Kontras7.co.id – Jakarta – Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, mengingatkan bahwa jurnalisme kritis merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, sikap kritis dalam pemberitaan bukan berarti pers harus menyerang atau menjatuhkan pihak tertentu.
Dilansir dari laman resmi Dewan Pers, pernyataan tersebut disampaikan Totok saat membuka Pelatihan Jurnalistik Tematik bertajuk “Jurnalisme Kritis versus Stigmatisasi Antikritik” di Hall Dewan Pers, Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Menurut Totok, pers memiliki posisi penting dalam mengawal jalannya kekuasaan sekaligus menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah. Karena itu, kritik melalui pemberitaan tetap dibutuhkan agar kebijakan publik dapat berjalan dengan baik dan tetap berada dalam kontrol masyarakat.
Namun, ia menegaskan bahwa jurnalisme kritis tidak identik dengan sikap menyerang. Kritik jurnalistik harus disampaikan secara elegan, berdasarkan fakta, serta tetap mengedepankan akal budi dan hati nurani.
“Pers yang hebat adalah pers yang mampu menjadi obor dan penuntun bagi kehidupan masyarakat dan negaranya,” ujar Totok, seperti dikutip dari laman resmi Dewan Pers.
Totok menilai keberadaan pers yang kritis menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Karena itu, pemerintah juga diharapkan tidak alergi terhadap kritik dan tetap membuka ruang dialog dengan masyarakat maupun insan pers.
Di sisi lain, wartawan dituntut tetap menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik. Kritik seharusnya diarahkan untuk kepentingan publik dan perbaikan, bukan sekadar untuk menyerang atau menjatuhkan pihak tertentu.
Ia juga mendorong agar hubungan antara pers, pemerintah dan masyarakat dibangun melalui komunikasi serta keterbukaan. Dengan demikian, kritik dapat menjadi bagian dari upaya bersama menjaga demokrasi dan kehidupan masyarakat.
Pesan Dewan Pers tersebut menjadi pengingat bahwa pers tetap harus kritis, tetapi kritik harus berpijak pada fakta, kepentingan publik dan tanggung jawab jurnalistik.
Redaksi Kontras7.co.id
You are reading the newest post
Next Post »
