritim akan terus dipantau secara berkala. Apabila dinamika cuaca di laut tidak memungkinkan, tim diinstruksikan segera melaporkan perkembangan situasi demi keselamatan bersama,” tegas Capt. Sherly di dermaga keberangkatan.

Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Banten Rian Nopandra melalui Seksi Humas PWI Banten, Herfa Al Jihad, mengatakan keikutsertaan lima delegasi tersebut merupakan bentuk solidaritas dan empati komunitas pers Banten terhadap rekan-rekan mereka yang masih dalam pencarian.

“Kami hadir langsung untuk memberikan dukungan moril dan tenaga terhadap proses pencarian rekan-rekan kami. Ini adalah bentuk solidaritas nyata sesama insan pers. Doa dan harapan kami tidak pernah putus agar lima wartawan dan tiga kru kapal dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat,” tutur Herfa.

Hingga hari keenam, tim SAR gabungan bersama Ditpolairud Polda Banten dan relawan jurnalis terus memperluas penyisiran dari perairan Pandeglang hingga kawasan Ujung Kulon.

Pencarian masih dilakukan dengan harapan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak dapat segera ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi selamat.

Polda Banten Periksa Barang Temuan di Selat Sunda, Dua Life Jacket Disebut Bukan Milik KM Arupadhatu 1

By On Minggu, September 13, 2026

KONTRAS7.CO.ID — BANTEN — Polda Banten melalui Ditpolairud memeriksa sejumlah barang yang ditemukan kapal KN SAR Tetuka di sekitar perairan Selat Sunda, sebelah timur Pulau Rakata, Sabtu (12/9/2026).

Barang yang ditemukan terdiri dari satu helm plastik berwarna merah, satu jeriken plastik berwarna biru dengan tutup hitam, serta dua life jacket berwarna oranye.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan barang-barang tersebut telah diserahterimakan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan dan konfirmasi kepada pemilik kapal KM Arupadhatu 1, dua life jacket berwarna oranye bertuliskan “MILLES.II” dinyatakan bukan milik kapal tersebut.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan konfirmasi dari pemilik kapal KM Arupadhatu 1, dua life jacket berwarna oranye bertuliskan MILLES.II dinyatakan bukan milik kapal, karena life jacket yang tersedia di kapal berwarna merah, kuning dan ungu serta tidak memiliki tulisan MILLES.II,” ujarnya, Minggu (13/9/2026).

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap jeriken berwarna biru yang ditemukan di lokasi. Maruli mengatakan isi jeriken mengeluarkan aroma minyak sayur dan bukan bahan bakar Pertamax yang digunakan KM Arupadhatu 1.

Selain isi, terdapat perbedaan fisik antara jeriken temuan dan jeriken yang digunakan kapal.

“Jeriken milik KM Arupadhatu 1 berwarna biru pudar, berkapasitas 30 liter, berbentuk pendek, memiliki tutup berwarna putih dan polos tanpa penanda. Sedangkan jeriken yang ditemukan berwarna biru tua, berkapasitas 35 liter, berbentuk panjang, memiliki tutup berwarna hitam dan terdapat tulisan pada bagian jeriken,” jelasnya.

Sementara itu, helm plastik berwarna merah juga dinyatakan bukan milik KM Arupadhatu 1. Berdasarkan pemeriksaan, kapal tersebut tidak memiliki maupun menyediakan helm dengan jenis tersebut di atas kapal.

Polda Banten mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi selama proses pencarian dan pemeriksaan masih berlangsung.

“Setiap perkembangan terkait proses pencarian dan pemeriksaan akan disampaikan melalui sumber informasi resmi,” tutup Maruli.


HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Polresta Serang Kota Gelar Bhakti Kesehatan

By On Minggu, September 13, 2026

Personel Sidokkes Polresta Serang Kota memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Alun-Alun Kota Serang, Minggu (13/9/2026).

KONTRAS7.CO.ID — KOTA SERANG — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Sidokkes Polresta Serang Kota menggelar Bhakti Kesehatan bagi masyarakat di Alun-Alun Kota Serang, Minggu (13/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polresta Serang Kota menghadirkan pelayanan kesehatan sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Kapolresta Serang Kota Kombes Pol. Yudha Satria, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Dokkes Polresta Serang Kota Penda TK I Dwi Ratna Widianti, S.KM., mengatakan kegiatan itu merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, personel Sidokkes Polresta Serang Kota memberikan pelayanan pengobatan umum dan pemeriksaan GCU (Glucose, Cholesterol, Uric Acid). Kegiatan tersebut menargetkan 100 orang masyarakat.

Dari target tersebut, sebanyak 92 orang mendapatkan pelayanan. Sebanyak 85 orang menjalani pemeriksaan dan pengobatan umum, sementara 36 orang mengikuti pemeriksaan GCU.

Hasil pemeriksaan menunjukkan sejumlah keluhan maupun diagnosis kesehatan, di antaranya Diabetes Melitus, Hipertensi, Gastritis, Dermatitis, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dan Rematik.

Pelayanan tersebut dilaksanakan oleh Penda TK I Dwi Ratna Widianti, S.KM., dr. Sri Astuti, Bripka Erland Revano, dan Briptu Oka Kurniawan, Amd.Kep.

Dwi Ratna mengatakan, kegiatan Bhakti Kesehatan diharapkan tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan, tetapi juga meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat. Kami berharap pelayanan kesehatan yang diberikan dapat membantu masyarakat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, Bhakti Kesehatan dalam rangka HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 berjalan aman, tertib, dan lancar.

Melalui kegiatan tersebut, Polresta Serang Kota menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui kehadiran Polri yang humanis, peduli, dan bermanfaat.

Eksis Fun Run 2026 Meriah, Wabup Pandeglang Soroti Dampak Ekonomi untuk UMKM

By On Minggu, September 13, 2026

Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi membuka Eksis Fun Run 2026 di Alun-Alun Pandeglang, Minggu (13/9/2026).

KONTRAS7.CO.ID — PANDEGLANG — Eksis Fun Run 2026 berlangsung meriah di Alun-Alun Pandeglang, Minggu (13/9/2026) pagi. Ratusan peserta dari berbagai kalangan ikut ambil bagian dalam kegiatan olahraga tersebut.

Bagi Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi, kegiatan seperti Fun Run tidak hanya soal olahraga. Ramainya peserta juga membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendapatkan manfaat ekonomi.

“Sehat itu bukan saja jasmani dan rohani, tetapi ekonomi masyarakat juga harus menjadi perhatian,” kata Iing.

Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menjadi peluang yang bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi lokal. Hal itu terlihat dari banyaknya peserta yang kemudian mengunjungi dan berbelanja di warung maupun lapak UMKM di sekitar lokasi kegiatan.

“Dengan adanya acara ini, perputaran ekonomi UMKM semakin meningkat. Saya lihat tadi banyak sekali para peserta yang mengunjungi warung-warung UMKM,” ungkapnya.

Karena itu, Iing menilai kegiatan olahraga, hiburan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat perlu terus dipadukan. Kegiatan yang menghadirkan banyak orang dinilai dapat menjadi ruang promosi sekaligus pasar bagi pelaku UMKM.

“Ini tentunya sangat baik. Masyarakat bisa berolahraga, bersilaturahmi, sekaligus para pelaku UMKM mendapatkan manfaat dari ramainya kegiatan,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar dengan melibatkan lebih banyak masyarakat dan pelaku UMKM. Dengan begitu, kegiatan olahraga tidak berhenti sebagai hiburan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah.

Sementara itu, Ketua KORMI Pandeglang sekaligus Ketua Panitia Eksis Fun Run 2026, Abu Rizal Syifa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.

Ia mengatakan evaluasi tetap akan dilakukan agar pelaksanaan kegiatan berikutnya dapat berjalan lebih baik. Dalam waktu dekat, panitia juga menyiapkan agenda olahraga lainnya.

“Kita akan terus perbaiki ke depannya, terima kasih kami ucapkan kepada semua sponsor yang sudah mendukung dalam acara Eksis Fun Run 2026. Dalam waktu dekat, kami juga akan mengadakan liga futsal tingkat SD, SMP, SMA, dan antar-guru,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Pandeglang Surayadi Sembiring, anggota DPRD Pandeglang Linda Kurniasari, Pimpinan Cabang Bank Banten Pandeglang Trio Adit Pamungkas, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Warung Mie Ayam Babi di Sukoharjo Dibakar OTK, Polisi Telusuri Motifnya

By On Minggu, September 13, 2026

Kondisi Warung Mie Babi Tepi Sawah 
di Parangjoro, Sukoharjo, setelah dibakar OTK, Sabtu (12/9/2026). 
Sumber Foto: Kompas.com

KONTRAS7.CO.ID — SUKOHARJO — Warung Mie Ayam Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, dibakar orang tidak dikenal (OTK), Sabtu (12/9/2026) dini hari.

Aksi tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Saat itu, dua karyawan berada di warung. Sejumlah orang datang menggunakan penutup wajah dan diduga mengancam salah satu karyawan sebelum merusak serta membakar bagian depan warung.

Bagian yang terbakar meliputi gudang barang bekas, tempat tidur karyawan dan atap. Pemilik warung, Jodi Sutanto, mengatakan tidak ada barang dagangan yang menjadi sasaran api.

“Yang terbakar itu satu gudang, dan satu tempat tidur, dan atap. Gudang penyimpanan rongsok lah ya, barang-barang bekas, bukan barang penyimpanan produk,” ujar Jodi.

Polisi kemudian memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan penyelidikan terus dilakukan, termasuk memeriksa saksi dan menelusuri rekaman CCTV.

“Langsung kita selidiki, karena memang sengaja ada yang bakar. Ada saksi juga yang melihat,” kata Anggaito.

Perkembangan terbaru pada Minggu (13/9/2026), polisi menyebut dua orang terpantau CCTV menggunakan sepeda motor. Penyidik masih menyisir rekaman dan mengumpulkan keterangan untuk mengungkap identitas pelaku.

Di sisi lain, Jodi mengaku sebelum kejadian tidak pernah menerima ancaman. Ia mengatakan tidak ada sesuatu yang mencurigakan yang diterimanya menjelang warung tersebut dibakar.

Kasus ini menjadi perhatian karena keberadaan warung tersebut sebelumnya memang sempat mendapat penolakan dari sebagian warga. Pada April 2026, akses menuju warung pernah ditutup menggunakan tumpukan tanah dan muncul spanduk penolakan terhadap keberadaan usaha kuliner nonhalal tersebut.

Namun, sejauh ini belum ada keterangan resmi dari kepolisian yang menyatakan pembakaran berkaitan dengan penolakan warga sebelumnya.

Karena itu, pertanyaan mengenai siapa pelaku dan apa motif sebenarnya masih menjadi bagian penting dari penyelidikan.

Polisi kini memiliki pekerjaan untuk mengungkap rangkaian kejadian tersebut, termasuk memastikan apakah aksi itu murni tindak pidana perusakan dan pembakaran atau terdapat motif lain di baliknya.

Bagi masyarakat, persoalan ini juga menjadi pengingat bahwa perbedaan pandangan terhadap suatu usaha semestinya diselesaikan melalui jalur hukum dan dialog, bukan dengan ancaman, perusakan maupun pembakaran.

Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif

By On Sabtu, September 12, 2026



Komaruddin Hidayat (Ketua Dewan Pers)

KONTRAS7.CO.ID — JAKARTA — Dua tahun adalah waktu yang terlalu singkat untuk menghakimi sebuah pemerintahan yang belum sampai setengah periode memegang kekuasaan. Namun, waktu tersebut sudah cukup untuk membaca watak seorang presiden.

Dalam dua tahun, seorang presiden biasanya mulai memperlihatkan apa yang menjadi obsesinya, bagaimana ia menggunakan kekuasaan, siapa orang-orang yang dipercayainya, serta seberapa jauh gagasan yang dibawa saat kampanye dapat diterjemahkan menjadi kebijakan publik.

Prabowo Subianto memasuki Istana dengan modal politik yang kuat. Ia dilantik pada 20 Oktober 2024 setelah memenangkan Pemilihan Presiden 2024 dengan mandat elektoral yang besar.

Lebih dari itu, Prabowo bukan figur yang tiba-tiba muncul di panggung politik. Ia telah puluhan tahun berada dalam orbit kekuasaan, mulai dari prajurit, pengusaha, ketua partai, calon presiden, hingga akhirnya menjadi presiden.

Karena itu, menarik menilai dua tahun pertama kepemimpinannya bukan semata dari daftar program yang sudah dikerjakan, melainkan dari pertanyaan yang lebih mendasar: apakah Prabowo sudah menunjukkan keberhasilannya membangun negara yang kuat atau baru berhasil membangun pemerintahan yang kuat?

Keduanya tentu berbeda.

Modal Seorang Petarung

Salah satu kekuatan Prabowo adalah daya juangnya. Ia pernah kalah dalam pertarungan politik, tetapi tidak meninggalkan gelanggang. Dalam politik, kemampuan bangkit dari kekalahan bukan perkara kecil.

Ia menunjukkan daya tahan psikologis sekaligus keyakinan terhadap tujuan politiknya. Prabowo juga memiliki karakter nasionalisme yang kuat. Negara, kedaulatan, pertahanan, pangan dan energi baginya bukan sekadar sektor kebijakan, melainkan bagian dari gagasan besar tentang Indonesia yang berdaulat.

Pengalaman sebagai prajurit ikut membentuk cara pandangnya. Ia cenderung melihat dunia sebagai arena kompetisi dan negara sebagai aktor yang harus kuat agar tidak mudah dipermainkan oleh kekuatan lain.

Pandangan tersebut mendapatkan relevansi baru ketika dunia memasuki era ketidakpastian geopolitik. Perang Rusia-Ukraina, konflik Timur Tengah, rivalitas Amerika Serikat-China, perubahan rantai pasok, perang dagang dan perebutan sumber daya strategis menjadi bagian dari situasi global yang harus dihadapi.

Dalam konteks seperti itu, gagasan tentang kemandirian nasional bukanlah romantisme belaka.

Tetapi di sinilah terdapat persoalan penting.

Dari Kapasitas Personal ke Kapasitas Institusional

Negara tidak menjadi kuat hanya karena presidennya kuat dan tegas.

Negara menjadi kuat apabila hukum bekerja, birokrasi profesional, pendidikan bermutu, ekonomi produktif, teknologi berkembang, korupsi terkendali, dan masyarakat percaya kepada institusi negara.

Prabowo mempunyai sejumlah obsesi yang relatif jelas: swasembada pangan, ketahanan energi, hilirisasi, industrialisasi, pertahanan dan pembangunan manusia.

Di antara berbagai program tersebut, Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu simbol paling kuat selama dua tahun pemerintahannya.

Secara filosofis, MBG memiliki dasar yang menarik. Negara tidak hanya bertugas membangun jalan, bendungan atau kawasan industri. Negara juga berkewajiban memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan memiliki kesempatan yang relatif sama untuk mengembangkan potensinya.

Prabowo menyebut MBG sebagai investasi untuk generasi masa depan. Dalam rancangan APBN 2026, program ini ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat dengan anggaran Rp335 triliun.

Namun, semakin besar sebuah program, semakin besar pula tuntutan terhadap tata kelolanya.

Program yang menyangkut makanan puluhan juta anak tidak cukup hanya memiliki niat baik. Ia membutuhkan standar gizi, keamanan pangan, rantai pasok, pengawasan, tenaga profesional dan sistem pertanggungjawaban yang ketat.

Peristiwa keracunan makanan yang terjadi di berbagai daerah menjadi peringatan keras. Ribuan siswa dan guru dilaporkan sakit, dan pemerintah kemudian memperketat pengawasan dapur serta distribusi makanan.

Di sini terlihat sebuah hukum sederhana pemerintahan:

“Semakin besar ambisi kebijakan, semakin tinggi tuntutan profesionalismenya.”

Perlu Dukungan Data Empiris

Pemerintahan Prabowo juga menjadikan swasembada pangan sebagai salah satu agenda utama.

Pemerintah menyatakan produksi dan cadangan beras meningkat secara signifikan. Pada pertengahan 2026, pemerintah bahkan menyebut cadangan beras pemerintah telah mencapai lebih dari 5,3 juta ton.

Ini tentu merupakan perkembangan penting.

Namun, swasembada pangan jangan berhenti pada angka produksi dan cadangan pemerintah.

Pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah petani menjadi lebih sejahtera? Apakah konsumen mendapatkan pangan dengan harga terjangkau? Apakah produktivitas pertanian meningkat secara berkelanjutan? Apakah ketergantungan pada impor benar-benar berkurang tanpa mengorbankan stabilitas harga?

Jawaban atas semua pertanyaan tersebut mesti didukung data yang akurat dan lengkap, bukan sekadar jawaban politik.

Swasembada bukan sekadar kemampuan negara menumpuk beras di gudang. Swasembada adalah kemampuan sebuah bangsa membangun ekosistem pangan yang sehat dari hulu sampai hilir.

Petani harus untung. Konsumen harus terlindungi. Infrastruktur harus baik. Teknologi harus berkembang. Dan generasi muda harus mau menjadi petani modern.

Jika tidak, swasembada hanya menjadi slogan yang pada akhirnya dapat menurunkan kepercayaan rakyat kepada pemerintah.

Membangun Institusi yang Kuat

Prabowo tampaknya percaya pada negara yang kuat. Pandangan ini mempunyai akar sejarah yang panjang dalam pemikiran politik Indonesia.

Setelah bertahun-tahun negara dianggap terlalu lemah menghadapi kepentingan ekonomi dan politik, gagasan tentang strong state memang mempunyai daya tarik.

Tetapi negara kuat mempunyai dua wajah.

Wajah pertama, negara kuat berarti pemerintah mampu menegakkan hukum, menyediakan pelayanan publik, membangun infrastruktur, melindungi masyarakat miskin dan menghadapi kepentingan ekonomi yang terlalu dominan.

Wajah kedua, negara kuat dapat berubah menjadi kekuasaan yang terlalu dominan apabila tidak diimbangi kontrol institusional.

Karena itu, tantangan Prabowo bukan sekadar memperkuat negara, melainkan memperkuat institusi negara tanpa melemahkan masyarakat.

Demokrasi membutuhkan pemerintah yang kuat sekaligus masyarakat sipil yang kuat. Membutuhkan presiden yang efektif sekaligus pers yang bebas. Membutuhkan birokrasi yang disiplin sekaligus parlemen dan lembaga hukum yang mampu melakukan kontrol.

Kekuatan negara tanpa kontrol dapat berubah menjadi kekuasaan yang mengarah pada pemerintahan otoriter dan tidak akan bertahan lama.

Politik Akomodasi

Prabowo mempunyai kemampuan yang menarik dalam mengelola politik. Ia mampu merangkul banyak kekuatan yang sebelumnya berada di luar lingkarannya.

Koalisi pemerintahan menjadi sangat besar. Secara praktis, hal ini menguntungkan. Pemerintah relatif tidak terlalu direpotkan oleh oposisi parlementer yang kuat.

Tetapi dari perspektif demokrasi, terdapat paradoks.

Semakin besar koalisi pemerintah, semakin kecil ruang oposisi formal.

Padahal demokrasi bukan hanya soal siapa yang menang dan siapa yang kalah. Demokrasi juga membutuhkan mereka yang kalah untuk tetap mempunyai ruang mengawasi mereka yang menang.

Oposisi yang sehat bukan musuh pemerintah. Justru ia dapat menjadi cermin.

Karena itu, Prabowo perlu memastikan bahwa stabilitas politik tidak dibayar dengan hilangnya mekanisme kritik.

Tidak Cukup Hanya Gagasan, Melainkan Eksekusi

Prabowo sebenarnya tidak kekurangan gagasan. Justru sebaliknya, pemerintahannya mempunyai banyak agenda besar: pangan, energi, MBG, hilirisasi, industrialisasi, pertahanan, koperasi, pembangunan desa, pendidikan, kesehatan dan sebagainya.

Pertanyaannya adalah apakah mesin birokrasi mampu mengerjakannya secara bersamaan.

Di sinilah peran menteri menjadi sangat menentukan.

Menteri bukan sekadar pelaksana perintah presiden. Menteri adalah penyaring, penerjemah dan penguji gagasan presiden.

Seorang menteri seharusnya mampu mengatakan kepada presiden:

“Ini bisa dilakukan.”

“Ini terlalu mahal.”

“Ini berisiko.”

“Ini harus ditunda.”

“Ini sebaiknya dilakukan dengan cara berbeda.”

Jika semua menteri hanya berkata, “Siap, Pak,” presiden justru kehilangan salah satu sumber informasi terpentingnya.

Kabinet yang sehat bukan kabinet yang selalu kompak dalam arti selalu setuju.

Kabinet yang sehat adalah kabinet yang berani berbeda pendapat di ruang rapat, tetapi kompak ketika keputusan telah dibuat.

Karena itu, kualitas kabinet Prabowo tidak semestinya diukur dari banyaknya tokoh terkenal di dalamnya atau besarnya koalisi politik yang mendukungnya.

Ukuran sesungguhnya adalah output.

Berapa masalah yang selesai? Berapa kebijakan yang benar-benar bekerja? Berapa rupiah anggaran yang menghasilkan manfaat? Berapa banyak birokrasi yang menjadi lebih sederhana?

Dan yang paling penting: apakah kehidupan rakyat menjadi lebih baik?

Catatan dan Harapan ke Depan

Setelah mendekati dua tahun, saya melihat sedikitnya lima hal yang perlu menjadi perhatian Prabowo.

Pertama, jangan terlalu bergantung pada kekuatan personal presiden. Presiden yang kuat memang diperlukan, tetapi Indonesia membutuhkan institusi yang kuat lebih daripada figur yang kuat.

Masa jabatan presiden akan berakhir, sedangkan institusi harus bertahan.

Kedua, perkuat meritokrasi. Jangan sampai loyalitas politik lebih menentukan daripada kemampuan profesional. Negara terlalu besar untuk dikelola dengan prinsip kedekatan.

Ketiga, jaga disiplin fiskal. Program populis dapat disukai rakyat, tetapi negara tidak boleh mengabaikan matematika anggaran. Setiap rupiah yang dikeluarkan pemerintah harus mempunyai social return yang jelas.

Keempat, perbaiki komunikasi publik. Presiden dan para menterinya perlu lebih terbuka terhadap kritik.

Kritik bukan sabotase. Kritik adalah mekanisme koreksi.

Kelima, jangan menyamakan negara kuat dengan pemerintah yang tidak boleh dikritik.

Justru pemerintah yang percaya diri adalah pemerintah yang tidak takut terhadap kritik.

Jadi, bagaimana kita menilai dua tahun Prabowo?

Banyak agenda besar yang perlu didukung, namun banyak pula catatan dan kritik yang perlu diperhatikan.

Terdapat beberapa capaian yang patut dicatat, terutama dalam keberanian menetapkan agenda ketahanan pangan, penguatan program gizi dan orientasi kemandirian ekonomi.

Pemerintah sendiri mencatat peningkatan produksi pangan dan cadangan beras sebagai salah satu capaian penting.

Namun, terlalu dini menyebutnya berhasil.

Sebab, sebagian besar agenda besar Prabowo baru menunjukkan arah dan membangun fondasi. Yang ditunggu-tunggu rakyat adalah hasilnya.

Bukan pidato. Bukan jumlah program. Bukan banyaknya proyek. Bukan pula besarnya koalisi.

Sementara itu, dengan sarana media sosial di tangan, rakyat memiliki peluang yang sama untuk mengawasi dan menilai proses serta hasil kinerja Prabowo.

Rakyat akan selalu bertanya: apakah anak miskin memperoleh gizi yang lebih baik? Apakah petani hidup lebih sejahtera? Apakah kelas menengah merasa lebih aman? Apakah lapangan pekerjaan bertambah? Apakah pendidikan semakin bermutu? Apakah hukum semakin dipercaya? Apakah pintu korupsi semakin sempit? Apakah birokrasi semakin profesional?

Dan apakah rakyat merasa memiliki negara, bukan sekadar menjadi objek dari negara?

Keluh kesah dan harapan rakyat bermunculan mengisi ruang publik yang mudah sekali didengarkan melalui media sosial.

Dari Kekuasaan Menuju Peradaban

Prabowo adalah presiden yang memiliki obsesi besar tentang Indonesia. Ia ingin Indonesia berdaulat, mandiri, kuat dan dihormati.

Obsesi semacam itu diperlukan. Bangsa besar membutuhkan pemimpin yang berani berpikir besar.

Tetapi ada satu tahap yang jauh lebih sulit: mengubah obsesi menjadi institusi, institusi menjadi kebijakan, dan kebijakan menjadi kebiasaan sosial.

Di sinilah tahun-tahun berikutnya akan menjadi sangat menentukan.

Apakah kemenangan yang diraih lewat pemilu akan diikuti dengan keberhasilan mewujudkan janji-janji kampanyenya?

Sejauh ini ia telah mengonsolidasikan kekuasaan. Kini tantangannya adalah bagaimana memenangkan kepercayaan sejarah.

Sebab, pada akhirnya, seorang presiden tidak dikenang karena seberapa besar kekuasaan yang berhasil dikumpulkannya. Ia akan dikenang karena apa yang dilakukan dengan kekuasaan itu.

Dan ukuran paling sederhana dari semuanya adalah pertanyaan seorang rakyat biasa:

“Apakah hidup saya menjadi lebih baik?”

Samar-samar, genderang persaingan untuk memenangkan Pemilu 2029 sudah mulai ditabuh.

Saatnya Prabowo melakukan evaluasi terhadap kinerja para pembantunya.

Ibarat dalam permainan sepak bola, mereka yang tidak efektif dan tidak memiliki cukup keahlian menggiring bola mesti diganti dengan pemain yang profesional.

Profesionalitas dan prinsip meritokrasi lebih penting daripada loyalitas yang selalu ingin menggembirakan dan memuji bosnya.

Penulis: Komaruddin Hidayat (Ketua Dewan Pers)

PWI NTB Catat 44 Peserta UKW Mandiri, PWI Pusat Sebut Terbesar

By On Sabtu, September 12, 2026

Pelaksanaan UKW mandiri dan OKK PWI NTB di Mataram, NTB.

KONTRAS7.CO.ID — MATARAM — Antusiasme wartawan mengikuti peningkatan kompetensi melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Nusa Tenggara Barat (NTB) cukup tinggi. Pelaksanaan UKW mandiri yang digelar PWI NTB kali ini diikuti 44 peserta.

Jumlah tersebut mendapat perhatian dari PWI Pusat. Wakil Ketua Umum PWI Pusat Joko Tetuko menyebut pelaksanaan UKW mandiri di NTB sebagai yang terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan UKW mandiri di lingkungan PWI.

Bukan hanya UKW, PWI NTB juga menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) yang diikuti sekitar 120 peserta.

Lantas, apa yang membuat kegiatan tersebut mendapat perhatian khusus?

Menurut Joko, tingginya partisipasi menunjukkan adanya keinginan wartawan untuk terus meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Sampai saat ini, ini adalah pelaksanaan UKW mandiri terbesar sepanjang sejarah. Kami memohon agar Pemerintah Provinsi NTB dapat terus membantu dan mendukung PWI NTB, terutama dalam persiapan menjelang Porwanas di Lampung tahun 2027 mendatang,” ujar Joko saat menutup kegiatan.

Sekretaris PWI NTB Fachrul Mustofa mengatakan, jumlah peserta UKW awalnya hanya direncanakan untuk dua kelas. Namun, tingginya minat wartawan membuat jumlah peserta berkembang menjadi 44 orang.

Sementara peserta OKK yang mengikuti kegiatan pembukaan mencapai sekitar 120 orang.

“Alhamdulillah, semua badai terlampaui dan kita bisa gelar hari ini,” kata Fachrul.

Menurut dia, pelaksanaan tersebut merupakan hasil kerja bersama pengurus PWI NTB dengan jajaran PWI kabupaten dan kota. Konsolidasi internal menjadi bagian penting agar kegiatan dapat terlaksana sesuai rencana.

OKK Jadi Bagian Penting Keanggotaan

Di sisi lain, OKK bukan sekadar kegiatan organisasi. Orientasi tersebut menjadi salah satu persyaratan bagi seseorang untuk menjadi anggota PWI.

Keterkaitan dengan agenda Porwanas 2027 di Lampung juga membuat kegiatan ini memiliki arti penting bagi PWI NTB dan para anggotanya.

Dengan demikian, UKW dan OKK tidak hanya berbicara mengenai kegiatan organisasi, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan kompetensi serta kesiapan wartawan menghadapi agenda profesi ke depan.

Dimulai dari Konsultasi

Fachrul menjelaskan, persiapan kegiatan dilakukan melalui proses konsultasi dan koordinasi. Dalam proses tersebut, PWI NTB mendapat arahan serta dukungan dari Sekretaris Daerah NTB Abul Chair.

Dukungan juga datang dari PWI Pusat. Sejumlah tokoh PWI, di antaranya Djoko, Parasakti dan Edu, terlibat sebagai narasumber maupun penguji dalam rangkaian kegiatan.

Bagi PWI NTB, pelaksanaan OKK dan UKW tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat organisasi sekaligus mendorong wartawan untuk terus meningkatkan kemampuan profesionalnya.

Ke depan, kegiatan peningkatan kompetensi diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan UKW, tetapi menjadi bagian dari budaya profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik.

PWI Surakarta Dilantik, Wali Kota Tekankan Pers Harus Kredibel dan Independen

By On Sabtu, September 12, 2026

Pelantikan pengurus PWI Surakarta masa bakti 2026–2031 di Solo, Sabtu (12/9/2026).

KONTRAS7.CO.ID — SOLO — Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Surakarta masa bakti 2026–2031 resmi dilantik. Wali Kota Solo Respati Ardia mengingatkan insan pers agar terus menjaga kualitas informasi yang disampaikan kepada masyarakat.

Menurut Respati, tantangan jurnalistik semakin besar di tengah perkembangan teknologi informasi. Informasi dapat menyebar dengan cepat, tetapi kecepatan tidak boleh mengalahkan kebenaran dan kredibilitas.

“Di tengah perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat, tantangan dunia jurnalistik juga semakin kompleks. Informasi dapat menyebar dalam hitungan detik, namun tidak semuanya memiliki kebenaran dan kredibilitas yang dapat dipertanggungjawabkan,” kata Respati seusai pelantikan di Sunan Hotel Solo, Sabtu (12/9/2026).

Karena itu, ia menilai profesionalisme, independensi, integritas, dan kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik menjadi hal yang semakin penting bagi wartawan.

Respati juga melihat pers memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat. Bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga ikut mencerdaskan masyarakat, mengawal transparansi, serta menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Atas pelantikan tersebut, Respati menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus PWI Surakarta yang baru. Ia berharap amanah organisasi tidak sekadar dipandang sebagai jabatan, tetapi sebagai tanggung jawab untuk menjaga marwah profesi kewartawanan.

“Kami berharap PWI Surakarta dapat terus menjadi organisasi profesi yang mampu menjaga kualitas dan kehormatan insan pers,” tuturnya.

Pemkot Solo Buka Ruang Kolaborasi

Respati mengatakan pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun daerah. Karena itu, Pemkot Solo membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan PWI Surakarta serta insan pers.

Namun, ia menegaskan hubungan tersebut tetap harus dibangun dengan menjaga independensi dan profesionalitas pers.

“Kami membuka ruang komunikasi dan kolaborasi yang seluas-luasnya dengan PWI Solo, dengan tetap menjunjung tinggi independensi dan profesionalitas pers,” katanya.

Menurut Respati, hubungan pemerintah dan pers sebaiknya dibangun dalam semangat kemitraan yang kritis, konstruktif, dan saling menghormati.

Bagaimana dengan kritik media terhadap pemerintah?

Respati menilai kritik justru menjadi bagian penting dalam proses evaluasi. Selama disampaikan secara objektif dan berdasarkan data, kritik dapat menjadi masukan bagi pemerintah untuk memperbaiki kebijakan maupun pelayanan kepada masyarakat.

“Kritik yang disampaikan secara objektif dan berdasarkan data akan menjadi masukan berharga bagi pemerintah untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan,” imbuhnya.

Ia berharap pelantikan pengurus PWI Surakarta periode 2026–2031 menjadi momentum untuk memperkuat profesionalisme organisasi, meningkatkan kualitas jurnalistik, serta membangun hubungan yang sehat antara pers, pemerintah, dan masyarakat.

Hari Keempat Pencarian, Warga Sukarame Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal

By On Sabtu, September 12, 2026

Warga Desa Sukarame menggelar doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga kru kapal yang masih dalam pencarian 
di Dermaga Marina Carita, 
Jumat (11/9/2026) malam.

Kontras7.co.id – PANDEGLANG | Memasuki hari keempat pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, warga Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, menggelar pengajian dan doa bersama di Dermaga Marina Carita, Jumat (11/9/2026) malam.

Doa bersama digelar sebagai bentuk ikhtiar dan dukungan moril bagi keluarga lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hingga kini masih dalam pencarian.

Salah satu yang dicari merupakan warga Desa Sukarame, Heriyanto Bonsai, yang diketahui menjadi pemandu kapal.

Ketua RT 20/005 Desa Sukarame, Adhari Alis, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Banten Andra Soni serta seluruh unsur Tim SAR Gabungan, TNI, Polri dan relawan yang terus melakukan pencarian.

“Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Gubernur Banten, Tim SAR Gabungan, TNI, Polri dan relawan yang telah fokus mencari saudara kami Heriyanto, yang keseharian kami panggil Bonsai,” ujar Adhari.

Menurut Adhari, doa bersama menjadi salah satu bentuk ikhtiar masyarakat. Warga berharap seluruh jurnalis dan kru kapal segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Hal senada disampaikan warga Kampung Shanghiang, Desa Sukarame, Sarifudin (72). Ia mengatakan masyarakat telah rutin mendoakan para korban sejak malam pertama mendapat kabar hilangnya rombongan kapal.

“Kami selalu menanti saudara-saudara kami yang sedang dalam pencarian. Setiap malam, dari malam Rabu, di mushola masing-masing kami melakukan doa bersama. Sudah tiga malam selalu berdoa,” kata Sarifudin.

Pada Jumat malam, warga kembali berkumpul di Dermaga Marina Carita yang menjadi Pos SAR Gabungan untuk memanjatkan doa bersama.

Kapolsek Carita Supandi yang turut hadir juga mengajak masyarakat mendoakan keselamatan lima jurnalis dan tiga kru kapal, sekaligus kesehatan dan kekuatan bagi personel yang terlibat dalam operasi pencarian.

“Malam ini kita fokus kirim doa untuk keselamatan, juga untuk Tim SAR Gabungan diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalani misi pencarian,” ujar Supandi.

Pemerintah Provinsi Banten terus memberikan dukungan terhadap operasi pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan. Memasuki hari keempat, pencarian masih dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur.

Masyarakat berharap seluruh jurnalis dan kru kapal yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Kendaraan Baru Atas Nama PT atau Pribadi, Mana yang Lebih Tepat?

By On Sabtu, September 12, 2026

Ilustrasi pengusaha mempertimbangkan kendaraan baru atas nama PT atau pribadi.

KONTRAS7.CO.ID — SERANG — Bagi pengusaha yang akan membeli kendaraan baru, ada satu pertanyaan yang sering muncul: sebaiknya kendaraan tersebut atas nama PT atau pribadi?

Pertanyaan ini terlihat sederhana. Namun, jawabannya tidak cukup hanya melihat nama yang tercantum dalam dokumen kendaraan.

Sebab, pilihan tersebut nantinya berkaitan dengan siapa pemilik aset, kendaraan digunakan untuk apa, bagaimana pencatatannya dalam pembukuan, sampai bagaimana perlakuan perpajakannya.

Jadi, sebelum membeli, sebaiknya pengusaha melihat kebutuhan sebenarnya terlebih dahulu.

Kalau Atas Nama PT, Apa Artinya?

Kalau kendaraan dibeli atas nama PT, kendaraan tersebut menjadi bagian dari aset perusahaan. Artinya, pembelian dan kepemilikannya perlu dicatat dalam administrasi serta pembukuan PT.

Pilihan ini tentu masuk akal apabila kendaraan memang akan digunakan untuk menunjang kegiatan usaha. Misalnya, kendaraan digunakan untuk operasional perusahaan atau mendukung aktivitas bisnis.

Lalu bagaimana dengan biaya kendaraan?

Biaya pembelian, perawatan, dan pengeluaran lain yang berkaitan dengan kendaraan harus memiliki bukti transaksi dan diperlakukan sesuai ketentuan akuntansi serta perpajakan.

Kendaraan sebagai aset perusahaan juga dapat berkaitan dengan penyusutan. Tetapi perlu digarisbawahi, bukan berarti semua biaya kendaraan otomatis menjadi pengurang pajak.

Perlakuannya tetap melihat ketentuan yang berlaku dan hubungan pengeluaran tersebut dengan kegiatan usaha.

Kalau Atas Nama Pribadi?

Nah, kalau kendaraan dibeli atas nama pribadi, statusnya menjadi aset pribadi, bukan aset PT.

Pilihan ini bisa lebih sesuai kalau kendaraan memang lebih banyak digunakan untuk kepentingan pribadi.

Tetapi bagaimana kalau kendaraan pribadi tersebut sesekali dipakai untuk kegiatan usaha?

Di sinilah pencatatan dan bukti transaksi menjadi penting. Pengusaha perlu memiliki dasar yang jelas apabila ada pembayaran atau penggantian biaya oleh perusahaan.

Jadi, kendaraan atas nama pribadi juga tidak otomatis berarti seluruh biaya penggunaannya bisa dibebankan kepada perusahaan.

Bagaimana Kalau Kendaraan PT Dipakai Direktur atau Pegawai?

Pertanyaan berikutnya biasanya muncul ketika kendaraan perusahaan digunakan oleh direktur atau pegawai.

Penggunaan kendaraan milik PT sebagai fasilitas bagi pegawai perlu dilihat juga dari sisi perpajakan. PMK Nomor 66 Tahun 2023 mengatur perlakuan pajak penghasilan atas natura dan/atau kenikmatan yang diterima pegawai.

Artinya, ketika kendaraan perusahaan digunakan sebagai fasilitas, persoalannya bukan hanya soal siapa yang memegang kunci kendaraan. Ada aspek perpajakan yang juga perlu diperhatikan sesuai kondisi dan ketentuan yang berlaku.

Jadi, Apakah Atas Nama PT Pasti Lebih Hemat Pajak?

Belum tentu.

Ini yang sering perlu diluruskan.

Nama PT atau pribadi bukan satu-satunya faktor yang menentukan perlakuan pajak. Jenis transaksi, tujuan penggunaan kendaraan, pencatatan biaya, penyusutan, serta aturan perpajakan yang berlaku juga ikut menentukan.

Dalam transaksi kendaraan bermotor, misalnya, terdapat ketentuan PPh Pasal 22 atas penjualan kendaraan oleh pihak-pihak tertentu.

Karena itu, jangan sampai keputusan membeli kendaraan atas nama PT hanya didasarkan pada anggapan bahwa pajaknya pasti lebih rendah.

Lalu, Apa yang Sebaiknya Dilihat Sebelum Membeli?

Sederhananya, pengusaha bisa mulai dari beberapa pertanyaan.

Pertama, kendaraan ini sebenarnya untuk apa? Kalau memang untuk operasional perusahaan, kepemilikan atas nama PT dapat lebih sesuai.

Kedua, siapa yang paling sering menggunakan kendaraan? Apakah perusahaan, direktur, pegawai, atau justru untuk kebutuhan pribadi?

Ketiga, bagaimana kendaraan tersebut akan dicatat? Kalau atas nama PT, kendaraan harus masuk dalam pembukuan perusahaan sebagai aset sesuai ketentuan yang berlaku.

Keempat, bagaimana dengan biaya-biayanya? Pembelian, perawatan, dan pengeluaran lainnya perlu didukung dokumen yang memadai.

Kelima, bagaimana rencana ke depannya? Termasuk jika kendaraan suatu saat akan dijual atau dialihkan.

Dari sini terlihat bahwa keputusan tersebut memang tidak cukup hanya melihat soal pajak.

Dasar Hukumnya Bagaimana?

Dari sisi badan usaha, UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas menjadi salah satu dasar hukum mengenai kedudukan PT sebagai badan hukum.

Sementara dari sisi perpajakan, PMK Nomor 66 Tahun 2023 mengatur perlakuan pajak penghasilan atas natura dan/atau kenikmatan. Ketentuan perpajakan lainnya juga mengatur transaksi kendaraan bermotor, termasuk pemungutan PPh Pasal 22 pada transaksi tertentu.

Karena itu, aturan tersebut sebaiknya dipahami sebagai satu kesatuan dengan kondisi penggunaan dan pencatatan kendaraan.

Jadi, Mana yang Lebih Tepat?

Jawabannya kembali kepada kebutuhan.

Kalau kendaraan memang akan menjadi bagian dari kegiatan operasional usaha dan dicatat sebagai aset perusahaan, atas nama PT dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai.

Sebaliknya, kalau kendaraan lebih ditujukan untuk kebutuhan pribadi, atas nama pribadi dapat menjadi pilihan yang lebih tepat.

Tidak ada satu pilihan yang otomatis paling menguntungkan untuk semua pengusaha.

Yang penting, nama kepemilikan, penggunaan kendaraan, pembukuan, dokumen transaksi, dan perlakuan perpajakan harus berjalan konsisten.

Dengan mempertimbangkannya sejak sebelum membeli, pengusaha dapat menentukan pilihan dengan lebih tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


PWI Sulut Tegaskan Profesi Wartawan Bukan Alat Meminta atau Menekan

By On Sabtu, September 12, 2026

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara, Sintya Nidya Christin Bojoh (Dok PWI Sulut)

KONTRAS7.CO.ID — BITUNG — Profesi wartawan bukan kartu untuk meminta-minta. Apalagi digunakan untuk menekan pihak lain demi kepentingan pribadi.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara, Sintya Nidya Christin Bojoh, menegaskan hal tersebut menyikapi dugaan penggunaan proposal kegiatan yang mengatasnamakan wartawan yang bertugas di lingkungan TNI dan Polri.

Menurut Sintya, nama wartawan maupun institusi negara tidak boleh digunakan sebagai alat untuk memperoleh keuntungan pribadi. Terlebih jika ada dugaan tekanan kepada pihak tertentu agar memberikan uang atau bantuan.

"Kalau itu terjadi, saya tidak membenarkan. Apalagi kalau mengatasnamakan instansi terkait untuk kepentingan mereka sendiri," tegas Sintya saat ditemui di sela kegiatan Kajati Sulut Cup V di GOR Dua Sudara, Kelurahan Manembo-Nembo, Kota Bitung, Jumat (11/9/2026).

Lalu, bagaimana sikap organisasi jika yang bersangkutan merupakan anggota PWI?

Sintya memastikan PWI Sulut akan mengambil langkah sesuai aturan organisasi apabila anggotanya terbukti menyalahgunakan profesi.

"Kalau dia anggota PWI, tentunya akan kami tindak sesuai aturan organisasi," ujarnya.

Menurutnya, persoalan seperti ini tidak bisa dianggap sepele. Selain berpotensi merugikan pihak yang menjadi sasaran, tindakan tersebut juga dapat mencoreng nama baik profesi jurnalistik.

Sebab, kata Sintya, kepercayaan masyarakat merupakan modal penting bagi wartawan dalam menjalankan tugas.

Bagaimana jika orang tersebut mengaku sebagai wartawan tetapi bukan anggota PWI?

Sintya meminta pihak yang merasa dirugikan tidak ragu menempuh jalur hukum apabila terdapat dugaan pelanggaran.

"Kalau bukan anggota PWI, silakan dilaporkan ke Polres setempat," katanya.

Sintya juga mengingatkan masyarakat, instansi pemerintah maupun pelaku usaha agar tidak langsung percaya ketika menerima proposal yang mencantumkan nama wartawan, organisasi pers, maupun institusi TNI-Polri.

Identitas pengusul dan tujuan proposal, menurutnya, perlu diverifikasi terlebih dahulu. Dengan begitu, masyarakat dapat memastikan apakah proposal tersebut benar-benar memiliki dasar yang jelas atau justru ada pihak yang menggunakan nama profesi maupun lembaga tertentu untuk kepentingan pribadi.

Ia kembali menegaskan bahwa membawa nama TNI maupun Polri untuk kepentingan pribadi tidak dapat dibenarkan. Begitu pula menggunakan status wartawan untuk memberikan tekanan kepada pihak lain.

"Sekali lagi, saya tidak membenarkan ada wartawan yang melakukan pemerasan, apalagi membawa nama instansi terkait demi kepentingan mereka sendiri," tegasnya.

Meski demikian, Sintya berharap persoalan tersebut tidak kemudian menjadi alasan untuk memberikan stigma kepada seluruh wartawan.

Menurutnya, masih banyak pekerja pers yang menjalankan tugas secara profesional, menjaga independensi, dan berpegang pada Kode Etik Jurnalistik.

Karena itu, ia mengajak seluruh wartawan di Sulawesi Utara, khususnya anggota PWI, untuk menjaga marwah profesi.

"Jalankan tugas dan pekerjaan sesuai dengan jabatan dan fungsinya. Mari kita jaga kepercayaan masyarakat terhadap profesi wartawan dengan integritas dan tanggung jawab," pungkas Sintya.



PWI Banten Gelar Doa Bersama untuk Lima Wartawan yang Masih dalam Pencarian

By On Sabtu, September 12, 2026

Pengurus PWI se-Banten berbincang dengan Kapolda Banten Irjen Pol Hengki di posko pencarian Carita, Sabtu (12/9/2026).

Kontras7.co.id – PANDEGLANG | Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten menggelar doa bersama untuk lima wartawan yang hilang kontak saat hendak melakukan peliputan di kawasan Gunung Anak Krakatau. Kegiatan digelar di posko pencarian kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (12/9/2026).

Doa bersama tersebut menjadi bentuk solidaritas sekaligus dukungan moral PWI Banten kepada lima wartawan yang hingga hari kelima masih dalam pencarian tim gabungan.

Ketua PWI Banten Rian Nopandra bersama Sekretaris PWI Banten Fahdi Khalid dan Wakil Ketua Bidang Organisasi Teguh Akbar Idham hadir dalam kegiatan tersebut. Sejumlah pengurus PWI kabupaten/kota di Banten juga turut hadir.

Di antaranya Ketua PWI Cilegon Ahmad Fauzi Chan, Ketua PWI Pandeglang Asep Mujahidin, Ketua PWI Lebak RA Sudrajat, Ketua PWI Kabupaten Serang Andrea Nanda Saputra, serta pengurus bidang wartawan industri dan lingkungan David Nababan dan bidang wartawan hukum dan HAM Raden Dede.

Ketua PWI Banten Rian Nopandra atau akrab disapa Opan mengatakan, kehadiran jajaran PWI Banten di posko pencarian merupakan bentuk kepedulian terhadap rekan-rekan wartawan yang tengah menghadapi situasi sulit.

“Kami dari PWI Banten bersama jajaran PWI kabupaten/kota hadir sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan-rekan wartawan yang masih dalam pencarian. Kami berdoa dan berharap kelimanya segera ditemukan dalam keadaan selamat,” kata Opan.

Ia menegaskan, keselamatan wartawan harus menjadi prioritas dalam menjalankan tugas jurnalistik, khususnya ketika melakukan peliputan di wilayah yang memiliki risiko tinggi.

“Berita memang penting. Tetapi keselamatan rekan-rekan di lapangan jauh lebih penting. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua agar selalu memperhatikan keselamatan dalam menjalankan tugas jurnalistik,” ujarnya.

Selain mendoakan lima wartawan yang masih dalam pencarian, PWI Banten juga mendoakan seluruh personel yang terlibat dalam operasi pencarian agar diberikan keselamatan, kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas.

“Kita masih memiliki harapan besar. Mari bersama-sama berdoa agar lima rekan wartawan kita segera ditemukan dan seluruh proses pencarian diberikan kelancaran,” pungkas Opan.

Dalam kesempatan tersebut, jajaran pengurus PWI se-Banten juga berbincang dengan Kapolda Banten Irjen Pol Hengki di posko pencarian Carita.

Hengki mengatakan, memasuki hari kelima, tim gabungan terus memperluas dan memaksimalkan upaya pencarian. Menurutnya, armada yang dikerahkan telah bertambah menjadi 14 unit yang ditempatkan di tujuh lokasi, dengan melibatkan sekitar 350 personel tim gabungan.

“Kita akan terus memaksimalkan pencarian rekan-rekan wartawan dan mohon doanya agar dilancarkan,” kata Hengki.

PWI Banten menyatakan akan terus memberikan dukungan kepada keluarga dan berharap operasi pencarian segera menemukan titik terang, sehingga lima wartawan tersebut dapat kembali berkumpul bersama keluarga dalam kondisi selamat.

Insentif Pemungutan Pajak dan Retribusi Daerah, Apa Dasar Hukumnya?

By On Sabtu, September 12, 2026

Ilustrasi regulasi dan pengelolaan pajak 
serta retribusi daerah sebagai bagian 
dari pendapatan daerah.

KONTRAS7.CO.ID — JAKARTA — Insentif pemungutan pajak dan retribusi daerah merupakan kebijakan yang memiliki dasar hukum serta mekanisme tertentu. Pemberiannya berkaitan dengan pencapaian kinerja dalam pemungutan pendapatan daerah.

Ketentuan mengenai insentif tersebut antara lain diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD) serta Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pemberian dan Pemanfaatan Insentif Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Dasar Hukumnya

Dalam Pasal 104 UU Nomor 1 Tahun 2022 disebutkan bahwa instansi yang melaksanakan pemungutan pajak dan retribusi dapat diberikan insentif berdasarkan pencapaian kinerja tertentu.

Pemberian insentif tersebut ditetapkan melalui APBD, sedangkan tata cara pemberian dan pemanfaatannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah.

PP Nomor 69 Tahun 2010 menjadi salah satu ketentuan yang mengatur tata cara tersebut. Berdasarkan basis data peraturan BPK, PP tersebut masih berstatus berlaku.

Siapa yang Dapat Menerima?

PP Nomor 69 Tahun 2010 mengatur pemberian insentif secara proporsional kepada pejabat dan pegawai instansi pelaksana pemungut pajak dan retribusi sesuai tanggung jawab masing-masing.

Ketentuan itu juga mencakup kepala daerah dan wakil kepala daerah, sekretaris daerah, pemungut Pajak Bumi dan Bangunan pada tingkat desa/kelurahan dan kecamatan, kepala desa/lurah atau sebutan lain, camat, tenaga lainnya yang ditugaskan oleh instansi pelaksana pemungut pajak, serta pihak lain yang membantu pelaksanaan pemungutan.

Namun, pencantuman pihak-pihak tersebut dalam peraturan bukan berarti setiap pihak secara otomatis menerima insentif. Pemberian tetap mengikuti persyaratan, pencapaian kinerja, penganggaran, pembagian secara proporsional, serta ketentuan yang berlaku.

Berkaitan dengan Kinerja

PP Nomor 69 Tahun 2010 mengatur bahwa instansi pelaksana pemungut pajak dan retribusi dapat diberikan insentif apabila mencapai kinerja tertentu.

Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja instansi, semangat kerja pejabat atau pegawai, pendapatan daerah, serta pelayanan kepada masyarakat.

Dalam ketentuan tersebut, pembayaran insentif dilakukan secara triwulanan dengan mekanisme yang dikaitkan dengan pencapaian target kinerja.

Ada Ketentuan Khusus

Untuk kepala daerah, wakil kepala daerah, dan sekretaris daerah, PP Nomor 69 Tahun 2010 memuat ketentuan khusus. Pemberian insentif kepada pihak-pihak tersebut dapat diberikan apabila ketentuan mengenai remunerasi belum diberlakukan di daerah yang bersangkutan.

Karena itu, keberadaan nama atau jabatan tertentu dalam ketentuan penerima tidak dapat dimaknai sebagai hak pembayaran yang otomatis berlaku dalam setiap kondisi.

Penganggaran dan Batasan

Insentif pemungutan pajak dan retribusi daerah merupakan bagian dari mekanisme pengelolaan pendapatan dan keuangan daerah. Pemberiannya harus diperhitungkan dalam APBD dan mengikuti batasan serta tata cara yang ditetapkan dalam peraturan.

Dengan demikian, pembahasan mengenai insentif tidak hanya berkaitan dengan siapa yang dapat menerima, tetapi juga menyangkut kinerja, penganggaran, pembagian secara proporsional, serta ketentuan pelaksanaannya.

Bagaimana dengan Aturan di Daerah?

Pelaksanaan kebijakan pajak dan retribusi daerah juga mengikuti regulasi masing-masing daerah. Pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota dapat memiliki Perda dan peraturan kepala daerah sebagai bagian dari pelaksanaan ketentuan nasional.

Karena itu, untuk mengetahui penerapan insentif di suatu daerah, masyarakat perlu melihat pula regulasi daerah, APBD, serta keputusan kepala daerah yang menjadi dasar pelaksanaannya.

Ketentuan UU HKPD

UU Nomor 1 Tahun 2022 juga memberikan ketentuan peralihan. Pasal 190 menyatakan bahwa ketentuan mengenai insentif pemungutan pajak dan retribusi sebagaimana diatur dalam Pasal 104 hanya dapat dilaksanakan sampai diberlakukannya pengaturan mengenai penghasilan aparatur sipil negara yang telah mempertimbangkan kelas jabatan untuk tugas dan fungsi pemungutan pajak dan retribusi.

Ketentuan tersebut penting diperhatikan ketika melihat pelaksanaan insentif saat ini.

Dasar Hukum yang Relevan

Untuk memahami kebijakan ini, beberapa ketentuan yang relevan antara lain:

  • UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, khususnya Pasal 104 dan Pasal 190.
  • PP Nomor 69 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pemberian dan Pemanfaatan Insentif Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
  • PP Nomor 35 Tahun 2023 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, sebagai bagian dari kerangka pelaksanaan UU HKPD dan pedoman bagi pemerintah daerah dalam penyusunan regulasi pajak dan retribusi.
  • Perda dan peraturan kepala daerah yang berlaku di masing-masing wilayah.
  • APBD dan keputusan kepala daerah yang berkaitan dengan pelaksanaan serta penetapan sesuai ketentuan.

Catatan Redaksi

Artikel ini disusun sebagai informasi dan edukasi publik mengenai dasar hukum dan mekanisme insentif pemungutan pajak dan retribusi daerah.

Pencantuman sejumlah jabatan atau pihak dalam peraturan tidak berarti seluruhnya secara otomatis menerima insentif. Pelaksanaannya tetap bergantung pada kinerja, penganggaran, ketentuan remunerasi, regulasi daerah, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Artikel ini tidak menilai atau menyimpulkan penerimaan insentif oleh pejabat atau pihak tertentu di daerah tertentu.


Dinas PUPR Banten dan PWI Lebak Selatan Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

By On Sabtu, September 12, 2026

Penyaluran bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak.

KONTRAS7.CO.ID — LEBAK — Dinas PUPR Provinsi Banten melalui UPTD Pengelolaan DAS Ciliman-Cisawarna bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pokja Lebak Selatan aktif berkolaborasi menyalurkan bantuan air bersih bagi warga yang mengalami krisis air akibat musim kemarau.

Penyaluran bantuan air bersih tersebut dilakukan di Kampung Babakan Jaha, Desa Rahong, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak.

Kepala UPTD Pengelolaan DAS Ciliman-Cisawarna, Sofyadi, SE, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Banten agar seluruh perangkat daerah bergerak cepat mengantisipasi dampak kekeringan yang mulai terjadi di sejumlah wilayah.

“Penyediaan air bersih menjadi prioritas pemerintah karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Air bersih merupakan kebutuhan pokok masyarakat,” katanya.

Sofyadi menambahkan, seluruh armada mobil tangki air telah disiagakan untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan selama musim kemarau.

“Kami memastikan seluruh armada mobil tangki air bersih dalam kondisi siap beroperasi. Tim di lapangan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar penyaluran bantuan berlangsung efektif, cepat, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Di tempat terpisah, mewakili UPTD, H. Kuncoro menegaskan bahwa distribusi air bersih dilakukan secara cepat dan tepat sasaran agar kebutuhan konsumsi, memasak, serta keperluan rumah tangga warga tetap terpenuhi.

“Selain mendistribusikan bantuan, UPTD Pengelolaan DAS Ciliman-Cisawarna terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten, unsur Muspika, serta pemerintah desa untuk memetakan wilayah yang mengalami kekeringan dan memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris PWI Pokja Lebak Selatan, Rijal Iskandar, mengungkapkan dukungan penuh terhadap pelaksanaan suplai air bersih tersebut sebagai bentuk pelayanan pemerintah dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kondisi kekeringan.

“Suplai air bersih ini merupakan bentuk pelayanan dan kepedulian pemerintah untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau,” ujarnya.

1.653 Sekolah Dikeluarkan dari Penerima MBG, BGN Prioritaskan Wilayah 3T

By On Jumat, September 11, 2026

Kepala BGN Sudaryono saat menyampaikan kebijakan terkait program MBG.

KONTRAS7.CO.ID — JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, mayoritas satuan pendidikan yang dikeluarkan merupakan sekolah swasta bertaraf internasional, sekolah yang bekerja sama dengan institusi internasional maupun nasional, serta sekolah yang secara finansial sudah mandiri dan tidak bergantung pada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Kami mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan atau sekolah dari daftar penerima manfaat MBG di seluruh Indonesia,” kata Sudaryono.

BGN, kata Sudaryono, telah bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama untuk mendata seluruh satuan pendidikan di Indonesia.

Dari lebih dari 580 ribu satuan pendidikan yang mencakup sekolah negeri, madrasah, pondok pesantren, dan satuan pendidikan keagamaan lainnya, lebih dari 340 ribu telah mendapatkan layanan program MBG.

“Artinya, masih ada sekitar 240 ribu sekolah yang belum menerima program MBG,” ujarnya.

Menurut Sudaryono, BGN menerima banyak permohonan dari sekolah yang belum mendapatkan layanan MBG. Permohonan tersebut akan diinvestigasi untuk kemudian dilayani secara bertahap sesuai tahapan yang telah ditetapkan.

Prioritas pelayanan diberikan kepada satuan pendidikan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta daerah dengan angka stunting tinggi dan sangat tinggi.

Sudaryono mencontohkan Maluku dan Papua sebagai wilayah prioritas. Di kedua wilayah tersebut terdapat sekitar 15 ribu satuan pendidikan yang belum terlayani program MBG.

Selain Maluku dan Papua, BGN juga akan memprioritaskan wilayah 3T lainnya serta daerah dengan angka stunting tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Untuk memperluas layanan, BGN akan membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah prioritas secara bertahap dan terukur.

Langkah tersebut dilakukan agar pelaksanaan program MBG berjalan aman, efisien, dan tepat sasaran.

Gubernur Andra Soni Ikut dalam Pencarian Lima Jurnalis Bersama Tim SAR di Selat Sunda

By On Jumat, September 11, 2026

Gubernur Banten, Andra Soni ikut langsung dalam proses pencarian lima jurnalis dan tiga awak speedboat yang hilang kontak pada Senin lalu, 07 September 2026, saat melakukan peliputan Anak Gunung Krakatau. 

CILEGON, Kontras7.co.id - Gubernur Banten, Andra Soni ikut langsung dalam proses pencarian lima jurnalis dan tiga awak speedboat yang hilang kontak pada Senin lalu, 07 September 2026, saat melakukan peliputan Anak Gunung Krakatau. 

Gubernur Andra Soni bersama Tim SAR Gabungan menggunakan KN SAR 247 Tetuka dari Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, pada Jumat pagi, 11 September 2026. 

"Setelah empat jam perjalanan kita telah mendekati lokasi, dan ini masih di area yang aman, artinya di luar 3 Km dari Gunung Anak Krakatau. Ini kita sedang memutari Pulau Rakata," ujar Andra Soni. 

Dalam kesempatan itu, Andra Soni juga menunjukkan Pulau Rakata Besar dan Gunung Anak Krakatau dari dalam kapal yang dinaikinya bersama Tim SAR Gabungan. 

"Itu Rakata Besar dan itu yang ada siluetnya itu Gunung Anak Krakatau," ujarnya. 

Andra Soni juga menyampaikan, Tim SAR gabungan yang berada di kapal RIB 02 tengah melakukan penyisiran di Pulau Sertung yang tidak jauh dari Gunung Krakatau. 

"Kita memberikan dukungan kepada RIB 02 yang sedang menuju Pulau Sertung yang sedang melakukan penyisiran," ujarnya. (*/red)

Pemkab Serang Raih Penghargaan Bidang Manajemen ASN dari BKN

By On Jumat, September 11, 2026

Pemkab Serang raih penghargaan dari BKN. 

SERANG, Kontras7.co.id - Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional (Kanreg) III Jawa Barat- Banten memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang yang dipimpin Bupati Ratu Rachmatuzakiyah. 

Penghargaan BKN pada Bidang Manajemen ASN, Kategori Layanan Penilaiaan Potensi dan Kompetensi Wilayah Sedang. 

Penghargaan diterima oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Serang, Iskandar Nordat bersamaan dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi Kepegawaian tingkat Kantor Regional III Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jawa Barat dan Banten di Aula BKN Kanreg III Bandung pada Rabu, 09 September 2026. 

Kepala BKN Kanreg III Jabar-Banten, Wahyu menyampaikan selamat kepada Pemkab Serang yang dipimpin Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah atas penghargaan Bidang Manajemen ASN,  Kategori Layanan Penilaiaan Potensi dan Kompetensi Wilayah Sedang. 

"Semoga penghargaan ini berdampak terhadap peningkatan kinerja ASN, dalam melayani masyarakat Kabupaten Serang menuju Serang Bahagia," kata Kepala BKN Kanreg III Jabar-Banten, Wahyu. 

Wahyu juga mengungkapkan bahwa BKN Kanreg III Jabar-Banten memberikan penghargaan kepada Pemkab Serang atas dasar komitmen salah satu pemerintah daerah yang melakukan penilaian potensi dan kompetensi terhadap ASN di lingkungan Pemkab Serang, salah satunya adalah sistem penilaian manajemen talenta. 

"Komitmennya juga dalam bentuk terus melakukan sinergi dan berkoordinasi dengan BKN dalam menerapkan program-program BKN, salah satunya yang sistem manajemen talenta," terangnya. 

Apresiasi juga disampaikan Kepala BKN Pusat, Zudan Arif Fakrullah. 

Turut hadir pada Rapat Koordinasi Kepegawaian tingkat Kantor Regional III Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jabar-Banten para deputi, para direktur pengawasan dan pengendalian, dan para Kepala BKPSDM se Provinsi Jabar dan Banten. (*/red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *