Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
Pertumbuhan Kawasan Industri di Kota Serang Dinilai Dapat Mendorong Pergerakan Ekonomi Masyarakat Lokal

By On Kamis, Mei 14, 2026

Ilustrasi aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan industri di Kota Serang.

KONTRAS7.CO.ID - Serang - Kamis (14/5/2026) Perkembangan kawasan industri di Kota Serang, Banten, Indonesia dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan investasi dan penyerapan tenaga kerja, tetapi juga berpotensi mendorong pergerakan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan industri.

Seiring tumbuhnya aktivitas industri, berbagai sektor usaha lokal seperti UMKM, kuliner, jasa transportasi, hingga perdagangan diperkirakan ikut terdorong dan berkembang mengikuti kebutuhan kawasan industri tersebut.

Namun demikian, optimalisasi dampak ekonomi tersebut dinilai sangat bergantung pada kesiapan masyarakat lokal dalam menangkap peluang yang muncul dari aktivitas industri yang terus berkembang.

Arie Budiarto, warga Kota Serang sekaligus pemerhati kebijakan publik, menilai bahwa pertumbuhan kawasan industri perlu dilihat secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi investasi dan tenaga kerja, tetapi juga dampaknya terhadap ekonomi masyarakat sekitar.

“Pertumbuhan industri tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi baru di masyarakat sekitar kawasan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaku UMKM dan usaha kecil perlu mulai beradaptasi dengan dinamika pertumbuhan industri agar dapat memanfaatkan peluang ekonomi yang muncul.

“Ketika kawasan industri berkembang, kebutuhan pendukung seperti konsumsi, jasa, dan perdagangan juga ikut meningkat. Ini menjadi peluang yang harus bisa ditangkap masyarakat lokal,” tambahnya.

Proyek Rp4,3 Miliar di Kota Serang Bantuan Keuangan Pemkot Tangsel Diduga Abaikan Spesifikasi

By On Rabu, Mei 13, 2026

Proyek Rp4,3 miliar bantuan keuangan Pemkot Tangsel di Kota Serang disorot. Warga menduga pekerjaan drainase tidak sesuai spesifikasi teknis.

KONTRAS7.CO.ID - Serang - 13 Mei 2026 - Salah seorang warga Kecamatan Taktakan menyoroti pekerjaan proyek rekonstruksi Jalan Ranca Tales, Kota Serang, yang saat ini tengah berlangsung. Warga tersebut mengaku melihat adanya pekerjaan pemasangan saluran U-Ditch yang dinilai tidak sesuai dengan metode pekerjaan pada umumnya.

Menurut keterangan warga, pemasangan U-Ditch diduga dilakukan tanpa menggunakan alas pasir (bedding) sebagai dasar pemasangan.

“Yang saya lihat setelah dilakukan pengerukan tanah, U-Ditch langsung dipasang begitu saja tanpa terlihat adanya alas pasir,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Diketahui, proyek rekonstruksi Jalan Ranca Tales tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp4.376.090.000 yang bersumber dari Bantuan Keuangan (BANKEU) Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Dalam pelaksanaannya, proyek tersebut dikerjakan oleh CV Aura Nabil Pratama selaku pelaksana, dengan PT Setara Inti Rekayasa sebagai konsultan pengawas.

Menindaklanjuti informasi dari warga, tim investigasi media kemudian melakukan peninjauan langsung ke lokasi pekerjaan. Dari hasil investigasi lapangan, ditemukan dugaan bahwa pemasangan U-Ditch memang dilakukan tanpa menggunakan alas pasir sebagai bantalan dasar.

Padahal, dalam pekerjaan konstruksi drainase, alas pasir memiliki fungsi penting untuk menjaga kestabilan struktur, mencegah penurunan tanah yang tidak merata, serta membantu pengaturan kemiringan saluran agar aliran air dapat berjalan optimal.

Secara teknis, pemasangan U-Ditch tanpa alas pasir berpotensi menimbulkan berbagai dampak, mulai dari penurunan struktur, retakan pada saluran, hingga genangan air akibat posisi saluran yang tidak stabil. Kondisi tersebut tentunya dapat mempengaruhi kualitas dan ketahanan hasil pekerjaan dalam jangka panjang.

Saat dikonfirmasi terkait dugaan tersebut, pihak pelaksana maupun pihak terkait terkesan saling lempar tanggung jawab dan hingga kini belum memberikan penjelasan resmi kepada publik.

Kami sangat menyayangkan sikap pihak pelaksana yang dinilai kurang kooperatif. Di era keterbukaan informasi dan transparansi publik saat ini, setiap pihak yang terlibat dalam penggunaan anggaran negara seharusnya dapat memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat.

Apalagi anggaran proyek tersebut bersumber dari bantuan keuangan Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang berasal dari uang negara dan pada akhirnya merupakan bagian dari uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan.

Publik tentu berharap proyek yang menggunakan anggaran miliaran rupiah tersebut benar-benar dikerjakan sesuai spesifikasi dan standar teknis, sehingga kualitas pembangunan dapat dirasakan masyarakat serta tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Atas temuan tersebut, tim investigasi media akan melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada dinas terkait guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi resmi mengenai pelaksanaan proyek tersebut.

Program Infrastruktur Pemkot Serang Diapresiasi, Warga Minta Kualitas Pekerjaan dan Pengawasan Diperketat

By On Minggu, Mei 10, 2026

Kondisi pembangunan infrastruktur 
jalan di kota serang tahun 2026.

KONTRAS7.CO.ID - Serang  - Arie Budiarto, warga Kota Serang, sekaligus pemerhati kebijakan publik mengapresiasi program pembangunan infrastruktur yang dijalankan Wali Kota Serang Budi Rustandi dan Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia karena dinilai memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Namun, di lapangan masih ditemukan sejumlah pekerjaan yang dinilai perlu menjadi perhatian serius, mulai dari betonisasi yang mengalami retak, pemasangan u-ditch, hingga kualitas material dan pelaksanaan pekerjaan yang harus benar-benar sesuai spesifikasi teknis.

Menurut Arie, pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya mengejar percepatan pekerjaan, tetapi juga harus mengutamakan kualitas agar hasil pembangunan bertahan lama dan tidak cepat rusak. 

Karena itu, ia meminta pengawasan dari OPD teknis terkait diperketat, baik terhadap kontraktor pelaksana maupun konsultan pengawas.

“Jangan sampai program yang bagus justru menimbulkan pertanyaan di masyarakat karena kualitas pekerjaan di lapangan dinilai kurang maksimal. Pengawasan harus diperkuat agar pembangunan benar-benar menghasilkan kualitas yang baik dan sesuai harapan masyarakat,” ujar Arie.

Ia menegaskan, masukan tersebut merupakan bagian dari kontrol sosial demi mendukung pembangunan infrastruktur Kota Serang yang lebih baik, berkualitas, dan tepat sasaran bagi masyarakat.

Proyek Jalan Jakung–Gedeg Rp4,9 Miliar Bantuan Keuangan Pemkot Tangsel Disorot, Diduga Abaikan K3

By On Jumat, Mei 08, 2026

Foto: Kondisi proyek Jalan Jakung–Gedeg Kota Serang yang bersumber dari bantuan keuangan Pemkot Tangerang Selatan.

KONTRAS7.CO.ID - Serang - Proyek Rekonstruksi Jalan Jakung–Gedeg di Kecamatan Taktakan, Kota Serang, yang bersumber dari bantuan keuangan Pemerintah Kota Tangerang Selatan senilai Rp4.997.360.000 tahun anggaran 2026 menjadi sorotan warga dan aktivis.

Proyek tersebut diduga mengabaikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), minim rambu keselamatan, serta dinilai membahayakan pengguna jalan.

Pantauan di lokasi pada Kamis, 7 Mei 2026, menunjukkan kondisi jalan licin dan berlumpur. Material proyek juga tampak menumpuk di tengah badan jalan hingga mengganggu aktivitas pengendara dan warga yang melintas.

Sejumlah warga mengaku khawatir dengan kondisi proyek yang dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan turun dan jalan menjadi licin.

“Jalannya licin, becek, material juga menumpuk di tengah jalan. Garis pengaman dan rambu-rambu juga tidak ada, jadi cukup membahayakan warga yang melintas,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga berharap proyek yang menggunakan anggaran miliaran rupiah tersebut dapat dikerjakan dengan baik serta mengutamakan keselamatan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Aktivis Muda Banten, FR, bersama tim media menemukan sejumlah dugaan ketidaksesuaian teknis di lapangan. 

Susunan batu penahan tanah dinilai tidak dikerjakan secara maksimal dan kondisi pondasi galian juga dipertanyakan.

FR turut menyoroti minimnya penerapan standar keselamatan kerja karena pekerja tidak terlihat menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap saat bekerja di lapangan.

“Pekerja seharusnya menggunakan APD demi keselamatan kerja. Selain itu, rambu-rambu proyek juga harus dipasang karena ini merupakan jalan aktif yang digunakan masyarakat setiap hari,” tegas FR.

Proyek tersebut diketahui dikerjakan oleh CV. Ilalang dengan pengawasan dari CV. Ratu Cipta Management selaku konsultan pengawas.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana dan konsultan pengawas belum memberikan tanggapan resmi terkait temuan di lapangan. Tim media masih berupaya melakukan konfirmasi.

Proyek Jalan Rp3,1 M di Kota Serang Dipertanyakan, Indikasi Tak Sesuai Spesifikasi Terungkap

By On Selasa, Mei 05, 2026

Kondisi proyek rekonstruksi Jalan 
Taman–Taktakan di Kota Serang saat pemantauan lapangan.

KONTRAS7.CO.ID - Kota Serang - Proyek rekonstruksi Jalan Taman–Taktakan di Kota Serang dengan nilai anggaran Rp3.134.150.000 dari APBD 2026 menjadi sorotan setelah temuan lapangan mengindikasikan pekerjaan diduga tidak sepenuhnya sesuai spesifikasi teknis.

Pemantauan yang dilakukan aktivis FR bersama tim media pada Selasa (5/5/2026) menemukan indikasi pada aspek material dan pelaksanaan pekerjaan di lokasi proyek.

Di lapangan, agregat A tidak teridentifikasi, sementara agregat B diduga tercampur tanah, lumpur, dan pecahan material lain. 

Susunan batu split tampak tidak merata, mengarah pada dugaan pemadatan belum optimal serta ketebalan lapisan yang dipertanyakan.

Temuan juga terlihat pada pekerjaan pengecoran (LC). Permukaan tampak tidak rata dan relatif tipis, sementara besi penopang terlihat berkarat dan tidak presisi, sehingga diduga tidak seluruhnya menggunakan material baru.

Kondisi tersebut mengarah pada dugaan ketidaksesuaian dengan spesifikasi teknis pekerjaan jalan yang umumnya mengatur mutu agregat, komposisi material, serta metode pemadatan. 

Kondisi ini juga dinilai berpotensi menurunkan kualitas konstruksi dan umur layanan jalan.

Saat penelusuran dilakukan, pelaksana proyek maupun konsultan pengawas tidak berada di lokasi. Ketidakhadiran ini menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas pengawasan di lapangan.

“Jika pengawasan tidak berjalan optimal, potensi penurunan mutu pekerjaan menjadi sulit dihindari,” ujar FR.

Ia menegaskan, proyek yang dibiayai dari pajak publik harus dilaksanakan sesuai standar teknis dan prinsip akuntabilitas, bukan sekadar mengejar progres fisik.

FR mendesak Dinas PUPR Kota Serang segera melakukan audit teknis menyeluruh guna memastikan kesesuaian antara pekerjaan di lapangan dengan dokumen kontrak.

Selain itu, aspek keselamatan juga menjadi perhatian. Di sekitar lokasi proyek, rambu peringatan lalu lintas terpantau minim, yang berpotensi menimbulkan risiko bagi pengguna jalan.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun konsultan pengawas terkait temuan tersebut. 

Upaya konfirmasi masih dilakukan sebagai bagian dari prinsip keberimbangan informasi.

Jalan Kota Serang Dikebut, Pengawasan Jangan Sampai Kendor

By On Selasa, April 28, 2026

Ilustrasi: Proyek pembangunan jalan. Kecepatan pengerjaan harus diiringi pengawasan agar hasilnya kuat dan 
tidak cepat rusak.

KONTRAS7.CO.ID - Pembangunan jalan di Kota Serang saat ini terus dikebut di berbagai titik. Program ini penting dan patut didukung karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Namun di tengah percepatan tersebut, pengawasan di lapangan diingatkan tidak boleh ikut melemah.

Arie Budiarto, warga Kota Serang sekaligus pemerhati kebijakan publik, menegaskan bahwa pembangunan yang baik bukan hanya soal cepat selesai, tetapi juga soal kualitas yang benar-benar terjaga.

“Saya mendukung pembangunan ini. Tapi jangan sampai karena mengejar cepat, pengawasan justru kendor,” ujarnya.

Ia menyebut, di lapangan masih ditemukan sejumlah catatan yang perlu diperbaiki, mulai dari pengawasan yang belum maksimal, material yang perlu dipastikan sesuai spesifikasi, hingga kedisiplinan pekerja dalam penggunaan alat pelindung diri (APD).

“Ini kelihatannya sederhana, tapi dampaknya besar ke kualitas jalan. Jangan sampai baru selesai, sudah mulai rusak,” tegasnya.

Menurutnya, karena proyek menggunakan anggaran yang bersumber dari masyarakat, maka hasilnya juga harus benar-benar kembali dirasakan masyarakat.

“Kalau pakai uang rakyat, kualitasnya juga harus maksimal untuk rakyat,” katanya.

Ia mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan dinas terkait untuk memperkuat pengawasan secara konsisten di lapangan.

“Pengawasan itu bukan pelengkap, tapi penentu. Di situlah kualitas dijaga,” ujarnya.

Kecepatan penting, tapi tanpa pengawasan yang kuat, kualitas bisa jadi taruhan.

Rp.50 Miliar untuk Alun-Alun Kota Serang, Warga: Jangan Sekadar Indah, Harus Berdampak Nyata dan Berkualitas

By On Selasa, April 21, 2026

Warga Kota Serang sekaligus pemerhati kebijakan publik, Arie Budiarto, menyampaikan dukungan terhadap revitalisasi Alun-Alun Kota Serang dengan catatan manfaat dan kualitas pembangunan harus benar-benar dirasakan masyarakat. Selasa, 21 April 2026.

KONTRAS7.CO.ID - Kota Serang - Rencana Pemerintah Kota Serang di bawah kepemimpinan Wali Kota Serang, Budi Rustandi, dan Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, untuk merevitalisasi alun-alun dengan anggaran Rp.50 milyar yang saat ini memasuki tahap lelang mendapat dukungan dari masyarakat dengan catatan agar hasilnya benar-benar terasa manfaatnya, bukan sekadar bagus dilihat.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah Kota Serang dalam menata ruang publik agar lebih representatif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Warga Kota Serang sekaligus pemerhati kebijakan publik, Arie Budiarto, menilai revitalisasi ini sebagai langkah yang baik, asalkan pelaksanaannya tepat dan berkualitas. Kepada Media, Selasa, 21 April 2026.

“Kita tentu mendukung. Tapi jangan sampai hasilnya cuma bagus di tampilan. Yang penting itu manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, alun-alun harus menjadi ruang publik yang hidup, bisa digunakan untuk olahraga, rekreasi, hingga kegiatan sosial, dan terbuka untuk semua kalangan.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

“Kalau ditata dengan baik, alun-alun ini bisa jadi pusat aktivitas ekonomi. UMKM jangan hanya dipindahkan, tapi harus benar-benar diberdayakan,” katanya.

Arie juga menyoroti hal yang langsung dirasakan masyarakat, yaitu kemudahan akses, termasuk pengelolaan parkir.

“Kalau ingin alun-alun ini hidup, masyarakat harus dipermudah. Parkir kalau bisa digratiskan dengan skema dari pemerintah Kota Serang, tapi petugas tetap diberdayakan, itu akan sangat membantu,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar penyedia jasa/ kontraktor yang memenangkan lelang benar-benar bekerja secara profesional dan menjaga kualitas pembangunan.

“Ini proyek besar di pusat kota, anggarannya juga tidak kecil. Penyedia jasa harus bekerja profesional, menjaga kualitas sesuai spesifikasi dan RAB, serta memastikan hasilnya benar-benar bisa dipertanggungjawabkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, Arie menekankan pentingnya proses lelang yang transparan agar kepercayaan publik tetap terjaga.

“Intinya sederhana, masyarakat butuh yang terasa, bukan sekadar terlihat,” tambahnya.

Dengan anggaran yang cukup besar tersebut, masyarakat berharap revitalisasi ini tidak hanya selesai secara fisik, tetapi benar-benar berkualitas, tepat guna, dan memberi manfaat nyata bagi warga Kota Serang.

Budi Rustandi Turun Langsung Tinjau Betonisasi Jalan Kota Serang

By On Senin, April 20, 2026

Wali Kota Serang Budi Rustandi 
turun langsung ke lapangan bersama 
Camat Walantaka Muslim dan Kepala Dinas PUPR Iwan Sunardi untuk meninjau dan memastikan kualitas betonisasi 
jalan di Kota Serang
 Senin (20/4/2026)

KONTRAS7.CO.ID - Kota Serang - Wali Kota Serang, Budi Rustandi, didampingi Camat Walantaka Muslim dan Kepala Dinas PUPR Kota Serang Iwan Sunardi, turun langsung ke lapangan meninjau proyek betonisasi jalan di sejumlah titik Kota Serang, Senin (20/4/2026).

Peninjauan dilakukan di beberapa wilayah, mulai dari Kecamatan Walantaka, Kasemen, hingga Taktakan untuk memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran.

Salah satu titik yang ditinjau adalah ruas Jalan Kebon Sawo–Pedalih di Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Walantaka, yang dibangun sepanjang sekitar 800 meter dengan anggaran Rp1,6 miliar dari APBD Kota Serang.

Wali Kota menegaskan pentingnya kualitas pekerjaan dan meminta pengawasan dilakukan secara ketat di lapangan.

“Tidak boleh ada pekerjaan asal jadi. Jika tidak sesuai standar, pembayaran bisa ditunda,” tegasnya.

Pemkot Serang menargetkan peningkatan kualitas jalan dilakukan bertahap hingga tahun 2027 untuk memperlancar mobilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Swasta Gelontorkan Dana CSR Rp.1,47 Milyar untuk Bangun Jalan Kasemen Kota Serang

By On Jumat, November 21, 2025

KONTRAS7.CO.ID - Kota Serang - Pemerintah Kota Serang jalin kerja sama dengan PT. Sauh Bahtera Samudera (SBS) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pembangunan infrastruktur jalan kenari Kasemen Kota Serang. Media kontras7. Jumat, 21 November 2025.

Wali Kota Serang, Budi Rustandi menyatakan, kolaborasi positif dengan pihak swasta ini memberikan dampak langsung bagi percepatan pembangunan dan akses infrastruktur jalan yang digunakan masyarakat.

Pihak swasta (Sauh Bahtera-red) memberikan kontribusi positif bagi warga Kota Serang, salah satunya pembangunan infrastruktur jalan. Ungkap Budi.

Budi menjelaskan, setelah MoU ditandatangani, pelaksanaan teknis akan segera dibahas dengan DPUPR agar pembangunannya dapat dipercepat.

Kepala Dinas PUPR Kota Serang Iwan Sunardi menjelaskan, PT Sauh Bahtera Samudera akan membangun jalan sepanjang 516 meter dengan lebar 5 meter. "Nilai estimasi pembangunan mencapai Rp. 1,47 Milyar",

Lokasi final yang akan ditentukan dalam rapat teknis bersama perusahaan.

Iwan, mengungkapkan target pembangunan dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2026.

Sepanjang tahun 2025 Pemkot Serang telah menerima sejumlah dukungan CSR dari berbagai perusahaan swasta. 

"Tahun ini (2025) ada bantuan dari RS Fatimah, peningkatan simpang sebidang, pembangunan betonisasi perumahan, dan hari ini dari PT Sauh Bahtera Samudera," Ungkapnya. 

Selain itu, ke depan sudah ada beberapa investor lain yang menyatakan minat berpartisipasi dan tinggal menunggu proses legalitas. 

Hal ini menunjukkan semakin tingginya kepedulian dunia usaha terhadap pembangunan infrastruktur di Kota Serang.

​Manager PT Sauh Bahtera Samudera, MB Manto menambahkan, Program ini merupakan CSR pertama PT Sauh Bahtera Samudera di bidang infrastruktur jalan. 

Manto menegaskan, keberlanjutan program CSR tetap bergantung pada kemampuan perusahaan.

“Untuk sektor infrastruktur jalan, ini baru pertama kali. Kalau bantuan air, kami sudah beberapa kali melakukannya. 

Program Ini murni dari penyisihan laba bersih, jadi tentu ada batasnya. "Untuk sekarang, kami fokus menyelesaikan program ini dulu,” tutupnya.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *