Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Polresta Serang Kota Gelar Bhakti Kesehatan

By On Minggu, September 13, 2026

Personel Sidokkes Polresta Serang Kota memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Alun-Alun Kota Serang, Minggu (13/9/2026).

KONTRAS7.CO.ID — KOTA SERANG — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Sidokkes Polresta Serang Kota menggelar Bhakti Kesehatan bagi masyarakat di Alun-Alun Kota Serang, Minggu (13/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polresta Serang Kota menghadirkan pelayanan kesehatan sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Kapolresta Serang Kota Kombes Pol. Yudha Satria, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Dokkes Polresta Serang Kota Penda TK I Dwi Ratna Widianti, S.KM., mengatakan kegiatan itu merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, personel Sidokkes Polresta Serang Kota memberikan pelayanan pengobatan umum dan pemeriksaan GCU (Glucose, Cholesterol, Uric Acid). Kegiatan tersebut menargetkan 100 orang masyarakat.

Dari target tersebut, sebanyak 92 orang mendapatkan pelayanan. Sebanyak 85 orang menjalani pemeriksaan dan pengobatan umum, sementara 36 orang mengikuti pemeriksaan GCU.

Hasil pemeriksaan menunjukkan sejumlah keluhan maupun diagnosis kesehatan, di antaranya Diabetes Melitus, Hipertensi, Gastritis, Dermatitis, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dan Rematik.

Pelayanan tersebut dilaksanakan oleh Penda TK I Dwi Ratna Widianti, S.KM., dr. Sri Astuti, Bripka Erland Revano, dan Briptu Oka Kurniawan, Amd.Kep.

Dwi Ratna mengatakan, kegiatan Bhakti Kesehatan diharapkan tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan, tetapi juga meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat. Kami berharap pelayanan kesehatan yang diberikan dapat membantu masyarakat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, Bhakti Kesehatan dalam rangka HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 berjalan aman, tertib, dan lancar.

Melalui kegiatan tersebut, Polresta Serang Kota menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui kehadiran Polri yang humanis, peduli, dan bermanfaat.

Antisipasi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Polresta Serang Kota Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan

By On Senin, September 07, 2026

Petugas Polresta Serang Kota 
membagikan masker kepada masyarakat dan pengguna jalan.

Kontras7.co.id - KOTA SERANG - Polresta Serang Kota mengambil langkah preventif menyikapi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dengan membagikan masker kepada masyarakat dan pengguna jalan, Senin (7/9/2026).

Pembagian masker dilakukan personel Polresta Serang Kota di sejumlah ruas jalan yang menjadi titik aktivitas masyarakat. Masker diberikan secara langsung kepada warga dan pengguna jalan, sekaligus disertai imbauan untuk menggunakannya saat beraktivitas di luar ruangan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan dan kepedulian Polri untuk mengantisipasi potensi gangguan kesehatan, khususnya terhadap sistem pernapasan akibat paparan abu vulkanik.

Kapolresta Serang Kota Kombes Pol. Yudha Satria, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan pembagian masker merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam membantu masyarakat menghadapi potensi dampak abu vulkanik.

“Polresta Serang Kota hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan membagikan masker sebagai upaya mengantisipasi gangguan pernapasan akibat abu vulkanik. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah,” ujar Yudha.

Selain membagikan masker, personel di lapangan turut memantau perkembangan situasi serta menyampaikan imbauan kepada masyarakat dan pengguna jalan agar tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Polresta Serang Kota juga mengingatkan masyarakat agar mengikuti informasi dan arahan resmi dari instansi terkait mengenai perkembangan aktivitas gunung api tersebut.

Masyarakat diminta menjaga kondisi kesehatan, menggunakan masker apabila berada di wilayah yang terdampak abu vulkanik, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi kualitas udara kurang baik.

“Keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas. Kami akan terus melakukan pemantauan dan langkah-langkah preventif sesuai perkembangan situasi di lapangan,” pungkasnya.

CKG Jangkau 6,6 Juta Warga Banten, Andra Soni Dorong Deteksi Dini Penyakit

By On Kamis, September 03, 2026

Gubernur Banten Andra Soni bersama Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid meninjau pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di GOR Kitri Bhakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (3/9/2026).

Kontras7.co.id, Tangerang — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus diperluas Pemerintah Provinsi Banten untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Hingga saat ini, sekitar 6,6 juta dari 12,9 juta warga Banten telah mengikuti pemeriksaan kesehatan tersebut.

Gubernur Banten Andra Soni bersama Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid meninjau langsung pelaksanaan CKG di GOR Kitri Bhakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (3/9/2026).

Bagi Fajar Nurhuda (51), warga Kampung Sukamulya, pemeriksaan gratis tersebut menjadi kesempatan untuk kembali mengetahui kondisi kesehatannya setelah sekitar tiga tahun tidak melakukan pemeriksaan.

Fajar mengaku pernah menjalani perawatan akibat penyakit ginjal pada Mei 2023. Setelah itu, ia belum kembali memeriksakan kondisi kesehatannya secara menyeluruh.

“Saya pernah dirawat karena sakit ginjal pada Mei 2023 dan setelah itu tidak pernah periksa lagi. Mumpung ada pemeriksaan gratis, saya periksa semuanya untuk pencegahan sejak dini,” ujar Fajar, mantan karyawan pabrik.

Hal serupa dirasakan Neneng (56), warga Kampung Sukabakti. Pemeriksaan CKG menjadi pengalaman pertamanya menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

Neneng mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi darahnya normal, namun terdapat masalah kolesterol dan lambung. Ia juga mendapat obat setelah berkonsultasi dengan tenaga medis.

“Alhamdulillah karena gratis, saya langsung dikasih obat. Sekarang saya jadi tahu kondisi kesehatan saya,” tutur Neneng.

Andra Soni mengatakan Pemprov Banten terus mendorong pelaksanaan CKG agar semakin mudah dijangkau masyarakat. Ia bersama kepala daerah di kabupaten dan kota rutin meninjau pelaksanaan program tersebut setiap Senin dan Kamis.

Menurutnya, pemeriksaan mencakup sejumlah indikator kesehatan, mulai dari gula darah, tekanan darah, keluhan umum hingga pemeriksaan paru-paru. Pemeriksaan paru-paru juga menjadi bagian penting dalam mendukung deteksi dini tuberkulosis (TBC).

“Temuan penyakit di lapangan masih didominasi oleh potensi diabetes dan tekanan darah tinggi. Obatnya juga sudah kami siapkan untuk tindak lanjut,” kata Andra.

Pelaksanaan CKG saat ini berlangsung di dua hingga tiga titik setiap pekan. Dari total sasaran sekitar 12,9 juta warga Banten, sekitar 6,6 juta orang telah mendapatkan pemeriksaan.

“Sudah separuh warga Banten yang diperiksakan kesehatannya. Ini menunjukkan masyarakat mulai sadar akan pentingnya menjaga kesehatan,” ujar Andra.

Selain CKG, Pemprov Banten juga memperkuat upaya penanganan TBC melalui program TOS atau Temukan, Obati, Sampai Sembuh. Masyarakat diminta tidak takut menjalani pemeriksaan maupun pengobatan apabila terdiagnosis TBC.

Sementara itu, Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid menyampaikan capaian CKG di wilayahnya telah melampaui target. Sebanyak 1,7 juta warga atau 100,7 persen dari target 1,6 juta jiwa disebut telah mendapatkan pelayanan.

Capaian tersebut didukung sistem jemput bola melalui tenaga kesehatan di puskesmas, rumah sakit hingga sekolah.

Pemkab Tangerang juga menyiagakan 28 tenaga kesehatan khusus paru-paru untuk memperkuat pemeriksaan TBC, selain 48 tenaga kesehatan yang menangani pelayanan CKG secara umum.

“Kami terus bergerak meningkatkan partisipasi masyarakat dalam cek kesehatan gratis ini. Hal ini sejalan dengan arahan kebijakan Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan masyarakat yang sehat,” tegas Maesyal.

Program CKG diharapkan tidak hanya menjadi layanan pemeriksaan gratis, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini dan segera mendapatkan tindak lanjut apabila ditemukan indikasi penyakit.

BPKP Banten Evaluasi Program Pengentasan Tuberkulosis di Kota Serang

By On Senin, Agustus 31, 2026

 

Kontras7.co.id, Kota Serang — Perwakilan BPKP Provinsi Banten melaksanakan evaluasi atas Program PHTC Pengentasan Tuberkulosis Triwulan III Tahun 2026 di Kota Serang. Evaluasi berlangsung sejak 3 Agustus hingga 3 September 2026 sebagai bagian dari pengawasan terhadap agenda prioritas pemerintah di bidang kesehatan.

Evaluasi dilakukan untuk melihat pelaksanaan program pengentasan tuberkulosis sekaligus mendukung pemerintah daerah dalam memperkuat upaya penanganan penyakit tersebut.

Melalui kegiatan pengawasan ini, BPKP berupaya memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan Program PHTC di lapangan. Hasil evaluasi selanjutnya diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan rekomendasi perbaikan apabila masih ditemukan hal-hal yang perlu diperkuat.

Pengawasan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan program pemerintah berjalan secara efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan adanya evaluasi ini, target pengentasan tuberkulosis di Kota Serang diharapkan dapat dicapai secara lebih optimal. Pada akhirnya, penguatan program tersebut diharapkan turut mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kota Serang dan sekitarnya.

Sumber: Kominfo BPKP Banten

RSUD Kota Serang Usulkan Pemeriksaan Jemaah Haji, Surat Masih Berproses di Pemkot

By On Rabu, Agustus 26, 2026

Kontras7.co.id - Kota Serang — RSUD Kota Serang mengusulkan agar pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji Kota Serang dilakukan di RSUD. Usulan tersebut sudah disampaikan secara resmi kepada Wali Kota Serang dan kini masih menunggu proses di lingkungan Pemerintah Kota Serang.

Direktur RSUD Kota Serang, Dr. Ahmad Humairadi, MARS, saat dikonfirmasi Kontras7.co.id, Rabu (26/8/2026), mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Serang H. Budi Rustandi agar RSUD dapat memberikan pelayanan kesehatan bagi calon jemaah haji.

“Usulan ini merupakan tindak lanjut arahan Bapak Wali Kota Serang, H. Budi Rustandi, agar RSUD Kota Serang dapat memfasilitasi dan memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi calon jemaah haji Kota Serang,” ujar Humariadi.

Dari sisi kesiapan, Humariadi memastikan RSUD siap, mulai dari tenaga medis dan tenaga kesehatan, fasilitas hingga layanan pemeriksaan penunjang.

“Kami siap dari seluruh aspek, baik tenaga medis dan tenaga kesehatan, fasilitas, maupun layanan pemeriksaan penunjang. Kami siap memberikan pelayanan yang terintegrasi, nyaman, dan sesuai standar,” katanya.

Menurut Humariadi, kegiatan tersebut diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Selain memastikan calon jemaah mendapat pelayanan kesehatan yang baik, kegiatan ini juga dinilai bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memperkuat peran RSUD sebagai pusat rujukan kesehatan.

Tanda terima surat dari RSUD Kota Serang yang diterima Bagian Umum Pemkot Serang pada 21 Agustus 2026.

Sementara itu, Kabag Kesra Pemkot Serang, Tatang, mengatakan pihaknya secara informal sudah menyampaikan persoalan tersebut kepada Kementerian Agama.

“Secara informal, sebenarnya kami sudah ke Kemenag menyampaikan hal tersebut,” kata Tatang saat dikonfirmasi Kontras7.co.id, Rabu (26/8/2026).

Tatang menjelaskan surat dari RSUD sudah diterima Bagian Umum Pemkot Serang pada 21 Agustus 2026. Namun, surat tersebut belum mendapat disposisi pimpinan untuk diteruskan ke Bagian Kesra.

Karena itu, rencana pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji di RSUD Kota Serang belum menjadi keputusan final. Pemkot masih menunggu arahan pimpinan sebelum menentukan tindak lanjutnya.

Humariadi memastikan RSUD tetap siap apabila rencana tersebut mendapat persetujuan pemerintah daerah.

“Kami siap memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, ramah, dan berkualitas. Kami mengajak seluruh calon jemaah haji untuk mempersiapkan kesehatan sejak dini agar dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan optimal,” ujarnya.

Kontras7.co.id - Aktual dan Akurat.

714 Ribu Warga Lebak Sudah Cek Kesehatan Gratis, Dinkes Kejar Target 65 Persen

By On Selasa, Agustus 25, 2026

Warga menjalani pemeriksaan kesehatan melalui Program Cek Kesehatan Gratis 
(CKG) yang digencarkan Dinkes Lebak. 
(Foto: Dinkes Lebak)

Kontras7.co.id, Kabupaten Lebak, Banten — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Lebak terus diperluas. Hingga 22 Agustus 2026, sebanyak 714.569 jiwa telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis atau mencapai 47,52 persen dari sekitar 1,5 juta penduduk Lebak.

Capaian tersebut berarti hampir separuh penduduk Lebak telah tersentuh layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Namun, Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak masih harus mengejar target cakupan 65 persen.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Endang Komarudin, mengatakan perluasan layanan terus dilakukan agar masyarakat semakin mudah mengakses pemeriksaan kesehatan sejak dini.

“Kami bekerja keras agar Program CKG berjalan sukses dan Lebak dapat meraih peringkat pertama di Banten dengan target 65 persen dari jumlah penduduk,” ujar Endang.

CKG Tak Hanya Menunggu Warga Datang

Lalu, bagaimana Dinkes Lebak mengejar target tersebut?

Menurut Endang, pelaksanaan CKG tidak hanya mengandalkan masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan. Layanan juga diperluas dengan pola jemput bola ke berbagai lingkungan dan kegiatan masyarakat.

Program tersebut menyasar OPD, DPRD, BUMN, BUMD, TNI, Polri, penegak hukum, hingga pengurus dan anggota Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Pemeriksaan juga dilakukan di sekolah, lingkungan permukiman, pengajian, pondok pesantren, organisasi kemasyarakatan, kegiatan car free day (CFD), hingga pameran.

Dengan pola tersebut, masyarakat memiliki lebih banyak kesempatan mengikuti pemeriksaan tanpa harus menunggu datang ke fasilitas kesehatan.

44 Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan Disiapkan

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti CKG melalui fasilitas kesehatan, layanan tersedia di 44 puskesmas, puskesmas pembantu (pustu), dan pos kesehatan desa (poskesdes) yang tersebar di 28 kecamatan di Kabupaten Lebak.

Salah satu titik pelayanan berada di Puskesmas Rangkasbitung. Setiap hari, peserta CKG di fasilitas tersebut mencapai sekitar 50 hingga 70 orang, dengan peserta berasal dari kawasan permukiman maupun pedesaan.

Bukan Sekadar Cek, Tapi Deteksi Dini

Plt Kepala Puskesmas Rangkasbitung, Sudiarto Setiawan, mengatakan CKG penting untuk mengetahui faktor risiko penyakit sejak awal sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.

Pemeriksaan dapat membantu mendeteksi sejumlah faktor risiko, antara lain hipertensi, gula darah, kesehatan jiwa, penyakit paru-paru, hingga obesitas sentral atau lingkar perut.

“CKG untuk melakukan deteksi dini berbagai kondisi kesehatan yang berpotensi berkembang menjadi penyakit akut. Kami minta masyarakat dapat membudayakan pemeriksaan CKG,” katanya.

Artinya, CKG bukan sekadar pemeriksaan rutin, tetapi menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat sekaligus mendeteksi potensi penyakit lebih cepat.

Target 65 Persen Masih Harus Dikejar

Capaian 47,52 persen menjadi modal bagi Dinkes Lebak untuk terus memperluas cakupan hingga target 65 persen.

Pemerintah daerah kini mengandalkan pendekatan jemput bola dengan membawa layanan CKG lebih dekat ke sekolah, lingkungan warga, komunitas, hingga ruang publik.

Bagi masyarakat yang belum mengikuti pemeriksaan, Dinkes Lebak mengajak warga memanfaatkan layanan CKG yang telah tersedia.

Semakin banyak warga yang memeriksakan kondisi kesehatannya, semakin cepat pula faktor risiko penyakit diketahui dan dapat ditindaklanjuti.

Kontras7.co.id — Aktual dan Akurat.

Medical Check-Up Jemaah Haji di RSUD Kota Serang Mulai Rp833 Ribu, Ini Paket Pemeriksaannya

By On Selasa, Agustus 25, 2026

Layanan Medical Check-Up khusus 
calon jemaah haji yang disiapkan 
RSUD Kota Serang.

Kontras7.co.id, Kota Serang, Banten — Persiapan calon jemaah haji bukan hanya soal dokumen dan keberangkatan. Kondisi kesehatan juga perlu dipastikan sejak awal agar jemaah mampu menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci dengan baik.

Untuk memudahkan persiapan tersebut, RSUD Kota Serang menyiapkan layanan Medical Check-Up (MCU) khusus jemaah haji dengan konsep pelayanan satu pintu.

Direktur RSUD Kota Serang, dr. H. Ahmad Humariadi, MARS, kepada Kontras7.co.id, Selasa (25/8/2026), menjelaskan layanan ini disiapkan untuk memberikan pemeriksaan kesehatan yang mudah, cepat, dan berkualitas bagi calon jemaah sebelum keberangkatan.

“Layanan ini kami hadirkan sebagai bentuk komitmen RSUD Kota Serang dalam memberikan pelayanan kesehatan yang mudah, cepat, dan berkualitas bagi calon jemaah haji,” ujar dr. Humariadi.

Ia mengatakan, layanan tersebut juga sejalan dengan arahan Wali Kota Serang H. Budi Rustandi untuk terus meningkatkan mutu dan kemudahan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Pemeriksaan Lengkap dalam Satu Paket

Lalu, apa saja yang diperiksa?

Paket Medical Check-Up jemaah haji mencakup glukosa darah puasa, glukosa darah dua jam PP, HbA1c, kolesterol total, HDL, LDL, trigliserida, SGOT, SGPT, ureum, kreatinin, asam urat, darah lengkap, urine lengkap, golongan darah dan rhesus, serta rontgen dada.

Khusus jemaah perempuan, paket tersebut dilengkapi pemeriksaan kehamilan melalui urine test.

Menurut dr. Humariadi, rangkaian pemeriksaan tersebut penting untuk mengetahui kondisi kesehatan calon jemaah secara lebih menyeluruh sebelum keberangkatan.

“Ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, potensi masalah kesehatan dapat ditindaklanjuti sebelum keberangkatan,” jelasnya.

Paket Mulai Rp833 Ribu

RSUD Kota Serang menyediakan dua pilihan paket.

Jemaah haji laki-laki dikenakan biaya Rp833.000, sedangkan jemaah haji perempuan Rp858.000.

Perbedaan harga tersebut karena paket perempuan mendapatkan tambahan pemeriksaan kehamilan.

Harga tersebut merupakan biaya sesuai paket. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan perlunya pemeriksaan lanjutan, rujukan, atau tindakan tambahan, biaya tersebut tidak termasuk dalam paket dan disesuaikan dengan jenis pemeriksaannya.

Calon jemaah akan diberi informasi terlebih dahulu apabila membutuhkan pemeriksaan tambahan.

Satu Pintu, Dapat Makan Siang

RSUD Kota Serang juga menyediakan makan siang bagi calon jemaah yang mengikuti Medical Check-Up.

Konsep satu pintu membuat berbagai pemeriksaan dalam paket dapat dilakukan melalui alur khusus yang telah disiapkan, sehingga calon jemaah tidak perlu mengurus pemeriksaan secara terpisah.

“Kami tidak hanya fokus pada pemeriksaannya, tetapi juga pada kenyamanan calon jemaah selama menjalani proses pelayanan,” kata dr. Humariadi.

Cara Daftar Tidak Harus Datang Langsung

Untuk pendaftaran, calon jemaah cukup menyiapkan KTP dan bukti pelunasan haji.

Pendaftaran juga tidak harus dilakukan dengan datang langsung. Setelah proses pendaftaran, calon jemaah akan diarahkan mengikuti alur pemeriksaan khusus yang telah disiapkan RSUD Kota Serang.

Informasi dan koordinasi lebih lanjut dapat dilakukan melalui 0819-2891-6118 atau 0813-2162-1982.

dr. Humariadi: Jangan Tunda Pemeriksaan

dr. Humariadi mengingatkan calon jemaah agar tidak menunda pemeriksaan kesehatan.

“Jangan menunda pemeriksaan kesehatan. Kesehatan merupakan salah satu modal utama untuk dapat menjalankan ibadah haji dengan optimal,” pesannya.

Menurutnya, semakin dini kondisi kesehatan diketahui, semakin banyak waktu yang tersedia untuk melakukan persiapan maupun tindak lanjut apabila ditemukan persoalan kesehatan.

Melalui layanan Medical Check-Up khusus tersebut, RSUD Kota Serang berharap calon jemaah dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal dan mempersiapkan keberangkatan dengan lebih matang.

Kontras7.co.id — Berita Aktual dan Akurat

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *