Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Serang Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional Tahun 2026

By On Kamis, Februari 05, 2026

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Serang 
Uus Supriyadi

KONTRAS7.CO.ID - Kota Serang - Kepala BPJS Ketenagakerjaan Serang Uus Supriyadi, mengapresiasi insan pers sebagai mitra strategis dalam menyebarkan luaskan informasi perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat. Media Kontras7. Kamis, 5 Februari 2026.

Teruslah menjadi suara kebenaran, inspirasi, dan harapan. Bersama pers, kita wujudkan Indonesia yang lebih terlindungi. Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.



KLIK GITA : Inovasi drg. Erlitha Ubah Kesadaran Kesehatan Gigi Balita di Pesisir Serang

By On Kamis, November 06, 2025

KONTRAS7.CO.ID - Serang - Tingginya angka karies atau gigi berlubang pada balita di wilayah pesisir Kabupaten Serang memantik keprihatinan sekaligus semangat pengabdian seorang dokter gigi. drg. Erlitha Azhari Dewi dari UPT Puskesmas Puloampel tidak hanya merespons dengan tindakan kuratif, tetapi melangkah lebih jauh dengan menciptakan inovasi edukatif bernama KLIK GITA (Konseling, Literasi, dan Komunikasi Kesehatan Gigi Balita).

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa 93% anak usia lima tahun di Indonesia mengalami karies, dengan hanya 2,8% yang mendapat perawatan. Survei awal di wilayah kerjanya pada Desember 2024 mengonfirmasi parahnya masalah ini: 75% orang tua menganggap gigi susu tidak penting, dan 76% anak tidak dibiasakan menyikat gigi sebelum tidur.

“Permasalahan kesehatan gigi anak bukan hanya soal medis, tetapi menyangkut perilaku dan pengetahuan orang tua. Edukasi konvensional sering terkendala waktu dan partisipasi. Kami butuh pendekatan yang lebih dekat, berkelanjutan, dan mudah diakses,” ujar drg. Erlitha, menjelaskan latar belakang lahirnya KLIK GITA.

Strategi Tiga Pilar: Konseling, Literasi, dan Komunikasi

Inovasi ini dibangun atas tiga pilar utama. Konseling diberikan langsung kepada orang tua di Posyandu dan poli gigi. Literasi disebarkan melalui media menarik seperti buku cerita bergambar, poster, video animasi, dan alat peraga. Sementara Komunikasi dijaga kelangsungannya via grup WhatsApp yang mempertemukan orang tua, kader, dan tenaga kesehatan untuk diskusi dan konsultasi harian.

Program yang dirancang secara partisipatif ini melibatkan kader Posyandu dan guru PAUD yang dilatih sebagai ujung tombak edukasi. Kegiatan sikat gigi bersama, permainan interaktif, dan pembagian paket sikat gigi menjadi momen menyenangkan yang mengubah persepsi anak tentang perawatan gigi.

Dampak Nyata : Perilaku Berubah, Karies Menurun

Setelah tiga bulan implementasi, hasilnya signifikan. Persentase orang tua yang melaporkan anaknya menyikat gigi dua kali sehari melonjak dari 35% menjadi 78%. Yang lebih menggembirakan, terjadi penurunan kasus gigi berlubang pada balita. Anak-anak mulai mengingatkan anggota keluarganya untuk sikat gigi bersama, menunjukkan internalisasi perilaku sehat sejak dini.

“Melalui pendekatan yang humanis dan media yang menyenangkan, edukasi tidak lagi menakutkan. Kami membangun kepercayaan, bukan sekadar menyampaikan instruksi,” tambah drg. Erlitha.

Pengabdian Melampaui Batas Geografis

Pengabdian drg. Erlitha tidak berhenti di balik klinik. Dengan semangat tanpa kenal lelah, ia rela menyeberangi lautan dengan perahu untuk menjangkau masyarakat di Pulopanjang yang sulit diakses. “Perahu dan ombak bukan penghalang. Justru di sanalah letak makna pengabdian sebenarnya,” katanya dengan keteguhan.

Inspirasi untuk Replikasi Nasional

Keberhasilan KLIK GITA telah mengubah program inisiatif ini menjadi kegiatan rutin yang terintegrasi dengan sistem Puskesmas. Kini, inovasi ini mulai direplikasi ke Posyandu dan lembaga pendidikan lain di sekitar Kecamatan Puloampel, dengan potensi untuk diadopsi secara nasional.

drg. Erlitha Azhari Dewi membuktikan bahwa inovasi tidak harus rumit dan mahal. Ketulusan hati, kolaborasi, dan konsistensi dalam pengabdian mampu menciptakan perubahan besar, dimulai dari sebuah senyum sehat balita di pesisir Serang.

Polda Banten dan Kemenaker Komitmen Hentikan Percaloan Kerja

By On Selasa, Juli 08, 2025


KONTRAS7.CO.ID - Serang - Polda Banten dan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melaksanakan deklarasi dan penandatanganan MoU "Stop Percaloan Tenaga Kerja", Kegiatan ini bertempat di Hotel Swiss Belinn Modern Cikande, Kabupaten Serang pada Selasa (08/07/25). 

Kegiatan ini dipimpin Mentri Tenaga Kerja Republik Indonesia Prof. Yassierli, turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Mentri Tenaga Kerja Republik Indonesia Immanuel Ebenezer, Kapolda Banten Irjen Pol Suyudi Ario Seto, Gubernur Banten Andra Soni, serta Forkopimda Provinsi Banten. 

Dalam kesempatannya Mentri Tenaga Kerja Republik Indonesia Prof. Yassierli menyampaikan  bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang sehat. “Inisiatif ini adalah bagian dari semangat kami untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan. Masalah seperti percalonan dalam rekrutmen tidak cukup diselesaikan lewat surat edaran. Ini butuh komitmen dan dukungan semua pihak,” ujarnya.

“Kita ingin apa yang sekarang sedang kami bangun, yaitu platform Siap Kerja, bisa dimanfaatkan secara aktif. Platform Siap Kerja ini adalah job portal online, lowongan kerja akan kami posting di platform tersebut agar bisa diakses langsung oleh masyarakat,” kata Prof. Yassierli

Gubernur Banten Andra Soni Pemprov Banten juga menegaskan bahwa praktik percalonan dalam rekrutmen tenaga kerja adalah bentuk premanisme dan tindakan korupsi. “Praktik percalonan dalam rekrutmen tenaga kerja adalah bentuk premanisme dan tindakan korupsi. Oleh karena itu, tidak boleh ada toleransi terhadap pungli dan ketidakadilan dalam proses ketenagakerjaan," tegas Andra Soni. 

Gubernur Banten menyampaikan apresiasi Program Polisi Peduli Pengangguran Pola Banten. “Kami sangat mengapresiasi program Polisi Peduli Pengangguran yang telah menggelar pelatihan bersertifikat bagi masyarakat pencari kerja. Ini adalah bentuk kesadaran kolektif kita, karena Banten yang terkenal dengan industrinya justru memiliki tingkat pengangguran yang tinggi. Ini paradoks yang harus kita ubah,” ujar Gubernur Banten Andra Soni.

Saat ditemui Kapolda Banten menjelaskan bahwa sebelum penandatanganan MoU dilakukan, Polda Banten telah lebih dulu melaksanakan Operasi Pekat Maung 2025 dan berhasil mengamankan sejumlah ratusan pelaku premanisme. “Untuk diketahui, sebelum dilaksanakan MoU Stop Percaloan bersama Kementerian Ketenagakerjaan, Polda Banten telah berhasil menindak tegas sebanyak 510 pelaku premanisme di wilayah hukum Polda Banten selama pelaksanaan Operasi Pekat Maung 2025,” tutup Kapolda Banten

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *