Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
8 Destinasi Wisata di Cilegon, dari Pulau hingga Ruang Rekreasi Keluarga

By On Rabu, September 16, 2026

Ilustrasi Pulau Merak Kecil menjadi salah satu pilihan destinasi wisata di Kota Cilegon

KONTRAS7.CO.ID – CILEGON | Kota Cilegon dikenal sebagai kawasan industri dan pelabuhan. Di sisi lain, kota di ujung barat Banten ini juga memiliki sejumlah pilihan destinasi wisata, mulai dari kawasan bahari, perbukitan, ruang terbuka hingga tempat rekreasi keluarga.

Berikut delapan destinasi wisata di Cilegon yang dirangkum dari informasi Traveloka dan telah ditulis ulang serta ditelusuri kembali oleh redaksi Kontras7.co.id.

1. Pulau Merak Kecil

Pulau Merak Kecil berada di perairan Selat Sunda dan menjadi salah satu pilihan wisata bahari di Cilegon. Pengunjung dapat menikmati suasana pantai dan pemandangan perairan di sekitar pulau.

2. Bukit Batu Gambir

Bukit Batu Gambir berada di kawasan Tamansari, Kecamatan Pulomerak. Kawasan ini menawarkan suasana perbukitan dengan pemandangan ke arah Pelabuhan Merak dan Selat Sunda.

3. Gunung Batu Lawang

Gunung Batu Lawang berada di kawasan Grogol, Cilegon. Destinasi ini menawarkan suasana alam dan perbukitan yang dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang menyukai kegiatan wisata luar ruang.

4. Cilegon Green Waterpark

Cilegon Green Waterpark menjadi salah satu pilihan rekreasi keluarga dengan berbagai fasilitas permainan air. Tempat ini dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga.

5. Trans Studio Mini Cilegon

Trans Studio Mini Cilegon berada di kawasan Transmart Cilegon. Tempat hiburan ini menawarkan sejumlah wahana permainan yang dapat dinikmati pengunjung, khususnya keluarga.

6. Funworld dan Kidzilla Cilegon Center Mall

Cilegon Center Mall juga memiliki pilihan rekreasi keluarga melalui Funworld dan Kidzilla. Keduanya menyediakan area permainan untuk anak dan keluarga.

7. Alun-Alun Kota Cilegon

Alun-Alun Kota Cilegon merupakan salah satu ruang terbuka di pusat kota yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk bersantai dan melakukan berbagai aktivitas.

8. Situ Rawa Arum

Situ Rawa Arum berada di Kecamatan Grogol. Kawasan perairan ini menawarkan suasana alam dan menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk menikmati lingkungan sekitar maupun melakukan aktivitas memancing.

Delapan destinasi tersebut memperlihatkan bahwa Cilegon tidak hanya identik dengan kawasan industri dan pelabuhan. Kota ini juga memiliki sejumlah pilihan rekreasi yang dapat disesuaikan dengan minat pengunjung, mulai dari wisata bahari dan alam hingga hiburan keluarga.

Catatan: Harga tiket, jam operasional, fasilitas, dan ketentuan kunjungan dapat berubah sesuai kebijakan masing-masing pengelola. Pengunjung sebaiknya memastikan informasi terbaru sebelum datang.

Sumber:
Traveloka, ditelusuri dan ditulis ulang oleh redaksi Kontras7.co.id.

37 Warga Cilegon Diberangkatkan Umrah Gratis, 3 Menyusul Oktober

By On Minggu, September 13, 2026

37 warga Cilegon mengikuti pelepasan program umrah gratis Pemkot Cilegon.

KONTRAS7.CO.ID — KOTA CILEGON — Sebanyak 37 warga Kota Cilegon diberangkatkan untuk menjalankan ibadah umrah melalui program umrah gratis Pemerintah Kota Cilegon, Minggu (13/9/2026).

Pelepasan jamaah dilakukan Wali Kota Cilegon Robinsar di Masjid Agung Kota Cilegon. Dari total 40 penerima program tahun 2026, sebanyak 37 orang berangkat pada tahap ini, sementara tiga penerima lainnya dijadwalkan menyusul pada Oktober karena masih mengikuti MTQ Nasional.

“Alhamdulillah Pemkot Cilegon menjalankan Umroh gratis bagi warga Cilegon dan berjalan lancar, yang berangkat hari ini baru 37 orang, 3 orang menyusul setelah mengikuti MTQ nasional,” kata Robinsar.

Menurut Robinsar, seluruh peserta mendapatkan fasilitas perjalanan umrah dalam satu paket, mulai dari visa, paspor, pemeriksaan kesehatan, tiket pesawat, hotel hingga konsumsi selama perjalanan. Ia menyebut program tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat.

“InsyaAllah tahun 2027 akan kami adakan kembali. Program ini bentuk perhatian dari Pemkot kepada warganya supaya bisa menunaikan ibadah Umroh,” jelasnya.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda Kota Cilegon Rahmatullah mengatakan program tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada masyarakat yang memberikan kontribusi positif bagi daerah.

“Keberangkatan ini sebagai bentuk apresiasi kepada pihak terkait yang memberikan kontribusi positif untuk Kota Cilegon,” tuturnya.

Rahmatullah menyebut program umrah gratis tahun 2026 tersebut menggunakan anggaran sekitar Rp1,5 miliar dari APBD Kota Cilegon. Penerima berasal dari sejumlah unsur masyarakat, termasuk ulama, tokoh agama, guru ngaji, tokoh masyarakat, serta penerima penghargaan dan prestasi.

Program ini tidak hanya mencakup keberangkatan ke Tanah Suci, tetapi juga kebutuhan jamaah selama perjalanan hingga kembali ke Kota Cilegon.

Dengan diberangkatkannya 37 jamaah, program umrah gratis Pemkot Cilegon tahun 2026 mulai direalisasikan. Tiga penerima lainnya akan mengikuti keberangkatan pada tahap berikutnya.

Gubernur Banten: Cetak Juara Olahraga Harus Dimulai dari Sekarang

By On Sabtu, Agustus 29, 2026

 

Gubernur Banten Andra Soni 
memukul gong saat membuka 
POMPROV VIII Banten 2026 
di Cilegon.

Kontras7.co.id, Cilegon — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pembinaan atlet berprestasi tidak bisa dilakukan secara instan. Menurutnya, proses mencetak juara harus dimulai sejak dini melalui kompetisi rutin, pembinaan berjenjang dan penguatan mental bertanding.

Pesan itu disampaikan Andra saat membuka Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (POMPROV) VIII Banten 2026 di Islamic Center Cilegon, Kota Cilegon, Sabtu (29/8/2026).

“PON 2032 memang masih beberapa tahun ke depan. Tetapi, proses mencetak juara harus dimulai dari sekarang,” ujar Andra.

Menurutnya, POMPROV bukan sekadar ajang mengejar medali. Kompetisi mahasiswa tersebut menjadi bagian dari proses menyiapkan talenta muda Banten agar memiliki pengalaman bertanding, mental kuat dan semangat juang.

“POMPROV bukan sekadar arena kompetisi untuk meraih medali dan prestasi. Lebih dari itu, POMPROV Banten 2026 merupakan wahana pembinaan atlet dan talenta muda yang tangguh, disiplin, serta memiliki semangat juang yang tinggi,” ungkapnya.

Para atlet yang tampil di POMPROV Banten 2026 nantinya diproyeksikan untuk mengikuti sejumlah agenda olahraga nasional, di antaranya Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) 2027 di Palembang serta PON 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Andra berharap POMPROV menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menjadi awal lahirnya atlet-atlet yang mampu membawa nama Banten ke tingkat nasional.

“Mari kita jadikan POMPROV Banten 2026 dan berbagai kejuaraan mahasiswa sebagai fondasi lahirnya atlet-atlet masa depan,” katanya.

Ketua Umum KONI Banten Agus Rasyid mengatakan kompetisi menjadi bagian penting dalam mengukur kesiapan atlet. Menurutnya, latihan rutin dan pelatih yang berkualitas harus berjalan beriringan dengan pengalaman bertanding.

“Sang juara ini bukan faktor kebetulan. Jurusnya ada dua. Pertama, latihan yang rutin dan berkesinambungan serta didampingi pelatih hebat. Kedua, yang tidak kalah penting, adalah kompetisi seperti hari ini,” kata Agus.

Ia berharap POMPROV Banten 2026 menjadi pengalaman berharga bagi para atlet mahasiswa, terutama dalam membangun mental dan kesiapan menghadapi kompetisi dengan level yang lebih tinggi.

POMPROV Banten 2026 berlangsung 29 Agustus hingga 5 September 2026 dan diikuti 1.270 atlet dari 38 perguruan tinggi se-Banten. Sebanyak 11 cabang olahraga dipertandingkan dalam ajang tersebut.

Ketimpangan Daya Tampung SMA dan SMK Negeri di Banten, Arie Budiarto Usulkan Tiga Solusi Kebijakan SPMB

By On Senin, Mei 11, 2026

KONTRAS7.CO.ID - Serang - Dinamika Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Provinsi Banten setiap tahun kembali menyoroti persoalan utama yang terus berulang, yakni ketimpangan daya tampung SMA dan SMK negeri dibandingkan jumlah lulusan SMP.

Kondisi ini dinilai masih menunjukkan adanya kesenjangan dalam perencanaan pendidikan menengah, sehingga sebagian calon peserta didik berpotensi tidak tertampung di sekolah negeri pada setiap tahun ajaran baru.

Arie Budiarto, warga Kota Serang sekaligus pemerhati kebijakan publik, menilai bahwa persoalan utama SPMB bukan hanya pada mekanisme penerimaan, tetapi pada ketidakseimbangan struktur daya tampung pendidikan menengah negeri yang belum terselesaikan secara sistemik.

“Setiap tahun problemnya berulang pada titik yang sama, yaitu kapasitas SMA dan SMK negeri yang tidak sebanding dengan jumlah lulusan SMP. Ini menunjukkan bahwa perencanaan pendidikan perlu diperkuat secara serius,” ujarnya.

Ia menggambarkan kondisi tersebut seperti pola piramida, di mana jumlah lulusan SMP berada pada basis yang besar, sementara daya tampung SMA dan SMK negeri berada pada bagian atas yang lebih kecil. Hal ini menyebabkan tekanan pada sistem penerimaan murid baru terus terjadi setiap tahun.

Arie juga menilai bahwa skema pra-SPMB yang saat ini diterapkan di Banten merupakan langkah perbaikan dari sisi manajemen waktu dan pemetaan awal calon peserta didik. 

Dengan skema ini, proses verifikasi dilakukan lebih awal sehingga masyarakat memiliki ruang waktu yang lebih panjang untuk menentukan pilihan pendidikan.

“Secara teknis, pra-SPMB ini lebih tertata dibanding sistem sebelumnya yang terlalu mepet. Ini memberi ruang adaptasi bagi orang tua dan siswa dalam menentukan arah pendidikan,” tambahnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa perbaikan tersebut belum menyentuh akar persoalan utama, yakni keterbatasan daya tampung SMA dan SMK negeri di Banten.

*Dalam pandangannya, terdapat tiga langkah utama yang perlu menjadi perhatian dalam menjawab persoalan tersebut, yaitu:*

*Pertama, penambahan unit SMA dan SMK negeri baru di wilayah dengan kepadatan lulusan SMP yang tinggi.*

*Kedua, optimalisasi daya tampung sekolah yang sudah ada, melalui penambahan rombongan belajar (rombel) atau ruang kelas baru secara terukur dan terencana.*

*Ketiga, penguatan skema afirmasi dan dukungan pembiayaan peserta didik pada satuan pendidikan swasta, guna memastikan keterjangkauan akses pendidikan bagi masyarakat.*

Arie menilai, tanpa langkah struktural tersebut, SPMB akan terus menjadi ruang munculnya persoalan yang sama setiap tahun tanpa penyelesaian yang mendasar.

“Selama daya tampung tidak diperkuat, maka SPMB hanya akan menjadi mekanisme seleksi tahunan, bukan solusi pemerataan akses pendidikan,” tegasnya.

Kajian ini disampaikan sebagai masukan awal bagi pemangku kebijakan di Provinsi Banten agar perencanaan pendidikan menengah, baik SMA maupun SMK negeri, dapat lebih proporsional, terukur, dan berkelanjutan.

Diduga Konsumsi Obat Kuat. Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa Di Hotel Kalyana Mitta Cilegon

By On Senin, Februari 16, 2026

KONTRAS7.CO.ID - Kota Cilegon -  Ditemukan seorang pria dalam kondisi tidak bernyawa di kamar nomor 06 Hotel Kalyana Mitta Cilegon. Senin, 16 Februari 2026.

Korban diduga meninggal dunia setelah mengonsumsi obat kuat, berdasarkan temuan awal di lokasi kejadian. Peristiwa tersebut sontak menggegerkan warga sekitar dan tamu hotel. 

Saat ini, penanganan kasus berada di bawah kewenangan Polsek Cilegon dan mendapat dukungan pengamanan dari Polres Cilegon.

Namun ironisnya, di tengah sorotan publik dan tingginya kepentingan informasi, pihak-pihak terkait justru memilih bungkam, memunculkan tanda tanya besar sekaligus kekecewaan kalangan media.

Kasat Reskrim : Polres Hanya Backup

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cilegon, Yoga Tama, saat dimintai keterangan menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memberikan pernyataan apa pun terkait kasus tersebut.

“Untuk saat ini kami belum bisa memberikan statement apa pun karena penanganan sepenuhnya dilakukan oleh pihak Polsek Cilegon. Polres hanya melakukan backup pengamanan,” ujar Yoga Tama singkat.

Pernyataan ini menegaskan bahwa kewenangan utama berada di tingkat Polsek, namun sekaligus memperlihatkan minimnya keterbukaan informasi kepada publik.

Manajemen Hotel Dinilai Menghalangi Kerja Jurnalistik

Sikap tertutup justru paling disorot datang dari pihak manajemen Hotel Kalyana Mitta. Wawan, yang disebut sebagai perwakilan manajemen hotel, menolak memberikan keterangan apa pun kepada awak media.

Tidak hanya enggan berkomentar, pihak manajemen bahkan terkesan menutup rapat informasi, padahal peristiwa tersebut terjadi di dalam area pengelolaan mereka.

Sikap ini dinilai tidak etis, arogan, dan mencederai prinsip transparansi, serta berpotensi menghalang-halangi tugas jurnalistik yang dilindungi undang-undang.

“Hotel bukan ruang kebal hukum. Ketika terjadi peristiwa kematian di dalamnya, manajemen wajib kooperatif, bukan justru membungkam informasi,” ujar salah satu jurnalis di lokasi.

Unit 2 Polres Cilegon Juga Bungkam

Lebih memprihatinkan, saat awak media mencoba meminta klarifikasi lanjutan kepada pihak Unit 2 Polres Cilegon, tidak satu pun pertanyaan dijawab. Aparat yang ditemui memilih diam tanpa tanggapan, meski pertanyaan disampaikan secara resmi dan santun.

Sikap ini memicu kritik keras, karena aparat penegak hukum sejatinya memiliki kewajiban moral untuk memberikan informasi dasar kepada publik, sepanjang tidak mengganggu proses penyidikan.

Kritik Tajam: Publik Berhak Tahu

Pembungkaman informasi, baik oleh manajemen hotel maupun aparat, justru memperbesar spekulasi dan kecurigaan publik. Dalam kasus kematian yang terjadi di ruang publik seperti hotel, transparansi adalah keharusan, bukan pilihan.

Hotel Kalyana Mitta sebagai pelaku usaha jasa akomodasi tidak bisa cuci tangan, sementara aparat penegak hukum tidak seharusnya alergi terhadap pertanyaan media.

Jika pola bungkam ini terus dipertahankan, maka wajar bila publik menilai ada ketidak beresan dalam penanganan kasus tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai identitas korban, hasil pemeriksaan medis, maupun kronologi lengkap kejadian. 

Media akan terus memantau dan menggali informasi lanjutan demi kepentingan publik.

Sah, PWI Banten Tetapkan RA Sudrajat Sebagai Ketua PWI Kabupaten Lebak

By On Sabtu, Oktober 11, 2025

KONTRAS7.CO.ID - Cilegon - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten menggelar rapat pleno di Gedung Journalist Boarding School Cilegon, Sabtu (11/10/2025). Dalam rapat tersebut, Ketua PWI Banten, Rian Nopandra, secara resmi menetapkan RA Sudrajat sebagai Ketua PWI Kabupaten Lebak yang sah.

Penetapan ini dilakukan menyusul keputusan PWI Pusat yang sebelumnya telah menetapkan Rian Nopandra sebagai Ketua PWI Provinsi Banten yang sah melalui rapat pleno di Gedung Dewan Pers pada 7 Oktober 2025 lalu.

“Dualisme kepemimpinan PWI telah berakhir, baik di tingkat pusat maupun daerah. Untuk Kabupaten Lebak, Ketua PWI yang sah adalah RA Sudrajat, tidak ada nama lain,” tegas Rian Nopandra dalam sambutannya saat memimpin rapat pleno PWI Banten.

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Lebak, RA Sudrajat, menyampaikan komitmennya untuk menjalankan roda organisasi secara profesional dan sesuai dengan Peraturan Dasar serta Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) PWI. Ia menegaskan pentingnya soliditas antar anggota dan sinergi dengan seluruh pihak dalam memajukan profesi jurnalistik di daerah.

“Kami siap menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Fokus kami adalah memperkuat peran PWI sebagai wadah profesionalisme wartawan serta menjaga marwah organisasi,” ujar RA Sudrajat.

Rapat pleno ini menjadi momentum penting bagi PWI Banten dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memastikan kepemimpinan yang sah dan konsisten di seluruh tingkatan. 

Penetapan ini juga diharapkan dapat memperkokoh kebersamaan antar anggota dan meningkatkan kontribusi PWI terhadap pembangunan pers yang sehat, independen, dan beretika di Provinsi Banten.

Bongkar Rumah di Lapak Priuk Sukmajaya Cilegon, 2 Warga Tewas Tertimpa Runtuhan Tembok

By On Minggu, Agustus 24, 2025

Lokasi Pembongkaran Rumah di Kampung Lapak Priuk Sukmajaya Kota Cilegon, Minggu, 24 Agustus 2025.

KONTRAS7.CO.ID - Kota Cilegon - Peristiwa mengenaskan terjadi di Kampung Lapak Priuk, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon.

Sebanyak tiga orang tertimpa reruntuhan tembok rumah yang sedang dibongkar. "Dari tiga korban tersebut, dua orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Menurut keterangan warga sekitar lapak, ketiga orang tersebut memang sedang melakukan pembongkaran bangunan yang masuk dalam area pembongkaran. Minggu, 24 Agustus 2025.

Aktivitas pembongkaran dilakukan secara manual tanpa alat berat, sehingga berisiko tinggi jika struktur bangunan tidak diperhitungkan dengan baik.

"Mereka sedang bongkar rumah," ungkap salah satu warga setempat, Minggu (24/8/2025). 

Kesaksian ini menguatkan bahwa peristiwa mengenaskan tersebut terjadi saat korban tengah berusaha membongkar bagian dinding rumah.

Adapun korban yang tertimpa reruntuhan diketahui bernama Jasim (60), Julkarim, dan Sujai (40). "Dua di antara mereka tewas, sementara satu korban lainnya mengalami luka berat."

Sementara korban meninggal adalah, Jasim (60) dan Sujai (40).

"Peristiwa ini terjadi di tengah proses penggusuran lahan di kawasan lapak Priuk Sukmajaya." 

Sebelumnya, pihak pemilik kuasa lahan telah memberikan tenggat waktu kepada warga untuk membongkar bangunan mereka secara mandiri sebelum tim eksekusi turun langsung ke lapangan.

Sayangnya, proses pembongkaran mandiri yang dilakukan warga justru berujung petaka. 

Minimnya pengawasan teknis serta tidak adanya standar keamanan kerja menjadi faktor penyebab terjadinya musibah tersebut.

Musibah ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban terlihat dari salah seorang istri korban yang menangis histeris di lokasi kejadian.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *