Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
Emak-Emak Bergerak, Lintas RW Bersatu: Voli Kocok Griya Permata Asri Jadi Simbol Solidaritas Warga

By On Jumat, April 17, 2026

Suasana pertandingan turnamen voli kocok emak-emak Griya Permata Asri yang diikuti enam tim dari RW 3, RW 4, dan RW 5, berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. 
Jumat, 17 April 2026.

KONTRAS7.CO.ID - Kota Serang - Inisiatif warga kembali menunjukkan peran penting dalam membangun lingkungan yang solid dan harmonis. Berawal dari kegiatan perapian dan perbaikan lapangan voli oleh warga RW 4, semangat kebersamaan tersebut berkembang menjadi ajang silaturahmi lintas wilayah melalui turnamen voli kocok yang digagas para emak-emak Griya Permata Asri.

Turnamen yang diikuti enam tim ini tidak hanya melibatkan warga setempat, tetapi juga diikuti oleh emak-emak dari RW 3 dan RW 5. Kehadiran lintas RW tersebut menjadi bukti bahwa fasilitas lingkungan yang dikelola bersama mampu menjadi ruang pemersatu warga. Jumat, 17 April 2026.

Dengan konsep kocok campuran, para peserta diacak tanpa sekat wilayah, menciptakan suasana pertandingan yang cair, penuh keakraban, serta menjunjung tinggi semangat kebersamaan. Sorak dukungan, canda tawa, dan semangat sportivitas mewarnai jalannya pertandingan.

Perwakilan warga sekaligus peserta, Mama Gita, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian warga, khususnya emak-emak, dalam menjaga keharmonisan lingkungan.

“Alhamdulillah, ini berawal dari kekompakan warga RW 4 yang bersama-sama merapikan lapangan. Setelah itu, kami para emak-emak berinisiatif mengadakan turnamen voli kocok agar lapangan ini benar-benar hidup dan menjadi ruang silaturahmi lintas warga,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pertandingan, melainkan sarana mempererat persaudaraan antarwarga tanpa memandang batas wilayah.

“Kami ingin semua warga merasa memiliki. Kehadiran ibu-ibu dari RW 3 dan RW 5 membuat suasana semakin hangat dan penuh kekeluargaan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mama Gita juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga, khususnya RW 4, yang telah berkontribusi dalam perapian lapangan hingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga RW 4 dan semua pihak yang telah membantu, baik tenaga, pikiran, maupun dukungan. Ini bukti nyata bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan utama di lingkungan kita,” ungkapnya.

Antusiasme warga yang tinggi, baik sebagai peserta maupun pendukung, menjadi energi tersendiri dalam kegiatan ini. Lebih dari sekadar olahraga, turnamen ini menjadi simbol hidupnya nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Di tengah tantangan kehidupan yang semakin individual, langkah sederhana namun penuh makna dari emak-emak Griya Permata Asri ini menjadi pesan kuat bahwa solidaritas, gotong royong, dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utama dalam membangun lingkungan yang tangguh, inklusif, dan berdaya.

Memprihatinkan Tanpa Penanganan Medis Memadai, 1 Lansia Sakit Terbaring Lemah di Kabupaten Serang

By On Jumat, April 03, 2026

KONTRAS7.CO.ID - Serang - Kondisi memprihatinkan dialami sebuah keluarga di Kampung Jelupang Wetan RT/RW 05/02, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten. 

Sebanyak 9 orang harus tinggal di sebuah rumah sempit yang jauh dari kata layak huni, bahkan sebagian bangunannya dilaporkan sudah roboh.

Dari pantauan di lokasi, bangunan rumah terlihat rapuh dengan dinding seadanya, sebagian terbuat dari material sederhana yang sudah lapuk dimakan usia. 

Kondisi semakin mengkhawatirkan karena setengah bagian rumah telah mengalami kerusakan hingga roboh, menyisakan ruang terbatas bagi penghuni untuk bertahan hidup. "Atap rumah yang tidak lagi kokoh juga kerap mengalami kebocoran, terutama saat hujan turun", 

Hal ini memaksa penghuni menaruh ember dan berbagai wadah di sejumlah titik untuk menampung air hujan yang masuk ke dalam rumah.

Bagian dalam rumah pun tidak kalah memprihatinkan. Ruangan yang sempit dipenuhi barang-barang seadanya, dengan pencahayaan dan sirkulasi udara yang minim. Lantai yang lembap serta kondisi kebersihan yang terbatas menambah risiko kesehatan bagi para penghuni, terutama anak-anak dan lansia.

Dari 9 penghuni tersebut, terdapat 2 orang lanjut usia (lansia), di mana 1 di antaranya saat ini dalam kondisi sakit dan hanya bisa terbaring lemah tanpa penanganan medis yang memadai. Kondisi ini semakin memperparah beban keluarga yang harus bertahan di tengah keterbatasan ekonomi.

Pemilik rumah, Kusnadi, diketahui bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Ia bersama keluarganya telah menempati rumah tersebut selama lebih dari 10 tahun dalam kondisi yang jauh dari kata layak.

Ironisnya, kondisi rumah ini sebenarnya sudah pernah mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Pemerintah Desa Sindangheula, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Serang, Perkim Provinsi Banten, hingga Kementerian Sosial pernah melakukan survei langsung ke lokasi. Namun hingga saat ini, belum ada tindak lanjut nyata yang dirasakan oleh keluarga tersebut.

Situasi ini menimbulkan keprihatinan mendalam, baik dari warga sekitar maupun pihak yang melihat langsung kondisi di lapangan. Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung justru berada dalam kondisi yang membahayakan keselamatan penghuninya, terlebih saat cuaca ekstrem melanda.

Warga berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret dan cepat dalam memberikan bantuan, baik berupa perbaikan rumah tidak layak huni maupun bantuan sosial lainnya. Selain itu, perhatian khusus juga diharapkan bagi lansia yang sakit agar mendapatkan penanganan medis yang layak.

Kisah ini menjadi potret nyata bahwa masih ada masyarakat di Kabupaten Serang yang hidup dalam keterbatasan ekstrem dan membutuhkan uluran tangan. Besar harapan, melalui perhatian dan aksi nyata dari berbagai pihak, keluarga ini dapat segera merasakan hunian yang lebih layak, aman, dan manusiawi.

Anggota DPRD Tinjau Lokasi Banjir RSUD Kota Serang

By On Selasa, Januari 13, 2026

didampingi Pihak RSUD Kota Serang. 
Selasa, 13 Januari 2026

KONTRAS7.CO.ID - Kota Serang - Anggota DPRD Kota Serang dari Komisi III tinjau lokasi banjir RSUD Kota Serang.

Ketua Komisi III DPRD Kota Serang, Heni Sulastri, SE.I, MM, mengatakan kedatangannya bersama rekan anggota komisi III tersebut dalam rangka monitoring dan pengawasan. Khususnya menyikapi adanya genangan air di area rumah sakit yang berpotensi mengganggu pelayanan kesehatan medis dan kenyamanan pasien. Kepada Media kontras7. Selasa, 13 Januari 2026.

Ada beberapa yang menjadi pembahasan dan memberikan solusi. "DPRD mendorong penanganan yang bersifat jangka pendek dan jangka panjang", kata Heni.

Ia, mengungkapkan untuk jangka pendek, DPRD meminta adanya langkah cepat penanganan genangan air, agar pelayanan rumah sakit tetap berjalan normal dan untuk jangka panjang, DPRD akan mengawal koordinasi lintas OPD terkait, khususnya dinas teknis, guna perbaikan sistem drainase dan penataan lingkungan sekitar rumah sakit.

"Sebenarnya bukan hanya di RSUD ini saja tapi daerah lain yang terdampak banjir. DPRD juga berkomunikasi dengan pemerintah Kota Serang untuk bagaimana kita bisa bersama-sama membantu penanganan banjir ini". Ungkapnya.

Ia, mengungkapkan salah satunya kondisi sistem drainase di lingkungan RSUD dan sekitarnya.

Heni menjelaskan, pihak rumah sakit sudah melakukan langkah - langkah penanganan sementara.

Kebutuhan dukungan dari pemerintah daerah dan OPD terkait agar persoalan ini tidak berulang. Ungkapnya.

Heni mengatakan, permasalahan genangan air atau banjir bukan hanya Pemerintah Kota Serang dan DPRD Kota Serang saja, tapi kita semua bareng - bareng dengan masyarakat untuk bisa mengatasi banjir ini bersama - sama.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua Komisi III Saipulloh Jueng, menambahkan di area rumah sakit ada sekitar 30 sumur resapan kedalaman 1 meter. Kedepannya harus ditambahkan dan kondisi sungai dangkal perlu dilakukan pengerukan.

Ia, berharap agar kedepannya apabila terjadi curah hujan yang tinggi, kejadian seperti saat ini tidak terulang lagi yang berdampak mengganggu pelayanan.

Ia, juga mengajak masyarakat untuk saling menjaga lingkungan dan jangan membuang sampah sembarang. "Dapat menyumbat saluran air",

Direktur RSUD Kota Serang, dr.H.A. Humariadi Mars menambahkan, bahwa pihaknya telah melakukan mitigasi terhadap sumber- sumber penyebab banjir.

Untuk penanganan sementara telah melakukan pembuatan tanggul di sisi samping pintu IGD RSUD Kota Serang. Katanya.

Ia, mengungkapkan telah menyampaikan surat serta melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang terkait peminjaman alat berat (beko) beserta operator, serta permohonan pengaspalan jalan dalam lingkungan RSUD Kota Serang.

Ia juga telah melakukan koordinasi dengan pihak pemadam kebakaran Kota Serang terkait peminjaman mesin sedot air. Jelasnya.

Kami mengucapkan terima kasih atas kedatangan anggota DPRD Kota Serang dari Komisi III sebagai mitra kerja, untuk melakukan monitoring dan pengawasan terhadap rumah sakit ini. Ungkapnya.

Ia menambahkan akan merencanakan pengurugan lahan agar elevasi area RSUD Kota Serang sejajar dengan jalan utama. Tutupnya.

Direktur RSUD Kota Serang Baru Dilantik, Siap Optimalkan Pelayanan

By On Kamis, November 06, 2025

Direktur RSUD Kota Serang, dr.H.A.Humariadi Mars. 
Kamis, 6 November 2025.

KONTRAS7.CO.ID - Kota Serang - Rumah Sakit Umum Daerah Kota Serang, resmi memiliki Direktur yang baru, Wali Kota Serang Budi Rustandi melantik dr.H.A. Humariadi Mars pada hari Jumat, 31 Oktober 2025.

Direktur RSUD Kota Serang, dr.H.A.Humariadi Mars mengatakan, akan meningkatkan mutu pelayanan dan pendapatan rumah sakit, sejak dilantik di hari pertama melaksanakan tugas langsung mengadakan apel pagi sekaligus berkunjung menyapa pasien dan petugas yang  sedang bekerja. Kepada Media kontras7. Kamis, 06 November 2025.

Ia, mengungkapkan, mendatangi ke setiap ruang rawat inap, rawat jalan dan poli untuk menyapa pasien dengan memberikan bunga mawar bentuk simbol perhatian dan kasih sayang dengan tema "Direktur menyapa pasien", Berikan hadiah mainan kepada anak - anak.

Meningkatkan pendapatan otomatis bagaimana menciptakan pelayanan yang paripurna sehingga mendapatkan kepercayaan masyarakat bahwa rumah sakit umum daerah kota serang menjadi rumah sakit favorit masyarakat Kota Serang. Ungkapnya.

Oleh karena itu harus dipersiapkan agar RSUD Kota Serang ini sudah siap melayani masyarakat. Mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik sesuai dengan ke ahlian nya, dan melakukan penyegaran alat - alat kesehatan dalam penunjang pelayanan media yang dibutuhkan.

Kedepannya akan buka menu pelayanan baru yg bisa mendongkrak pendapatan, seiring program dari Pemerintah Pusat untuk memprioritaskan pelayanan Kanker, Jantung, Stroke dan Urologi (KJSU), pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), pelayanan CT Scan dan Cath Lab ( laboratorium kateter jantung ), dan Pelayanan Homodialisa (cuci darah). "Optimalkan pelayanan rehabilitasi medis",

Selain meningkatkan mutu pelayanan, ia menjelaskan akan melakukan perbaikan sarana prasarananya agar masyarakat merasa bangga memiliki rumah sakit Kota Serang yang nyaman, merasa bukan di rumah sakit umum daerah. Seperti berada dalam rumah sakit swasta yang atmosfer ruangannya nyaman dan terlihat mewah.

Ia, mengatakan telah membuat usulan draft keputusan Wali Kota Serang agar kedepannya seluruh Puskemas atau PKM yang ada di wilayah Kota Serang wajib merujuk pasien ke RSUD Kota Serang.

Ia berharap di buka nya menu pelayanan baru ini akan meningkatkan pendapatan daerah Kota Serang, yang hasil nya untuk membantu membangun Kota Serang. Tutupnya.

Viral Video Senam Saat Jam Pelayanan, BKPSDM Kota Serang Langsung Sidak ke Puskesmas Walantaka

By On Kamis, Oktober 30, 2025

Kepala BKPSDM Kota Serang, Murni menyampaikan edukasi Pembinaan 
kepada para pegawai Puskesmas Walantaka 
Kota Serang. Kamis, 30 Oktober 2025.

KONTRAS7.CO.ID - Kota Serang - Sempat viral diberbagai media sosial dan pemberitaan media terkait Video Senam saat jam pelayanan di Puskesmas Kecamatan Walantaka  Kota Serang.

Menanggapi Peristiwa tersebut, Pemerintah Kota Serang melalui BKPSDM Kota Serang langsung melakukan sidak untuk di lakukan pembinaan kepada para pegawai Puskesmas Kecamatan Walantaka Kota Serang.

Kepala BKPSDM Kota Serang, Murni, menyampaikan, setelah ada berita yang beredar luas di berbagai media, ia didampingi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan secara cepat mendatangi Puskesmas Walantaka untuk meminta klarifikasi dan kita lakukan pembinaan langsung kepada pihak Puskesmas Walantaka (kepala dan rekan rekan pegawai-red), sebagai evaluasi agar kedepannya kegiatan program senam tersebut dilaksanakan diluar jam pelayanan. saat ditemui Media Kontras7 di Puskesmas Walantaka. Kamis, 30 Oktober 2025.

Murni menjelaskan, Kehadiran ke Puskesmas Walantaka ini untuk melakukan pembinaan dan ingin mengetahui juga terkait persoalan di puskesmas ini dan rekan-rekan pegawai agar kedepannya menjaga nama baik Kota Serang, jaga nama baik pribadi kita, baik lisan, tutur kata itu semua kita harus taat sesuai undang-undang nomor 20 tahun 2023 tentang ASN, PP 94 Tahun 2021 tentang Disiplin.

Pegawai Puskesmas Walantaka melaksanakan senam bagian dari program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Program Prolanis merupakan amanat yang wajib kami jalankan. Namun kami tetap memberikan pembinaan karena pelaksanaannya sempat mengganggu jam pelayanan. Ujarnya.

Mudah-mudahan kedepannya peristiwa ini tidak terulang lagi. "kegiatan senam ini untuk masyarakat, tadi klarifikasi untuk kegiatan masyarakat, bukan menghilangkan kegiatannya yah rekan-rekan, tetapi tolong di sesuai kan dengan waktu pelaksanaannya, jangan sampai mengganggu pelayanan",

Murni menghimbau, agar pihak puskesmas menggunakan media sosial untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat sebagai sarana informasi, edukasi dan pelayanan berbagai kegiatan di Puskesmas Walantaka.

Ditempat yang sama, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, dr.Teja Ratri mengatakan, dinas kesehatan dalam hal ini mempunyai kewajiban untuk pembinaan dan evaluasi seluruh UPT Puskesmas yang menjadi ruang lingkup pekerjaan dari pada Dinas Kesehatan Kota Serang.

Terkait hal ini yang menjadi pembahasan tentunya manajemen puskesmas yang bersifat dinamis ketika ada hal - hal kaitannya dengan kritikan atau masukan itu tentunya menjadi suatu hal mendorong kemajuan ataupun perubahan, dimana diketahui bahwa dalam manajemen puskesmas itu ada tim mutu didalamnya.

Ruang lingkup kinerja salah satunya untuk meningkatkan mutu pelayanan, ada PIC untuk pengelolaan keluhan, baik keluhan dari pasien maupun dari pengantar pasien itu juga ada mekanisme pengaduan. Jelas Teja.

Kepala UPTD Puskesmas Walantaka, Nuramang, menjelaskan, terkait kegiatan senam yang sempat viral di medsos, merupakan kegiatan rutin  pelaksanaan Prolanis, dimana Prolanis merupakan ada kegiatan senam sehat, edukasi kesehatan, dan cek kesehatan gratis, sudah dilaksanakan kurang lebih 7 tahun.

Nuramang, mengungkapkan, kegiatan ini rutin dilaksanakan oleh masyarakat, kedepannya akan kita evaluasi untuk waktu dan tempat. Kegiatan ini tidak bisa juga diberhentikan karena kegiatan ini untuk masyarakat.

Pelaksanaannya setiap hari rabu pagi jam 6.30, karena ada kendala teknis tiba - tiba sound sistem mati jadi waktunya mundur kesiangan, biasanya setiap kita adakan pasien belum ada, karena ada kendala teknis jadi kesiangan. Tutupnya.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *