Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
PKL II GP Ansor Pandeglang Ditutup, Peserta Didorong Jadi Kader Pemimpin yang Paripurna

By On Minggu, September 20, 2026

peserta dan pengurus GP Ansor usai penutupan PKL II di Pondok Pesantren 
Al-Falah, Majasari, Pandeglang.

KONTRAS7.CO.ID — PANDEGLANG — Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pandeglang menggelar Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) II selama empat hari, Kamis hingga Minggu, 17–20 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Al-Falah, Majasari, Pandeglang, tersebut diikuti 40 kader dari sejumlah daerah, yakni Kabupaten Pandeglang, Kota Serang, dan Kabupaten Lebak.

Seluruh peserta merupakan kader GP Ansor yang sebelumnya telah mengikuti dan dinyatakan lulus Pelatihan Kader Dasar (PKD).

Penutupan PKL II dilakukan oleh Sekretaris Wilayah PW GP Ansor Banten, H. M. Alvi Ruzzabady, M.Pd.

Dalam sambutannya, Alvi mengatakan PKL II bukan sekadar tahapan kaderisasi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter kepemimpinan.

“Harapan kami setelah lulus PKL II ini peserta bisa menjadi kader pemimpin yang paripurna. Bukan hanya pemimpin yang pintar secara gagasan, tapi kuat secara gerakan, dan tulus dalam pengabdian,” ujar Alvi.

Menurutnya, kader Ansor juga perlu memiliki keseimbangan antara ilmu, amal, dan ketakwaan. Kaderisasi, kata Alvi, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berorganisasi, tetapi juga menjadi bagian dari pengabdian.

“Menjadi kader yang berilmu, beramal, dan bertakwa, kader tentu harus memahami bahwa Ansor ini bukan sekadar organisasi, tapi jalan khidmah kepada para Muassis NU dan kepada Kiai,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pembina PC GP Ansor Pandeglang, di antaranya Lukmanul Hakim, mantan Ketua PC GP Ansor Pandeglang, Ahmad Hudori, mantan Ketua PW GP Ansor Banten, serta Pimpinan Pondok Pesantren Al-Falah, H. Ahmad Halwani.

Rangkaian PKL II kemudian ditutup dengan upacara penutupan yang diikuti seluruh peserta dengan penuh khidmat.

Melalui kegiatan tersebut, kader diharapkan tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan kepemimpinan, tetapi juga memiliki karakter, kemampuan bergerak, dan semangat pengabdian dalam menjalankan amanah organisasi.

Wagub Dimyati Dorong ICMI Pandeglang Aktif Berkontribusi untuk Kemajuan Daerah

By On Jumat, September 18, 2026

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah saat memberikan sambutan pada Pengukuhan Pengurus ICMI Orda Pandeglang Masa Bakti 2026–2031 
di Pendopo Kabupaten Pandeglang, 
Jumat (18/9/2026).

KONTRAS7.CO.ID — PANDEGLANG — Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendorong Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Pandeglang ikut berkontribusi dalam kemajuan daerah.

Hal itu disampaikan Dimyati usai menghadiri Pengukuhan Pengurus ICMI Orda Pandeglang Masa Bakti 2026–2031 di Pendopo Kabupaten Pandeglang, Jumat (18/9/2026).

Dimyati berharap pengurus yang baru dikukuhkan dapat segera aktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan pengurus ICMI setelah dikukuhkan bisa langsung aktif,” ujar Dimyati.

Dalam sambutannya, Dimyati juga menyampaikan pandangannya mengenai nilai yang menurutnya perlu dimiliki para anggota ICMI, mulai dari ilmu pengetahuan dan teknologi, kecerdasan, moral, sikap moderat, hingga iman dan takwa.

Menurutnya, kecendekiaan tidak cukup hanya dengan penguasaan ilmu. Pengetahuan juga perlu dibarengi moral, akhlak, serta kemampuan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Ia berharap anggota ICMI memiliki kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual yang baik.

“Harus sabar saat diuji, bersyukur saat mendapat nikmat, ikhlas saat memberi, dan tobat ketika berbuat salah,” katanya.

Dalam agenda tersebut, Yuliana Aristian resmi dikukuhkan sebagai Ketua ICMI Orda Pandeglang Masa Bakti 2026–2031.

Di kesempatan yang sama, Dimyati juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) yang hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Ia mengimbau masyarakat tidak mendekati lokasi erupsi dan mengikuti rekomendasi keselamatan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Keluarga Korban KM Arupadatu 1 Tabur Bunga di Perairan Gunung Anak Krakatau

By On Jumat, September 18, 2026


Keluarga korban KM Arupadatu 1 melaksanakan tabur bunga di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, 
Jumat (18/9/2026). 

KONTRAS7.CO.ID — PANDEGLANG — Keluarga delapan korban hilang kontak KM Arupadatu 1 melaksanakan prosesi tabur bunga di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK), Selat Sunda, Jumat (18/9/2026).

Prosesi tersebut didampingi Ditpolairud Polda Banten bersama Basarnas sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi lima jurnalis serta tiga anak buah kapal (ABK) yang hingga kini belum ditemukan setelah pencarian berlangsung selama 10 hari.

Suasana haru terlihat saat keluarga korban menaburkan bunga ke laut. Prosesi berlangsung khidmat, diiringi doa dan harapan agar para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea, S.I.K. mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bentuk empati sekaligus dukungan moril kepada keluarga korban setelah operasi SAR aktif dihentikan.

“ Kegiatan tabur bunga ini merupakan bentuk penghormatan dan doa bersama untuk para korban. Polda Banten bersama seluruh unsur terkait terus memberikan dukungan moril kepada keluarga korban,” ujar Maruli.

Menurut Maruli, tabur bunga juga menjadi simbol penghormatan terakhir sekaligus bentuk kepedulian terhadap keluarga korban yang masih menghadapi situasi berat.

Sebelumnya, Operasi SAR Gabungan yang dipusatkan di Posko Marina Lippo Carita, Pandeglang, resmi dihentikan pada Kamis (17/9/2026) setelah selama 10 hari pencarian tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun material kapal.

Setelah operasi SAR aktif dihentikan, pencarian selanjutnya dilakukan melalui mekanisme pemantauan.

Operasi SAR KM Arupadatu 1 Resmi Dihentikan Setelah 10 Hari Pencarian

By On Kamis, September 17, 2026


Kepala Basarnas Banten Al Amrad menyampaikan keterangan dalam Rapat Evaluasi Penanganan Laka Laut KM Arupadatu 1 di Posko SAR Gabungan 
Marina Lippo, Carita, Pandeglang.

KONTRAS7.CO.ID — PANDEGLANG — Operasi SAR Gabungan untuk mencari KM Arupadatu 1 beserta delapan kru yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda resmi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari.

Keputusan tersebut disampaikan dalam Rapat Evaluasi Penanganan Laka Laut di Posko SAR Gabungan Marina Lippo, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (17/9/2026) pukul 16.57 WIB.

Rapat evaluasi dipimpin Kepala Basarnas Banten Al Amrad, S.Sos., dan dihadiri Gubernur Banten H. Andra Soni, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea, S.I.K., Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, Kapolres Pandeglang AKBP Sonny Harsono, S.H., unsur Forkopimda serta keluarga korban.

Kepala Basarnas Banten Al Amrad menyampaikan, operasi pencarian aktif selama 10 hari dihentikan setelah evaluasi menunjukkan belum ditemukannya tanda-tanda keberadaan korban maupun material kapal.

“Operasi pencarian aktif selama 10 hari resmi dihentikan dan dinilai sudah tidak efektif karena tidak ditemukannya tanda-tanda keberadaan korban maupun material kapal,” ujar Al Amrad.

Meski operasi pencarian aktif dihentikan, pemantauan tetap dilakukan melalui mekanisme e-broadcast dengan melibatkan instansi terkait, kapal-kapal yang melintas, serta nelayan di wilayah Selat Sunda hingga perairan Bengkulu.

Operasi SAR juga dapat dibuka kembali apabila terdapat informasi atau indikasi baru mengenai keberadaan korban maupun kapal.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, selama proses pencarian, Polda Banten mengerahkan delapan kapal patroli serta personel gabungan Satbrimob, Biddokkes, Biro SDM dan Satpolairud jajaran sejak hari pertama hingga hari ke-10.

Menurut Maruli, sebanyak 13 objek barang yang ditemukan selama pencarian telah dikonfrontir untuk memastikan keterkaitannya dengan KM Arupadatu 1.

“Dari 13 objek barang temuan Basarnas berupa life jacket, pelampung putih, galon Aqua, helm merah, jerigen biru dan dua terpal, seluruhnya telah dikonfrontir dan terbukti tidak identik dengan kelengkapan Kapal Arupadatu 1,” ujar Maruli.

Sementara itu, Gubernur Banten H. Andra Soni menyampaikan duka cita kepada keluarga korban sekaligus mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian.

“Sesuai UU No. 29 Tahun 2014, masa operasi 7 hari telah diperpanjang 3 hari atas permohonan keluarga dan Pemprov Banten. Kami menghormati keputusan penghentian operasi rutin yang dinyatakan oleh Kepala Basarnas Banten pada hari ke-10. Akan tetapi, kami tetap berharap koordinasi berjalan bila ada petunjuk baru, dan Pemprov Banten berkomitmen mendampingi pihak keluarga korban,” ujar Andra Soni.

Hingga hari ke-10, delapan kru KM Arupadatu 1 belum ditemukan. Meski operasi pencarian aktif dihentikan, unsur TNI, Polri dan Basarnas tetap melakukan pemantauan serta siap melakukan tindakan lebih lanjut apabila terdapat informasi baru.

Adde Rosi Dukung Tim SAR Cari KM Arupadatu 1, Doakan 8 Kru Segera Ditemukan

By On Kamis, September 17, 2026

Adde Rosi Khoerunnisa menyampaikan dukungan kepada Tim SAR dalam pencarian KM Arupadatu 1 dan delapan kru yang hilang kontak di Selat Sunda.

KONTRAS7.CO.ID — PANDEGLANG — Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dapil Banten I, Hj. Adde Rosi Khoerunnisa, M.Si., menyampaikan doa dan dukungan kepada Tim SAR Gabungan yang masih melakukan pencarian KM Arupadatu 1 beserta delapan kru yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda.

Hal itu disampaikan Adde Rosi saat menghadiri Sosialisasi MPR RI di SDN 7 Cicadas, Pandeglang, Banten, Kamis (17/9/2026).

“Kami merasa sedih dan terpukul mendengar kabar ini, karena KM Arupadatu 1 yang membawa 8 kru di hari pencarian ke-10 masih belum ditemukan. Besar harapan dan doa kami, semoga 8 kru KM Arupadatu 1 segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Adde Rosi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD hingga para relawan.

“Kami apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja keras Tim SAR, dalam hal ini Basarnas, Polda Banten, TNI, BPBD beserta para relawan atas kerja kerasnya tanpa kenal lelah dalam melakukan proses pencarian. Semoga Tim SAR berhasil menemukan tanda ataupun titik terang sekecil apa pun itu,” ungkapnya.

Adde Rosi turut menyampaikan pesan kepada keluarga delapan kru KM Arupadatu 1 agar diberikan ketabahan dan kekuatan selama menghadapi proses pencarian tersebut.

Dalam kunjungan yang sama, Adde Rosi didampingi Kepala SDN 7 Cicadas Hj. Mimin Karminingsih, S.Pd., dan Ketua Komite H. Ahmad Jaya, S.Sos.

Di sela kegiatan, Adde Rosi juga menyerahkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) secara simbolis kepada 119 siswa SDN 7 Cicadas, Pandeglang.

Hari Kedelapan, Tim SAR Kembali Sisir Selat Sunda Cari 8 Orang KM Arupadatu 1

By On Selasa, September 15, 2026

Petugas SAR menyampaikan perkembangan operasi pencarian KM Arupadatu 1 
di Posko SAR Gabungan, Pandeglang.

Kontras7.co.id – PANDEGLANG | Memasuki hari kedelapan, Tim SAR Gabungan kembali menyisir perairan Selat Sunda untuk mencari delapan orang yang hilang kontak setelah speedboat yang mereka tumpangi belum diketahui keberadaannya di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Delapan orang tersebut terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal. Hingga Selasa (15/9/2026), tanda-tanda keberadaan mereka belum ditemukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, Al Amrad, mengatakan pencarian hari kedelapan ini merupakan bagian dari masa tambahan setelah operasi diperpanjang tiga hari berdasarkan hasil evaluasi hari ketujuh.

“Memasuki hari kedelapan, kami masih berupaya mencari speedboat yang mengalami lost contact (hilang kontak) di perairan Selat Sunda, tepatnya di sekitar Gunung Anak Krakatau,” ujar Al Amrad dalam konferensi pers di Posko SAR Gabungan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Selasa.

20 Alut Dikerahkan

Dalam pencarian hari kedelapan, sebanyak 20 alat utama (alut) laut dikerahkan. Armada tersebut terdiri dari empat KRI, dua KAL, satu RBB TNI AL, delapan kapal KP Polairud, serta tiga KN SAR dari Kantor SAR Banten, Jakarta dan Lampung.

Selain itu, dua unit RIB dari Kantor SAR Lampung dan Banten juga ikut melakukan pencarian.

Area pencarian dibagi dalam sejumlah sektor dengan total luas sekitar 4.762 mil laut persegi.

Di Sektor A seluas 1.026 mil laut persegi, KRI Gilimanuk dan KRI Leuser melakukan pencarian selama sekitar 10 jam di sebelah barat perairan Teluk Belimbing, Lampung.

Sektor B seluas 780 mil laut persegi disisir KN SAR Antasena dan KP Sanjaya selama sekitar 10 jam di perairan Pulau Panaitan.

Sementara Sektor C seluas 825 mil laut persegi disisir KN SAR 247 Tetuka selama sekitar sembilan jam, mulai dari timur laut Pulau Panaitan hingga pesisir Gunung Anak Krakatau dengan radius empat kilometer.

Di sektor tersebut, tim juga menindaklanjuti informasi dari sebuah video di media sosial yang memperlihatkan objek menyerupai bangkai kapal. Setelah diperiksa menggunakan sea rider dan drone, objek tersebut tidak ditemukan.

Pencarian kemudian dilanjutkan KRI Lepu selama sekitar 10 jam di sebelah tenggara Gunung Anak Krakatau dan KRI Kerambit selama sekitar delapan jam di tenggara Pulau Sebesi.

Pada Sektor D seluas 872 mil laut persegi, KN SAR Pasudewa menyisir wilayah dari perairan barat laut Gunung Anak Krakatau hingga perairan Legundi selama sekitar 10,5 jam.

RIB Lampung, KAL dan unsur lainnya juga menyisir perairan sekitar Pulau Sebuku, Gunung Anak Krakatau, Anyer hingga Pulau Sebesi.

Sementara di Sektor F seluas 459 mil laut persegi, RIB-02 Banten melakukan pencarian dari perairan Sumur hingga Tanjung Lesung. RBB TNI AL menyisir wilayah dari pesisir Anyer hingga Carita, sedangkan sejumlah kapal Polairud melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai sisi barat selama sekitar sembilan jam.

Meski pencarian dilakukan secara masif, keberadaan delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut hingga kini masih belum diketahui.

Cuaca Jadi Salah Satu Kendala

Di lapangan, kondisi cuaca umumnya berawan dan berkabut. Jarak pandang berkisar 1 hingga 1,5 kilometer.

Tinggi gelombang di wilayah operasi Selat Sunda berada di kisaran 0,5 hingga 0,75 meter. Sementara arah Samudra Hindia mencapai sekitar 2,5 meter.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau juga masih berada pada Level III atau Siaga. Namun, selama proses pencarian berlangsung tidak terjadi erupsi.

Al Amrad mengatakan pencarian akan terus diperluas. Basarnas juga berkoordinasi dengan KSOP untuk memantau kapal-kapal yang melintas dan menyebarkan informasi kejadian kepada Kantor SAR Lampung serta Bengkulu.

Tim SAR Bengkulu turut digerakkan untuk melakukan penyisiran dari sisi barat Bengkulu hingga Pulau Enggano.

Koordinasi dengan nelayan dan kapal yang melintas di sejumlah wilayah, termasuk sekitar Ujung Kulon, juga terus dilakukan.

“Hingga saat ini, tanda-tanda keberadaan delapan orang, lima jurnalis dan tiga kru kapal, masih belum ditemukan atau nihil,” kata Al Amrad.

Tim SAR Gabungan memastikan pencarian masih terus dilakukan pada masa perpanjangan operasi tersebut.

Operasi Pencarian KM Arupadatu 1 Diperpanjang Tiga Hari, Delapan Orang Masih Dicari

By On Selasa, September 15, 2026

Tim SAR Gabungan saat melakukan 
operasi pencarian KM Arupadatu 1 
di perairan Selat Sunda.

Kontras7.co.id – PANDEGLANG | Basarnas Banten memperpanjang operasi pencarian dan pertolongan terhadap delapan orang yang masih hilang kontak setelah KM Arupadatu 1, selama tiga hari ke depan.

Perpanjangan operasi dimulai pada hari ke-8 hingga hari ke-10, yakni Selasa, 15 September sampai Kamis, 17 September 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah Tim SAR Gabungan melakukan evaluasi di Posko Utama SAR Gabungan, Marina Lippo Carita, Pandeglang, Senin (15/9/2026).

Rapat evaluasi dihadiri Gubernur Banten Andra Soni, Kepala Basarnas Banten Al Amrad, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea, BPBD Banten, TNI serta para relawan.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, Pemerintah Provinsi Banten meminta Basarnas melanjutkan operasi pencarian terhadap delapan orang yang hingga kini belum ditemukan.

Menurut Andra, sesuai ketentuan di bidang pencarian dan pertolongan, operasi SAR pada prinsipnya dilakukan selama tujuh hari dan dapat diperpanjang berdasarkan pertimbangan tertentu, termasuk permintaan keluarga maupun pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala Basarnas Banten Al Amrad mengatakan keputusan memperpanjang pencarian selama tiga hari diambil setelah evaluasi terhadap pelaksanaan operasi selama tujuh hari.

“Setelah tujuh hari operasi sesuai SOP, kami evaluasi bersama pimpinan. Atas pertimbangan kemanusiaan, adanya permintaan dari keluarga korban, dan belum ditemukannya tanda-tanda yang signifikan, maka pencarian dilanjutkan selama tiga hari ke depan,” ujar Al Amrad.

Dalam perpanjangan operasi ini, pencarian tetap difokuskan pada tujuh sektor yang telah ditentukan. Tim SAR juga akan menyisir wilayah yang sebelumnya belum dilakukan pencarian, termasuk perairan Banten-Lampung dan kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau.

Perpanjangan operasi tersebut disambut haru keluarga yang masih bertahan di Posko SAR. Mereka berharap tambahan waktu tiga hari ini membawa titik terang bagi pencarian delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK).

Hingga berita ini ditayangkan, Tim SAR Gabungan masih melakukan penyisiran di sejumlah wilayah pencarian.

Hari Ke-7 Pencarian KM Arupadatu 1, Tim SAR Kerahkan 18 Kapal dan 1 Helikopter

By On Senin, September 14, 2026

Tim SAR Gabungan bersiap melakukan pencarian KM Arupadatu 1 dari Posko SAR Marina Lippo Carita, Senin (14/9/2026).

Kontras7.co.id – PANDEGLANG | Memasuki hari ke-7 operasi pencarian KM Arupadatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, kawasan Gunung Anak Krakatau, Tim SAR Gabungan kembali melakukan penyisiran pada Senin (14/9/2026).

Pemberangkatan dilakukan dari Posko Utama SAR Gabungan Marina Lippo Carita, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Apel dipimpin Kasi Ops Basarnas Banten Riski Dwianto, didampingi Kabag Binopsnal Ditpolairud Polda Banten AKBP H. Akhmad F, Padal Posko Ops Polres Pandeglang AKP Untung, serta Kasat Polair Polres Pandeglang Iptu Turip.

Sebanyak 18 unit kapal dan satu helikopter Dauphin AS365 N+ HR-3604 milik Basarnas RI dikerahkan untuk menyisir tujuh sektor dengan total luas area pencarian mencapai 6.654 NM².

Kasi Ops Basarnas Banten Riski Dwianto menjelaskan, fokus pencarian masih mencakup sebagian wilayah perairan Provinsi Banten dan sebagian besar perairan Provinsi Lampung.

Selain melalui laut dan udara, penyisiran juga dilakukan di darat, mulai dari pesisir Carita, Cinangka hingga Anyer. Seluruh potensi SAR dimaksimalkan dalam operasi tersebut.

Kasat Polair Polres Pandeglang Iptu Turip menegaskan, seluruh personel mengedepankan prinsip satu misi kemanusiaan dengan tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas.

“Kami menekankan bahwa ini adalah misi kemanusiaan bersama, demi menemukan kapal dan seluruh penumpang dalam kondisi selamat. Faktor keselamatan atau Safety First lebih diutamakan,” tegas Iptu Turip.

Menurutnya, apabila kondisi cuaca di laut dinilai membahayakan, pimpinan tim SAR di lapangan wajib mengambil langkah pengamanan untuk mencegah munculnya korban baru.

Pada pemberangkatan pagi, sebanyak sembilan personel diberangkatkan langsung dari Posko SAR Marina Lippo Carita menggunakan satu unit Kapal RIB 02 Banten. Mereka terdiri dari enam personel Basarnas, dua personel Polair dan satu personel Damkar Provinsi Banten.

Hingga kini, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, Ditpolairud Polda Banten, Satbrimob, Polres Pandeglang, TNI AL, BPBD, Damkar, Baznas, relawan dan potensi SAR masih terus melakukan pencarian.

Operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan memaksimalkan seluruh potensi yang tersedia untuk menemukan KM Arupadatu 1 dan seluruh penumpangnya.

Hari Keenam Pencarian, PWI Banten Turunkan Lima Jurnalis ke Selat Sunda

By On Minggu, September 13, 2026

Lima delegasi PWI Banten bergabung dalam penyisiran bersama Ditpolairud Polda Banten pada hari keenam pencarian di perairan Selat Sunda, Minggu (13/9/2026).

KONTRAS7.CO.ID — BANTEN — Memasuki hari keenam pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK), PWI Provinsi Banten mengirimkan lima perwakilan untuk ikut langsung dalam operasi pencarian di perairan Selat Sunda, Minggu (13/9/2026).

Kelima jurnalis tersebut yakni Herman dari Penabanten.com, Raden Dede dari Siberindo.com, David Nababan dari Indosatunews.com, Herfa Al Jihad selaku Humas PWI Banten dari Berita-Rakyat.com, serta Yustinus Agus dari DistrikBantenNews.com.

Mereka bergabung bersama personel Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten untuk menyisir wilayah perairan laut lepas.

Kehadiran delegasi PWI Banten mendapat apresiasi dari Perwira Ditpolairud Polda Banten AKBP Capt. Sherly Anggraini, S.ST., M.Han., M.Mar. Menurutnya, keterlibatan insan pers menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan terhadap proses pencarian yang masih berlangsung.

Pada penyisiran hari keenam, armada diarahkan menuju kawasan perairan Ujung Kulon dengan estimasi waktu pelayaran sekitar empat jam. Kondisi cuaca laut juga menjadi perhatian utama selama proses pencarian.

“Pencarian diarahkan menuju wilayah perairan Ujung Kulon. Kondisi cuaca maritim akan terus dipantau secara berkala. Apabila dinamika cuaca di laut tidak memungkinkan, tim diinstruksikan segera melaporkan perkembangan situasi demi keselamatan bersama,” tegas Capt. Sherly di dermaga keberangkatan.

Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Banten Rian Nopandra melalui Seksi Humas PWI Banten, Herfa Al Jihad, mengatakan keikutsertaan lima delegasi tersebut merupakan bentuk solidaritas dan empati komunitas pers Banten terhadap rekan-rekan mereka yang masih dalam pencarian.

“Kami hadir langsung untuk memberikan dukungan moril dan tenaga terhadap proses pencarian rekan-rekan kami. Ini adalah bentuk solidaritas nyata sesama insan pers. Doa dan harapan kami tidak pernah putus agar lima wartawan dan tiga kru kapal dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat,” tutur Herfa.

Hingga hari keenam, tim SAR gabungan bersama Ditpolairud Polda Banten dan relawan jurnalis terus memperluas penyisiran dari perairan Pandeglang hingga kawasan Ujung Kulon.

Pencarian masih dilakukan dengan harapan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak dapat segera ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi selamat.

Polda Banten Periksa Barang Temuan di Selat Sunda, Dua Life Jacket Disebut Bukan Milik KM Arupadhatu 1

By On Minggu, September 13, 2026

KONTRAS7.CO.ID — BANTEN — Polda Banten melalui Ditpolairud memeriksa sejumlah barang yang ditemukan kapal KN SAR Tetuka di sekitar perairan Selat Sunda, sebelah timur Pulau Rakata, Sabtu (12/9/2026).

Barang yang ditemukan terdiri dari satu helm plastik berwarna merah, satu jeriken plastik berwarna biru dengan tutup hitam, serta dua life jacket berwarna oranye.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan barang-barang tersebut telah diserahterimakan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan dan konfirmasi kepada pemilik kapal KM Arupadhatu 1, dua life jacket berwarna oranye bertuliskan “MILLES.II” dinyatakan bukan milik kapal tersebut.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan konfirmasi dari pemilik kapal KM Arupadhatu 1, dua life jacket berwarna oranye bertuliskan MILLES.II dinyatakan bukan milik kapal, karena life jacket yang tersedia di kapal berwarna merah, kuning dan ungu serta tidak memiliki tulisan MILLES.II,” ujarnya, Minggu (13/9/2026).

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap jeriken berwarna biru yang ditemukan di lokasi. Maruli mengatakan isi jeriken mengeluarkan aroma minyak sayur dan bukan bahan bakar Pertamax yang digunakan KM Arupadhatu 1.

Selain isi, terdapat perbedaan fisik antara jeriken temuan dan jeriken yang digunakan kapal.

“Jeriken milik KM Arupadhatu 1 berwarna biru pudar, berkapasitas 30 liter, berbentuk pendek, memiliki tutup berwarna putih dan polos tanpa penanda. Sedangkan jeriken yang ditemukan berwarna biru tua, berkapasitas 35 liter, berbentuk panjang, memiliki tutup berwarna hitam dan terdapat tulisan pada bagian jeriken,” jelasnya.

Sementara itu, helm plastik berwarna merah juga dinyatakan bukan milik KM Arupadhatu 1. Berdasarkan pemeriksaan, kapal tersebut tidak memiliki maupun menyediakan helm dengan jenis tersebut di atas kapal.

Polda Banten mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi selama proses pencarian dan pemeriksaan masih berlangsung.

“Setiap perkembangan terkait proses pencarian dan pemeriksaan akan disampaikan melalui sumber informasi resmi,” tutup Maruli.


Eksis Fun Run 2026 Meriah, Wabup Pandeglang Soroti Dampak Ekonomi untuk UMKM

By On Minggu, September 13, 2026

Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi membuka Eksis Fun Run 2026 di Alun-Alun Pandeglang, Minggu (13/9/2026).

KONTRAS7.CO.ID — PANDEGLANG — Eksis Fun Run 2026 berlangsung meriah di Alun-Alun Pandeglang, Minggu (13/9/2026) pagi. Ratusan peserta dari berbagai kalangan ikut ambil bagian dalam kegiatan olahraga tersebut.

Bagi Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi, kegiatan seperti Fun Run tidak hanya soal olahraga. Ramainya peserta juga membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendapatkan manfaat ekonomi.

“Sehat itu bukan saja jasmani dan rohani, tetapi ekonomi masyarakat juga harus menjadi perhatian,” kata Iing.

Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menjadi peluang yang bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi lokal. Hal itu terlihat dari banyaknya peserta yang kemudian mengunjungi dan berbelanja di warung maupun lapak UMKM di sekitar lokasi kegiatan.

“Dengan adanya acara ini, perputaran ekonomi UMKM semakin meningkat. Saya lihat tadi banyak sekali para peserta yang mengunjungi warung-warung UMKM,” ungkapnya.

Karena itu, Iing menilai kegiatan olahraga, hiburan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat perlu terus dipadukan. Kegiatan yang menghadirkan banyak orang dinilai dapat menjadi ruang promosi sekaligus pasar bagi pelaku UMKM.

“Ini tentunya sangat baik. Masyarakat bisa berolahraga, bersilaturahmi, sekaligus para pelaku UMKM mendapatkan manfaat dari ramainya kegiatan,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar dengan melibatkan lebih banyak masyarakat dan pelaku UMKM. Dengan begitu, kegiatan olahraga tidak berhenti sebagai hiburan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah.

Sementara itu, Ketua KORMI Pandeglang sekaligus Ketua Panitia Eksis Fun Run 2026, Abu Rizal Syifa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.

Ia mengatakan evaluasi tetap akan dilakukan agar pelaksanaan kegiatan berikutnya dapat berjalan lebih baik. Dalam waktu dekat, panitia juga menyiapkan agenda olahraga lainnya.

“Kita akan terus perbaiki ke depannya, terima kasih kami ucapkan kepada semua sponsor yang sudah mendukung dalam acara Eksis Fun Run 2026. Dalam waktu dekat, kami juga akan mengadakan liga futsal tingkat SD, SMP, SMA, dan antar-guru,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Pandeglang Surayadi Sembiring, anggota DPRD Pandeglang Linda Kurniasari, Pimpinan Cabang Bank Banten Pandeglang Trio Adit Pamungkas, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Hari Keempat Pencarian, Warga Sukarame Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal

By On Sabtu, September 12, 2026

Warga Desa Sukarame menggelar doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga kru kapal yang masih dalam pencarian 
di Dermaga Marina Carita, 
Jumat (11/9/2026) malam.

Kontras7.co.id – PANDEGLANG | Memasuki hari keempat pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, warga Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, menggelar pengajian dan doa bersama di Dermaga Marina Carita, Jumat (11/9/2026) malam.

Doa bersama digelar sebagai bentuk ikhtiar dan dukungan moril bagi keluarga lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hingga kini masih dalam pencarian.

Salah satu yang dicari merupakan warga Desa Sukarame, Heriyanto Bonsai, yang diketahui menjadi pemandu kapal.

Ketua RT 20/005 Desa Sukarame, Adhari Alis, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Banten Andra Soni serta seluruh unsur Tim SAR Gabungan, TNI, Polri dan relawan yang terus melakukan pencarian.

“Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Gubernur Banten, Tim SAR Gabungan, TNI, Polri dan relawan yang telah fokus mencari saudara kami Heriyanto, yang keseharian kami panggil Bonsai,” ujar Adhari.

Menurut Adhari, doa bersama menjadi salah satu bentuk ikhtiar masyarakat. Warga berharap seluruh jurnalis dan kru kapal segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Hal senada disampaikan warga Kampung Shanghiang, Desa Sukarame, Sarifudin (72). Ia mengatakan masyarakat telah rutin mendoakan para korban sejak malam pertama mendapat kabar hilangnya rombongan kapal.

“Kami selalu menanti saudara-saudara kami yang sedang dalam pencarian. Setiap malam, dari malam Rabu, di mushola masing-masing kami melakukan doa bersama. Sudah tiga malam selalu berdoa,” kata Sarifudin.

Pada Jumat malam, warga kembali berkumpul di Dermaga Marina Carita yang menjadi Pos SAR Gabungan untuk memanjatkan doa bersama.

Kapolsek Carita Supandi yang turut hadir juga mengajak masyarakat mendoakan keselamatan lima jurnalis dan tiga kru kapal, sekaligus kesehatan dan kekuatan bagi personel yang terlibat dalam operasi pencarian.

“Malam ini kita fokus kirim doa untuk keselamatan, juga untuk Tim SAR Gabungan diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalani misi pencarian,” ujar Supandi.

Pemerintah Provinsi Banten terus memberikan dukungan terhadap operasi pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan. Memasuki hari keempat, pencarian masih dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur.

Masyarakat berharap seluruh jurnalis dan kru kapal yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Gubernur Andra Soni Pantau Langsung Pencarian Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal

By On Jumat, September 11, 2026

Gubernur Banten Andra Soni memantau langsung operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal menggunakan KN SAR 247 Tetuka, Jumat (11/9/2026).

Kontras7.co.id – CILEGON | Gubernur Banten Andra Soni turun langsung memantau proses pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal cepat (speedboat) yang hilang kontak sejak Senin (7/9/2026).

Bersama Tim SAR Gabungan, Andra Soni menyisir perairan di sekitar lokasi kejadian menggunakan KN SAR 247 Tetuka, Jumat (11/9/2026). Gubernur bertolak dari Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, sekaligus memonitor komunikasi radio terkait koordinasi antarkapal yang terlibat dalam operasi pencarian.

“Saya melihat langsung semua ikhtiar yang dilakukan dan memonitor komunikasi radio terkait koordinasi dengan kapal-kapal lain yang sedang bertugas,” ungkap Andra Soni.

Dalam operasi tersebut, Tim SAR Gabungan menyisir sejumlah wilayah perairan yang mengelilingi Gunung Anak Krakatau. Rute pencarian difokuskan mulai dari sekitar Pulau Rakata, Pulau Sertung, hingga melewati Pulau Sebesi.

Andra Soni juga memberikan apresiasi dan semangat kepada seluruh personel Tim SAR Gabungan agar tetap menjaga kesehatan dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

“Ini adalah bentuk ikhtiar negara melalui komitmen Presiden Prabowo Subianto agar seluruh potensi yang ada dimaksimalkan, dan itu saya lihat langsung di lapangan. Prosedur pencarian serta pemetaan (SAR Maps) kita serahkan sepenuhnya kepada Basarnas,” jelasnya.

Andra Soni menyampaikan keprihatinan kepada keluarga lima jurnalis dan tiga kru kapal yang masih menunggu kabar. Ia mengajak masyarakat Indonesia turut mendoakan kelancaran proses pencarian.

“Saya berterima kasih kepada seluruh pihak yang terus melakukan upaya penyelamatan. Semoga ikhtiar ini dimudahkan dan kita segera menemukan saudara-saudara kita dalam keadaan selamat,” pungkasnya.


Life Jacket yang Ditemukan Dipastikan Bukan Milik Kapal Arupadatu 1

By On Jumat, September 11, 2026

Tim pencarian mengamankan life jacket 
yang ditemukan di perairan sekitar Anyer.

KONTRAS7.CO.ID — PANDEGLANG — Pemilik kapal memastikan life jacket yang ditemukan tim pencarian di perairan sekitar Anyer bukan merupakan perlengkapan milik kapal Arupadatu 1 yang digunakan rombongan awak kapal dan wartawan yang hingga kini masih mengalami lost contact.

Sebelumnya, Kabidhumas Polda Banten menyampaikan adanya temuan sebuah life jacket di perairan sekitar Anyer. Benda tersebut telah diamankan tim untuk pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.

“Benda tersebut telah diamankan oleh tim untuk dilakukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut,” ujar Kabidhumas Polda Banten, Jumat (11/9).

Pemilik kapal, Sandi, kemudian memastikan life jacket tersebut berbeda dengan perlengkapan keselamatan yang digunakan di kapal Arupadatu 1. Perbandingan dilakukan dengan perlengkapan yang ada di Arupadatu 2.

“Life jacket yang ditemukan tim bukan milik kapal Arupadatu 1 karena berbeda dengan yang saya miliki. Saya mengambil pembanding dari perlengkapan yang ada di Arupadatu 2. Perbedaannya terlihat dari bagian resleting, grip, maupun bahannya,” jelas Sandi.

Dengan perbedaan tersebut, Sandi menyatakan life jacket yang ditemukan tidak berkaitan dengan perlengkapan yang berada di speedboat Arupadatu 1 yang dilaporkan hilang kontak.

Sementara itu, Kabiddokes Polda Banten menjelaskan bahwa proses identifikasi terhadap korban bencana dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pemeriksaan tempat kejadian perkara, pengumpulan data antemortem, pemeriksaan postmortem, hingga rekonsiliasi.

“Untuk proses antemortem, kami telah mendapatkan delapan data dari keluarga korban. Data tersebut nantinya akan dicocokkan dengan data postmortem apabila ditemukan korban. Apabila data antemortem dan postmortem telah sesuai, barulah dapat dinyatakan identitas korban,” jelasnya.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Untuk perkembangan operasi pencarian, kami meminta masyarakat mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh Polda Banten maupun tim SAR gabungan,” tutupnya.

Cecep Bahrul Matori Terpilih Aklamasi Pimpin IKA PMII Pandeglang 2026-2030

By On Kamis, September 10, 2026

Kontras7.co.id, Pandeglang — Cecep Bahrul Matori, S.I.P., terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Pandeglang periode 2026-2030 melalui Musyawarah Cabang (Muscab) II.

Muscab yang digelar di Aula Gedung PKPRI Pandeglang tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi. Kegiatan turut dihadiri Ketua DPRD Pandeglang H. Tb. Agus Khotibul Umam, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh H. Supardi, jajaran Forkopimda, pengurus cabang PMII, serta para alumni dan tamu undangan.

Pimpinan sidang, Ahmadi, menyampaikan penetapan Cecep sebagai ketua dilakukan melalui musyawarah mufakat pada pukul 19.32 WIB.

Ketua demisioner IKA PMII Pandeglang, Dr. Nandang Kosim, mengatakan Muscab II tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum memperkuat konsolidasi dan merumuskan arah organisasi ke depan.

“Musab ini menjadi ruang strategis sekaligus ajang silaturahmi untuk para alumni PMII dalam merumuskan arah gerakan, program dan kerja nyata yang sejalan dengan organisasi,” ujar Nandang.

Sementara itu, Cecep Bahrul Matori menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan IKA PMII Pandeglang harus menjadi rumah besar bagi para alumni sekaligus ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Alhamdulillah semua proses berjalan lancar. Saya ucapkan terima kasih atas kepercayaan dan amanah ini. IKA PMII Pandeglang harus menjadi rumah besar alumni dan garda paling depan dalam mengawal pembangunan daerah, baik infrastruktur, pendidikan, kesehatan maupun sumber daya manusia,” ujarnya.

Usai penetapan, Cecep yang sekaligus menjadi Ketua Tim Formatur akan menyusun kepengurusan PC IKA PMII Pandeglang periode 2026-2030. Dalam proses tersebut, ia akan didampingi Sekretaris Formatur dari unsur demisioner ketua serta anggota dari kalangan alumni.

Bupati Pandeglang Doakan Lima Jurnalis dan Kru KM Arupadatu Segera Ditemukan

By On Rabu, September 09, 2026

Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani 
saat mengikuti rapat terkait pencarian 
KM Arupadatu di Pusdalops BPBDPK Pandeglang, Rabu (9/9/2026).

Kontras7.co.id, Pandeglang — Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang mendoakan keselamatan lima jurnalis dan tiga kru KM Arupadatu yang masih dalam pencarian setelah dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Doa tersebut disampaikan Bupati Dewi seusai mengikuti rapat bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Rabu (9/9/2026).

Dewi menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tersebut dan berharap seluruh jurnalis serta kru kapal segera ditemukan dalam kondisi selamat.

“Semoga saudara-saudara kita yang sedang menjalankan tugas jurnalistik diberikan keselamatan, perlindungan dan segera ditemukan dalam keadaan sehat,” ujar Dewi.

Ia juga meminta seluruh unsur terkait terus berkoordinasi dan memberikan dukungan terhadap proses pencarian dan pertolongan.

Menurutnya, Pemkab Pandeglang siap memberikan dukungan sesuai kewenangan dan kapasitas pemerintah daerah.

“Tim BPBDPK Kabupaten terus melakukan pencarian, kita terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait. Mudah-mudahan proses pencarian dapat berjalan dengan lancar dan mereka segera ditemukan,” katanya.

Berdasarkan laporan Basarnas Banten bersama Ditpolairud Polda Banten, rombongan yang hilang kontak tersebut terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal. Mereka sebelumnya dilaporkan berangkat dari kawasan pesisir Carita menuju perairan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan.

Hingga Rabu (9/9/2026), operasi pencarian masih dilakukan oleh Tim SAR Gabungan dengan mengerahkan berbagai unsur dan sumber daya.

Dewi juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan perkembangan operasi kepada pihak berwenang.

“Mohon masyarakat tetap tenang dan bersama-sama mendoakan agar seluruh jurnalis dan kru segera ditemukan dalam keadaan selamat,” pungkasnya.

Hari Kedua Pencarian KM Arupadatu, Area SAR Diperluas hingga Perairan Rakata dan Sebesi

By On Rabu, September 09, 2026

Tim SAR Gabungan memperluas 
pencarian KM Arupadatu yang hilang 
kontak di perairan Selat Sunda.

Kontras7.co.id, Pandeglang — Memasuki hari kedua, Rabu (9/9/2026), Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian terhadap delapan penumpang KM Arupadatu yang hilang kontak di perairan Selat Sunda sejak Senin (7/9/2026).

KM Arupadatu sebelumnya berangkat dari pesisir Kampung Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk keperluan peliputan. Kapal tersebut membawa lima jurnalis dan tiga awak.

Kepala Basarnas Banten sekaligus Pengambil Alih Komando Operasi, Al Amrad, S.Sos., menginstruksikan tim gabungan memperluas area pencarian dengan mempertimbangkan kondisi arus, angin, serta titik kontak terakhir yang diketahui sekitar pukul 18.13 WIB.

Pada operasi hari kedua, Basarnas mengerahkan KN 1 Tetuka dan RIB 02 Basarnas Banten untuk melakukan penyisiran di sejumlah wilayah perairan, termasuk sekitar Pulau Rakata, Pulau Sebesi, hingga perimeter Gunung Anak Krakatau.

Penyisiran dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas jangkauan pencarian. Fokus operasi mencakup perairan sekitar Anak Krakatau hingga alur pelayaran Selat Sunda, dengan melibatkan potensi SAR dan nelayan setempat.

Posko Siaga Bencana dan SAR Gabungan di Marina Lippo Carita juga telah beroperasi sebagai pusat komando, penerimaan informasi dan data operasi, sekaligus fasilitas informasi bagi media serta keluarga korban.

Dalam pelaksanaan pencarian, Tim SAR terus berkoordinasi dengan BMKG terkait perkembangan cuaca dan dengan PVMBG terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Operasi pencarian akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan dan perkembangan informasi dari seluruh unsur yang terlibat.

Bupati Pandeglang Wacanakan PJJ Jika Debu Vulkanik GAK Semakin Menebal

By On Minggu, September 06, 2026

 

Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menyampaikan wacana penerapan PJJ jika kondisi debu vulkanik semakin menebal.

Kontras7.co.id, Pandeglang — Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mewacanakan penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai langkah antisipasi apabila paparan debu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) semakin meluas dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Dewi mengatakan, rencana penerapan PJJ masih dalam tahap pertimbangan dengan melihat perkembangan kondisi debu vulkanik di wilayah Pandeglang.

“Rencana penerapan PJJ masih kita pertimbangkan melihat perkembangan kondisi debu vulkanik di wilayah Pandeglang,” kata Dewi, Minggu (6/9/2026).

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pandeglang juga akan menyesuaikan langkah yang diambil dengan arahan Pemerintah Provinsi Banten terkait perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau.

“Libur anak sekolah juga mungkin kita lakukan, tapi kita lihat perkembangan ke depan, seperti apa yang disampaikan Pak Gubernur,” ujarnya.

Dewi menyebut, apabila terdapat instruksi khusus dan kondisi debu vulkanik semakin menebal, Pemkab Pandeglang akan mempertimbangkan penghentian sementara kegiatan belajar tatap muka di sekolah.

Kebijakan tersebut dipertimbangkan sebagai langkah antisipasi terhadap risiko kesehatan akibat paparan debu vulkanik, terutama gangguan pada saluran pernapasan.

“Jika ada instruksi khusus, abu vulkanik makin menebal, dan kepadatan gangguan ISPA, mungkin akan dilakukan belajar di rumah selama tiga hari,” katanya.

Dewi juga mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah sebagai upaya mengurangi paparan debu vulkanik.

“Gunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan dari paparan debu Gunung Anak Krakatau saat beraktivitas di luar rumah,” tegasnya.

Gunung Anak Krakatau Masih Level III, Wisatawan Carita Diimbau Tetap Waspada

By On Sabtu, September 05, 2026

 

Gunung Anak Krakatau terlihat mengeluarkan material erupsi 
dari kejauhan di perairan Selat Sunda, 
Sabtu (5/9/2026).

Kontras7.co.id, Pandeglang — Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga berdasarkan hasil pemantauan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Anak Krakatau Pasauran, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (5/9/2026).

Kepala Pos PGA Anak Krakatau Pasauran, Denny Mardiono, mengatakan pemantauan aktivitas gunung api terus dilakukan untuk melihat perkembangan erupsi dan kondisi di sekitar kawasan.

Menurut Denny, material vulkanik yang terlontar saat ini masih tergolong kecil dengan jangkauan kurang dari lima kilometer dari pusat erupsi.

“Status aktivitas Gunung Anak Krakatau hingga saat ini masih bertahan pada Level III (Siaga), karena lontaran material vulkanik yang dikeluarkan saat ini tergolong kecil dengan jangkauan kurang dari lima kilometer dari pusat erupsi,” ujar Denny.

Pos PGA Pasauran juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian, termasuk Polsek Carita, untuk melakukan pemantauan di sejumlah lokasi wisata mulai dari kawasan Anyer hingga Carita.

Denny menyampaikan, sebaran asap dan abu vulkanik saat ini lebih dominan terbawa angin ke arah barat dari posisi Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut disebut tidak mengarah ke wilayah daratan pesisir Carita.

Meski di sejumlah wilayah sempat dirasakan getaran, Denny menyebut kondisi saat ini tidak menunjukkan potensi menimbulkan gelombang tsunami.

“Kami sampaikan kepada masyarakat agar tetap waspada ketika berada di pesisir pantai. Namun kondisi di beberapa tempat wisata, di antaranya Pantai Carita, masih terpantau dalam keadaan aman dan kondusif,” ungkapnya.

Pos PGA bersama kepolisian tetap mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Pemantauan di kawasan wisata juga terus dilakukan sebagai langkah antisipasi sekaligus memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali.

Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari petugas dan tidak mengabaikan imbauan keselamatan apabila terjadi perubahan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

KH. Tb. Zaqi Gufron Ma’ani Terpilih Pimpin MUI Pandeglang Periode 2026–2031

By On Kamis, September 03, 2026

KH. Tb. Zaqi Gufron Ma’ani terpilih sebagai Ketua MUI Kabupaten Pandeglang periode 2026–2031 dalam Musda XI MUI Pandeglang, Kamis (3/9/2026).

Kontras7.co.id, Pandeglang — KH. Tb. Zaqi Gufron Ma’ani resmi terpilih sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pandeglang periode 2026–2031 melalui Musyawarah Daerah (Musda) XI MUI Pandeglang yang digelar di Aula MUI Cikupa, Pandeglang, Kamis (3/9/2026).

Pemilihan berlangsung ketat dan harus dilakukan dalam dua putaran. Tiga nama masuk dalam bursa calon ketua, yakni KH. Endin Zaenuddin, KH. Zamzami Yusuf Al-Barbasy, dan KH. Tb. Zaqi Gufron Ma’ani.

Dalam hasil pemungutan suara yang disampaikan dalam Musda, KH. Tb. Zaqi Gufron Ma’ani meraih 9 suara, sedangkan KH. Endin Zaenuddin memperoleh 6 suara.

Pada putaran kedua, Zaqi Gufron Ma’ani kembali memperoleh 9 suara. Hasil tersebut kemudian menjadi dasar panitia Musda menetapkannya sebagai Ketua MUI Kabupaten Pandeglang periode 2026–2031.

Musda XI MUI Pandeglang turut dihadiri Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi, Ketua DPW MUI Provinsi Banten Dr. KH. A. Bazari Syam, M.Pd.I., Ketua Dewan Pertimbangan Hj. Irna Narulita Dimyati, unsur Forkopimda, pimpinan MUI kecamatan se-Kabupaten Pandeglang, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, ulama, serta tokoh masyarakat.

Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, KH. Tb. Zaqi Gufron Ma’ani menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Menurutnya, kepemimpinan MUI merupakan amanah besar yang harus dijalankan secara bersama-sama dengan dukungan seluruh unsur masyarakat.

“Ini amanah besar yang saya emban. Tentu saya mohon doa dan dukungan dari semua pihak. MUI adalah rumah kita bersama. Kita jalankan program-program MUI secara bersama-sama dan MUI harus hadir untuk umat, bukan untuk diri sendiri,” ujar KH. Tb. Zaqi Gufron Ma’ani.

Ia menegaskan, kepengurusan MUI ke depan diharapkan mampu memperkuat peran organisasi dalam memberikan manfaat dan pelayanan bagi umat di Kabupaten Pandeglang.

Dengan terpilihnya KH. Tb. Zaqi Gufron Ma’ani, kepemimpinan MUI Kabupaten Pandeglang untuk periode 2026–2031 resmi memasuki masa kepengurusan baru.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *