Tim SAR Gabungan bersiap melakukan pencarian KM Arupadatu 1 dari Posko SAR Marina Lippo Carita, Senin (14/9/2026).
Kontras7.co.id – PANDEGLANG | Memasuki hari ke-7 operasi pencarian KM Arupadatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, kawasan Gunung Anak Krakatau, Tim SAR Gabungan kembali melakukan penyisiran pada Senin (14/9/2026).
Pemberangkatan dilakukan dari Posko Utama SAR Gabungan Marina Lippo Carita, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Apel dipimpin Kasi Ops Basarnas Banten Riski Dwianto, didampingi Kabag Binopsnal Ditpolairud Polda Banten AKBP H. Akhmad F, Padal Posko Ops Polres Pandeglang AKP Untung, serta Kasat Polair Polres Pandeglang Iptu Turip.
Sebanyak 18 unit kapal dan satu helikopter Dauphin AS365 N+ HR-3604 milik Basarnas RI dikerahkan untuk menyisir tujuh sektor dengan total luas area pencarian mencapai 6.654 NM².
Kasi Ops Basarnas Banten Riski Dwianto menjelaskan, fokus pencarian masih mencakup sebagian wilayah perairan Provinsi Banten dan sebagian besar perairan Provinsi Lampung.
Selain melalui laut dan udara, penyisiran juga dilakukan di darat, mulai dari pesisir Carita, Cinangka hingga Anyer. Seluruh potensi SAR dimaksimalkan dalam operasi tersebut.
Kasat Polair Polres Pandeglang Iptu Turip menegaskan, seluruh personel mengedepankan prinsip satu misi kemanusiaan dengan tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas.
“Kami menekankan bahwa ini adalah misi kemanusiaan bersama, demi menemukan kapal dan seluruh penumpang dalam kondisi selamat. Faktor keselamatan atau Safety First lebih diutamakan,” tegas Iptu Turip.
Menurutnya, apabila kondisi cuaca di laut dinilai membahayakan, pimpinan tim SAR di lapangan wajib mengambil langkah pengamanan untuk mencegah munculnya korban baru.
Pada pemberangkatan pagi, sebanyak sembilan personel diberangkatkan langsung dari Posko SAR Marina Lippo Carita menggunakan satu unit Kapal RIB 02 Banten. Mereka terdiri dari enam personel Basarnas, dua personel Polair dan satu personel Damkar Provinsi Banten.
Hingga kini, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, Ditpolairud Polda Banten, Satbrimob, Polres Pandeglang, TNI AL, BPBD, Damkar, Baznas, relawan dan potensi SAR masih terus melakukan pencarian.
Operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan memaksimalkan seluruh potensi yang tersedia untuk menemukan KM Arupadatu 1 dan seluruh penumpangnya.
« Prev Post
Next Post »
