Bupati Serang Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor, Perusahaan Diminta Gunakan Batik Kaserangan
On Kamis, November 05, 2026
secara simbolis kepada barista dalam kegiatan Gebyar Produk Ekspor
di Swiss-Belinn Hotel, Cikande.
KONTRAS7.CO.ID — KABUPATEN SERANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu memperluas pemasaran produk hingga ke pasar internasional. Selain meningkatkan kualitas produk, dukungan pendampingan, perizinan, dan akses pembiayaan dinilai penting untuk membantu UMKM, terutama eksportir pemula.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, Kabupaten Serang memiliki beragam produk unggulan yang berpotensi dikembangkan, di antaranya kopi dan Batik Kaserangan.
Hal tersebut disampaikan Ratu saat menghadiri Gebyar Produk Ekspor di Swiss-Belinn Hotel, Cikande, Selasa (3/11/2026). Dalam kegiatan itu, sejumlah perusahaan eksportir dan pelaku UMKM Kabupaten Serang menampilkan produk unggulan mereka.
Menurut Ratu, UMKM perlu mendapat pendampingan agar produknya memenuhi persyaratan perusahaan maupun pasar yang lebih luas. Karena itu, ia berharap Bea Cukai dapat membantu memberikan pendampingan dan kemudahan bagi pelaku usaha yang ingin mulai mengekspor produknya.
Ia juga meminta dukungan perbankan agar pelaku UMKM lebih mudah memperoleh layanan, perizinan, dan akses pinjaman untuk mengembangkan usaha.
Ratu menyebut, sejumlah pelaku usaha yang telah mengantongi surat keterangan ekspor mulai memasarkan produknya ke berbagai negara, termasuk kawasan Eropa.
Pemkab Serang, lanjutnya, akan terus mendukung UMKM agar tidak hanya mengandalkan pasar lokal, tetapi juga memiliki kesempatan menembus pasar global.
Namun, pelaku usaha perlu menjaga kualitas produk, kemasan, perizinan, serta kepastian pasokan. Hal-hal tersebut menjadi bagian penting agar produk UMKM dapat memenuhi kebutuhan dan standar pasar ekspor.
Untuk produk kopi, Ratu menyebut sudah ada pelaku usaha yang melakukan ekspor secara langsung kepada pelanggan di luar negeri.
Sementara itu, pemasaran Batik Kaserangan masih diperkuat di pasar lokal. Ratu mengajak masyarakat dan para pimpinan perusahaan di Kabupaten Serang untuk menggunakan produk batik khas daerah tersebut.
Ia mengatakan, Batik Kaserangan memiliki 12 motif yang telah mendapatkan hak kekayaan intelektual. Pemkab Serang juga telah menerbitkan surat edaran terkait penggunaan batik tersebut dan akan terus mendorong penerapannya.
“Kalau bukan kita sendiri yang mencintai produk kita, yang membanggakan produk kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” ujar Ratu.
Menurutnya, semakin banyak masyarakat dan perusahaan menggunakan Batik Kaserangan, semakin terbuka pula peluang bagi pelaku UMKM batik untuk meningkatkan produksi dan menopang perekonomian keluarga.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang Adang Rachmat mengatakan, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk belajar dari perusahaan yang sudah menjalankan ekspor.
Dengan menghadirkan perusahaan eksportir bersama pelaku UMKM, para pengusaha lokal diharapkan dapat memahami proses dan persyaratan untuk memasarkan produk ke luar negeri.
Adang menambahkan, pemerintah daerah juga telah memberikan dukungan sarana usaha kepada pelaku usaha kopi. Bantuan berupa gerobak lengkap dengan peralatan diberikan kepada barista yang telah mengikuti pelatihan, untuk kemudian ditempatkan di lokasi strategis.
Dalam kegiatan tersebut, secara simbolis diserahkan bantuan gerobak kopi kepada lima barista yang mengikuti pelatihan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang.
Adang juga menyebut aktivitas ekspor sejumlah perusahaan di Kabupaten Serang terus berjalan. Salah satunya perusahaan produsen sedotan plastik yang mengirimkan produknya ke China dan Taiwan sebanyak 15 kontainer setiap bulan.
Selain itu, terdapat perusahaan yang mulai mengekspor produk keramik berupa gelas ke Taiwan dan Abu Dhabi. Proses pengerjaan, pemolesan, dan pewarnaan keramik tersebut masih dilakukan secara tradisional. Produk sepeda dari perusahaan yang beroperasi di kawasan Modern Cikande juga menjadi bagian dari kegiatan ekspor di daerah tersebut.
Sebanyak 69 perusahaan eksportir diundang dalam kegiatan Gebyar Produk Ekspor tersebut. Pemkab Serang berharap keberadaan perusahaan-perusahaan itu dapat menjadi kesempatan belajar sekaligus membuka peluang bagi UMKM lokal untuk mengembangkan pasar.
























