Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Polresta Serang Kota Gelar Bhakti Kesehatan

By On Minggu, September 13, 2026

Personel Sidokkes Polresta Serang Kota memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Alun-Alun Kota Serang, Minggu (13/9/2026).

KONTRAS7.CO.ID — KOTA SERANG — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Sidokkes Polresta Serang Kota menggelar Bhakti Kesehatan bagi masyarakat di Alun-Alun Kota Serang, Minggu (13/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polresta Serang Kota menghadirkan pelayanan kesehatan sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Kapolresta Serang Kota Kombes Pol. Yudha Satria, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Dokkes Polresta Serang Kota Penda TK I Dwi Ratna Widianti, S.KM., mengatakan kegiatan itu merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, personel Sidokkes Polresta Serang Kota memberikan pelayanan pengobatan umum dan pemeriksaan GCU (Glucose, Cholesterol, Uric Acid). Kegiatan tersebut menargetkan 100 orang masyarakat.

Dari target tersebut, sebanyak 92 orang mendapatkan pelayanan. Sebanyak 85 orang menjalani pemeriksaan dan pengobatan umum, sementara 36 orang mengikuti pemeriksaan GCU.

Hasil pemeriksaan menunjukkan sejumlah keluhan maupun diagnosis kesehatan, di antaranya Diabetes Melitus, Hipertensi, Gastritis, Dermatitis, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dan Rematik.

Pelayanan tersebut dilaksanakan oleh Penda TK I Dwi Ratna Widianti, S.KM., dr. Sri Astuti, Bripka Erland Revano, dan Briptu Oka Kurniawan, Amd.Kep.

Dwi Ratna mengatakan, kegiatan Bhakti Kesehatan diharapkan tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan, tetapi juga meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat. Kami berharap pelayanan kesehatan yang diberikan dapat membantu masyarakat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, Bhakti Kesehatan dalam rangka HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 berjalan aman, tertib, dan lancar.

Melalui kegiatan tersebut, Polresta Serang Kota menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui kehadiran Polri yang humanis, peduli, dan bermanfaat.

Antisipasi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Polresta Serang Kota Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan

By On Senin, September 07, 2026

Petugas Polresta Serang Kota 
membagikan masker kepada masyarakat dan pengguna jalan.

Kontras7.co.id - KOTA SERANG - Polresta Serang Kota mengambil langkah preventif menyikapi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dengan membagikan masker kepada masyarakat dan pengguna jalan, Senin (7/9/2026).

Pembagian masker dilakukan personel Polresta Serang Kota di sejumlah ruas jalan yang menjadi titik aktivitas masyarakat. Masker diberikan secara langsung kepada warga dan pengguna jalan, sekaligus disertai imbauan untuk menggunakannya saat beraktivitas di luar ruangan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan dan kepedulian Polri untuk mengantisipasi potensi gangguan kesehatan, khususnya terhadap sistem pernapasan akibat paparan abu vulkanik.

Kapolresta Serang Kota Kombes Pol. Yudha Satria, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan pembagian masker merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam membantu masyarakat menghadapi potensi dampak abu vulkanik.

“Polresta Serang Kota hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan membagikan masker sebagai upaya mengantisipasi gangguan pernapasan akibat abu vulkanik. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah,” ujar Yudha.

Selain membagikan masker, personel di lapangan turut memantau perkembangan situasi serta menyampaikan imbauan kepada masyarakat dan pengguna jalan agar tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Polresta Serang Kota juga mengingatkan masyarakat agar mengikuti informasi dan arahan resmi dari instansi terkait mengenai perkembangan aktivitas gunung api tersebut.

Masyarakat diminta menjaga kondisi kesehatan, menggunakan masker apabila berada di wilayah yang terdampak abu vulkanik, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi kualitas udara kurang baik.

“Keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas. Kami akan terus melakukan pemantauan dan langkah-langkah preventif sesuai perkembangan situasi di lapangan,” pungkasnya.

CKG Jangkau 6,6 Juta Warga Banten, Andra Soni Dorong Deteksi Dini Penyakit

By On Kamis, September 03, 2026

Gubernur Banten Andra Soni bersama Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid meninjau pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di GOR Kitri Bhakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (3/9/2026).

Kontras7.co.id, Tangerang — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus diperluas Pemerintah Provinsi Banten untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Hingga saat ini, sekitar 6,6 juta dari 12,9 juta warga Banten telah mengikuti pemeriksaan kesehatan tersebut.

Gubernur Banten Andra Soni bersama Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid meninjau langsung pelaksanaan CKG di GOR Kitri Bhakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (3/9/2026).

Bagi Fajar Nurhuda (51), warga Kampung Sukamulya, pemeriksaan gratis tersebut menjadi kesempatan untuk kembali mengetahui kondisi kesehatannya setelah sekitar tiga tahun tidak melakukan pemeriksaan.

Fajar mengaku pernah menjalani perawatan akibat penyakit ginjal pada Mei 2023. Setelah itu, ia belum kembali memeriksakan kondisi kesehatannya secara menyeluruh.

“Saya pernah dirawat karena sakit ginjal pada Mei 2023 dan setelah itu tidak pernah periksa lagi. Mumpung ada pemeriksaan gratis, saya periksa semuanya untuk pencegahan sejak dini,” ujar Fajar, mantan karyawan pabrik.

Hal serupa dirasakan Neneng (56), warga Kampung Sukabakti. Pemeriksaan CKG menjadi pengalaman pertamanya menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

Neneng mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi darahnya normal, namun terdapat masalah kolesterol dan lambung. Ia juga mendapat obat setelah berkonsultasi dengan tenaga medis.

“Alhamdulillah karena gratis, saya langsung dikasih obat. Sekarang saya jadi tahu kondisi kesehatan saya,” tutur Neneng.

Andra Soni mengatakan Pemprov Banten terus mendorong pelaksanaan CKG agar semakin mudah dijangkau masyarakat. Ia bersama kepala daerah di kabupaten dan kota rutin meninjau pelaksanaan program tersebut setiap Senin dan Kamis.

Menurutnya, pemeriksaan mencakup sejumlah indikator kesehatan, mulai dari gula darah, tekanan darah, keluhan umum hingga pemeriksaan paru-paru. Pemeriksaan paru-paru juga menjadi bagian penting dalam mendukung deteksi dini tuberkulosis (TBC).

“Temuan penyakit di lapangan masih didominasi oleh potensi diabetes dan tekanan darah tinggi. Obatnya juga sudah kami siapkan untuk tindak lanjut,” kata Andra.

Pelaksanaan CKG saat ini berlangsung di dua hingga tiga titik setiap pekan. Dari total sasaran sekitar 12,9 juta warga Banten, sekitar 6,6 juta orang telah mendapatkan pemeriksaan.

“Sudah separuh warga Banten yang diperiksakan kesehatannya. Ini menunjukkan masyarakat mulai sadar akan pentingnya menjaga kesehatan,” ujar Andra.

Selain CKG, Pemprov Banten juga memperkuat upaya penanganan TBC melalui program TOS atau Temukan, Obati, Sampai Sembuh. Masyarakat diminta tidak takut menjalani pemeriksaan maupun pengobatan apabila terdiagnosis TBC.

Sementara itu, Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid menyampaikan capaian CKG di wilayahnya telah melampaui target. Sebanyak 1,7 juta warga atau 100,7 persen dari target 1,6 juta jiwa disebut telah mendapatkan pelayanan.

Capaian tersebut didukung sistem jemput bola melalui tenaga kesehatan di puskesmas, rumah sakit hingga sekolah.

Pemkab Tangerang juga menyiagakan 28 tenaga kesehatan khusus paru-paru untuk memperkuat pemeriksaan TBC, selain 48 tenaga kesehatan yang menangani pelayanan CKG secara umum.

“Kami terus bergerak meningkatkan partisipasi masyarakat dalam cek kesehatan gratis ini. Hal ini sejalan dengan arahan kebijakan Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan masyarakat yang sehat,” tegas Maesyal.

Program CKG diharapkan tidak hanya menjadi layanan pemeriksaan gratis, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini dan segera mendapatkan tindak lanjut apabila ditemukan indikasi penyakit.

BPKP Banten Evaluasi Program Pengentasan Tuberkulosis di Kota Serang

By On Senin, Agustus 31, 2026

 

Kontras7.co.id, Kota Serang — Perwakilan BPKP Provinsi Banten melaksanakan evaluasi atas Program PHTC Pengentasan Tuberkulosis Triwulan III Tahun 2026 di Kota Serang. Evaluasi berlangsung sejak 3 Agustus hingga 3 September 2026 sebagai bagian dari pengawasan terhadap agenda prioritas pemerintah di bidang kesehatan.

Evaluasi dilakukan untuk melihat pelaksanaan program pengentasan tuberkulosis sekaligus mendukung pemerintah daerah dalam memperkuat upaya penanganan penyakit tersebut.

Melalui kegiatan pengawasan ini, BPKP berupaya memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan Program PHTC di lapangan. Hasil evaluasi selanjutnya diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan rekomendasi perbaikan apabila masih ditemukan hal-hal yang perlu diperkuat.

Pengawasan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan program pemerintah berjalan secara efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan adanya evaluasi ini, target pengentasan tuberkulosis di Kota Serang diharapkan dapat dicapai secara lebih optimal. Pada akhirnya, penguatan program tersebut diharapkan turut mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kota Serang dan sekitarnya.

Sumber: Kominfo BPKP Banten

RSUD Kota Serang Usulkan Pemeriksaan Jemaah Haji, Surat Masih Berproses di Pemkot

By On Rabu, Agustus 26, 2026

Kontras7.co.id - Kota Serang — RSUD Kota Serang mengusulkan agar pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji Kota Serang dilakukan di RSUD. Usulan tersebut sudah disampaikan secara resmi kepada Wali Kota Serang dan kini masih menunggu proses di lingkungan Pemerintah Kota Serang.

Direktur RSUD Kota Serang, Dr. Ahmad Humairadi, MARS, saat dikonfirmasi Kontras7.co.id, Rabu (26/8/2026), mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Serang H. Budi Rustandi agar RSUD dapat memberikan pelayanan kesehatan bagi calon jemaah haji.

“Usulan ini merupakan tindak lanjut arahan Bapak Wali Kota Serang, H. Budi Rustandi, agar RSUD Kota Serang dapat memfasilitasi dan memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi calon jemaah haji Kota Serang,” ujar Humariadi.

Dari sisi kesiapan, Humariadi memastikan RSUD siap, mulai dari tenaga medis dan tenaga kesehatan, fasilitas hingga layanan pemeriksaan penunjang.

“Kami siap dari seluruh aspek, baik tenaga medis dan tenaga kesehatan, fasilitas, maupun layanan pemeriksaan penunjang. Kami siap memberikan pelayanan yang terintegrasi, nyaman, dan sesuai standar,” katanya.

Menurut Humariadi, kegiatan tersebut diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Selain memastikan calon jemaah mendapat pelayanan kesehatan yang baik, kegiatan ini juga dinilai bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memperkuat peran RSUD sebagai pusat rujukan kesehatan.

Tanda terima surat dari RSUD Kota Serang yang diterima Bagian Umum Pemkot Serang pada 21 Agustus 2026.

Sementara itu, Kabag Kesra Pemkot Serang, Tatang, mengatakan pihaknya secara informal sudah menyampaikan persoalan tersebut kepada Kementerian Agama.

“Secara informal, sebenarnya kami sudah ke Kemenag menyampaikan hal tersebut,” kata Tatang saat dikonfirmasi Kontras7.co.id, Rabu (26/8/2026).

Tatang menjelaskan surat dari RSUD sudah diterima Bagian Umum Pemkot Serang pada 21 Agustus 2026. Namun, surat tersebut belum mendapat disposisi pimpinan untuk diteruskan ke Bagian Kesra.

Karena itu, rencana pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji di RSUD Kota Serang belum menjadi keputusan final. Pemkot masih menunggu arahan pimpinan sebelum menentukan tindak lanjutnya.

Humariadi memastikan RSUD tetap siap apabila rencana tersebut mendapat persetujuan pemerintah daerah.

“Kami siap memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, ramah, dan berkualitas. Kami mengajak seluruh calon jemaah haji untuk mempersiapkan kesehatan sejak dini agar dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan optimal,” ujarnya.

Kontras7.co.id - Aktual dan Akurat.

714 Ribu Warga Lebak Sudah Cek Kesehatan Gratis, Dinkes Kejar Target 65 Persen

By On Selasa, Agustus 25, 2026

Warga menjalani pemeriksaan kesehatan melalui Program Cek Kesehatan Gratis 
(CKG) yang digencarkan Dinkes Lebak. 
(Foto: Dinkes Lebak)

Kontras7.co.id, Kabupaten Lebak, Banten — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Lebak terus diperluas. Hingga 22 Agustus 2026, sebanyak 714.569 jiwa telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis atau mencapai 47,52 persen dari sekitar 1,5 juta penduduk Lebak.

Capaian tersebut berarti hampir separuh penduduk Lebak telah tersentuh layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Namun, Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak masih harus mengejar target cakupan 65 persen.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Endang Komarudin, mengatakan perluasan layanan terus dilakukan agar masyarakat semakin mudah mengakses pemeriksaan kesehatan sejak dini.

“Kami bekerja keras agar Program CKG berjalan sukses dan Lebak dapat meraih peringkat pertama di Banten dengan target 65 persen dari jumlah penduduk,” ujar Endang.

CKG Tak Hanya Menunggu Warga Datang

Lalu, bagaimana Dinkes Lebak mengejar target tersebut?

Menurut Endang, pelaksanaan CKG tidak hanya mengandalkan masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan. Layanan juga diperluas dengan pola jemput bola ke berbagai lingkungan dan kegiatan masyarakat.

Program tersebut menyasar OPD, DPRD, BUMN, BUMD, TNI, Polri, penegak hukum, hingga pengurus dan anggota Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Pemeriksaan juga dilakukan di sekolah, lingkungan permukiman, pengajian, pondok pesantren, organisasi kemasyarakatan, kegiatan car free day (CFD), hingga pameran.

Dengan pola tersebut, masyarakat memiliki lebih banyak kesempatan mengikuti pemeriksaan tanpa harus menunggu datang ke fasilitas kesehatan.

44 Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan Disiapkan

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti CKG melalui fasilitas kesehatan, layanan tersedia di 44 puskesmas, puskesmas pembantu (pustu), dan pos kesehatan desa (poskesdes) yang tersebar di 28 kecamatan di Kabupaten Lebak.

Salah satu titik pelayanan berada di Puskesmas Rangkasbitung. Setiap hari, peserta CKG di fasilitas tersebut mencapai sekitar 50 hingga 70 orang, dengan peserta berasal dari kawasan permukiman maupun pedesaan.

Bukan Sekadar Cek, Tapi Deteksi Dini

Plt Kepala Puskesmas Rangkasbitung, Sudiarto Setiawan, mengatakan CKG penting untuk mengetahui faktor risiko penyakit sejak awal sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.

Pemeriksaan dapat membantu mendeteksi sejumlah faktor risiko, antara lain hipertensi, gula darah, kesehatan jiwa, penyakit paru-paru, hingga obesitas sentral atau lingkar perut.

“CKG untuk melakukan deteksi dini berbagai kondisi kesehatan yang berpotensi berkembang menjadi penyakit akut. Kami minta masyarakat dapat membudayakan pemeriksaan CKG,” katanya.

Artinya, CKG bukan sekadar pemeriksaan rutin, tetapi menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat sekaligus mendeteksi potensi penyakit lebih cepat.

Target 65 Persen Masih Harus Dikejar

Capaian 47,52 persen menjadi modal bagi Dinkes Lebak untuk terus memperluas cakupan hingga target 65 persen.

Pemerintah daerah kini mengandalkan pendekatan jemput bola dengan membawa layanan CKG lebih dekat ke sekolah, lingkungan warga, komunitas, hingga ruang publik.

Bagi masyarakat yang belum mengikuti pemeriksaan, Dinkes Lebak mengajak warga memanfaatkan layanan CKG yang telah tersedia.

Semakin banyak warga yang memeriksakan kondisi kesehatannya, semakin cepat pula faktor risiko penyakit diketahui dan dapat ditindaklanjuti.

Kontras7.co.id — Aktual dan Akurat.

Medical Check-Up Jemaah Haji di RSUD Kota Serang Mulai Rp833 Ribu, Ini Paket Pemeriksaannya

By On Selasa, Agustus 25, 2026

Layanan Medical Check-Up khusus 
calon jemaah haji yang disiapkan 
RSUD Kota Serang.

Kontras7.co.id, Kota Serang, Banten — Persiapan calon jemaah haji bukan hanya soal dokumen dan keberangkatan. Kondisi kesehatan juga perlu dipastikan sejak awal agar jemaah mampu menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci dengan baik.

Untuk memudahkan persiapan tersebut, RSUD Kota Serang menyiapkan layanan Medical Check-Up (MCU) khusus jemaah haji dengan konsep pelayanan satu pintu.

Direktur RSUD Kota Serang, dr. H. Ahmad Humariadi, MARS, kepada Kontras7.co.id, Selasa (25/8/2026), menjelaskan layanan ini disiapkan untuk memberikan pemeriksaan kesehatan yang mudah, cepat, dan berkualitas bagi calon jemaah sebelum keberangkatan.

“Layanan ini kami hadirkan sebagai bentuk komitmen RSUD Kota Serang dalam memberikan pelayanan kesehatan yang mudah, cepat, dan berkualitas bagi calon jemaah haji,” ujar dr. Humariadi.

Ia mengatakan, layanan tersebut juga sejalan dengan arahan Wali Kota Serang H. Budi Rustandi untuk terus meningkatkan mutu dan kemudahan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Pemeriksaan Lengkap dalam Satu Paket

Lalu, apa saja yang diperiksa?

Paket Medical Check-Up jemaah haji mencakup glukosa darah puasa, glukosa darah dua jam PP, HbA1c, kolesterol total, HDL, LDL, trigliserida, SGOT, SGPT, ureum, kreatinin, asam urat, darah lengkap, urine lengkap, golongan darah dan rhesus, serta rontgen dada.

Khusus jemaah perempuan, paket tersebut dilengkapi pemeriksaan kehamilan melalui urine test.

Menurut dr. Humariadi, rangkaian pemeriksaan tersebut penting untuk mengetahui kondisi kesehatan calon jemaah secara lebih menyeluruh sebelum keberangkatan.

“Ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, potensi masalah kesehatan dapat ditindaklanjuti sebelum keberangkatan,” jelasnya.

Paket Mulai Rp833 Ribu

RSUD Kota Serang menyediakan dua pilihan paket.

Jemaah haji laki-laki dikenakan biaya Rp833.000, sedangkan jemaah haji perempuan Rp858.000.

Perbedaan harga tersebut karena paket perempuan mendapatkan tambahan pemeriksaan kehamilan.

Harga tersebut merupakan biaya sesuai paket. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan perlunya pemeriksaan lanjutan, rujukan, atau tindakan tambahan, biaya tersebut tidak termasuk dalam paket dan disesuaikan dengan jenis pemeriksaannya.

Calon jemaah akan diberi informasi terlebih dahulu apabila membutuhkan pemeriksaan tambahan.

Satu Pintu, Dapat Makan Siang

RSUD Kota Serang juga menyediakan makan siang bagi calon jemaah yang mengikuti Medical Check-Up.

Konsep satu pintu membuat berbagai pemeriksaan dalam paket dapat dilakukan melalui alur khusus yang telah disiapkan, sehingga calon jemaah tidak perlu mengurus pemeriksaan secara terpisah.

“Kami tidak hanya fokus pada pemeriksaannya, tetapi juga pada kenyamanan calon jemaah selama menjalani proses pelayanan,” kata dr. Humariadi.

Cara Daftar Tidak Harus Datang Langsung

Untuk pendaftaran, calon jemaah cukup menyiapkan KTP dan bukti pelunasan haji.

Pendaftaran juga tidak harus dilakukan dengan datang langsung. Setelah proses pendaftaran, calon jemaah akan diarahkan mengikuti alur pemeriksaan khusus yang telah disiapkan RSUD Kota Serang.

Informasi dan koordinasi lebih lanjut dapat dilakukan melalui 0819-2891-6118 atau 0813-2162-1982.

dr. Humariadi: Jangan Tunda Pemeriksaan

dr. Humariadi mengingatkan calon jemaah agar tidak menunda pemeriksaan kesehatan.

“Jangan menunda pemeriksaan kesehatan. Kesehatan merupakan salah satu modal utama untuk dapat menjalankan ibadah haji dengan optimal,” pesannya.

Menurutnya, semakin dini kondisi kesehatan diketahui, semakin banyak waktu yang tersedia untuk melakukan persiapan maupun tindak lanjut apabila ditemukan persoalan kesehatan.

Melalui layanan Medical Check-Up khusus tersebut, RSUD Kota Serang berharap calon jemaah dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal dan mempersiapkan keberangkatan dengan lebih matang.

Kontras7.co.id — Berita Aktual dan Akurat

Sekda Banten Deden Apriandhi Tegaskan RSUD Jangan Alergi Kritik: Semua Pasien Harus Dilayani Adil

By On Senin, Agustus 24, 2026

Sekda Provinsi Banten Deden Apriandhi menyampaikan arahan saat membuka 
Forum Konsultasi Publik Review Pelayanan RSUD Banten di Auditorium RSUD Banten, 
Kota Serang, Senin (24/8/2026). 
(Foto: Pemprov Banten)

Kontras7.co.id, Kota Serang, Banten — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi meminta RSUD Banten tidak alergi terhadap kritik dan menjadikan masukan masyarakat sebagai bahan untuk memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan.

Pesan tersebut disampaikan Deden saat membuka Forum Konsultasi Publik Review Pelayanan RSUD Banten di Auditorium RSUD Banten, Kota Serang, Senin (24/8/2026).

Menurut Deden, forum konsultasi publik tidak boleh berhenti sebagai kegiatan formal. Masukan dari masyarakat harus benar-benar didengar dan menjadi bahan evaluasi bagi rumah sakit.

“Rumah sakit harus betul-betul menerima masukan dari masyarakat yang datang ke sini,” ujar Deden.

Ia bahkan meminta tenaga kesehatan dan seluruh pegawai RSUD Banten tidak khawatir ketika menerima kritik atau tanggapan negatif dari masyarakat.

“Jangan khawatir mendapatkan tanggapan negatif. Justru di situlah kita tahu apa yang harus diperbaiki,” tegasnya.

Deden juga mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya menyangkut kemampuan klinis tenaga kesehatan. Sikap ramah, sopan dan adil kepada pasien juga menjadi bagian penting dari kualitas pelayanan.

Ia menegaskan tidak boleh ada perbedaan perlakuan terhadap pasien berdasarkan kondisi ekonomi maupun jenis pembiayaan yang digunakan.

“Kalau sakit, ya, sakit. Semua harus kita layani dengan maksimal,” tambah Deden.

Masukan Masyarakat Jadi Bahan Perbaikan

Forum tersebut diikuti berbagai unsur yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan, mulai dari direktur rumah sakit, kepala puskesmas, perguruan tinggi, asosiasi pasien, pengemudi ambulans, relawan kesehatan, organisasi profesi, forum wartawan hingga masyarakat umum.

Direktur RSUD Banten Danang Hamsah Nugroho mengatakan masukan yang muncul dalam forum akan menjadi bahan penting bagi rumah sakit untuk menentukan perbaikan pelayanan.

“Kita minta masukan masyarakat terkait perbaikan-perbaikan yang harus kami lakukan,” ujar Danang.

RSUD Banten juga membuka sejumlah kanal pengaduan dan komunikasi bagi masyarakat, mulai dari media sosial, situs web, layanan pengaduan, Google Review, survei kepuasan masyarakat hingga e-complaint.

Danang mengatakan hasil Forum Konsultasi Publik akan menjadi salah satu rujukan dalam menyusun rencana peningkatan pelayanan RSUD Banten untuk tahun 2027.

“Kita tidak mungkin sampai pada titik ini kalau tidak ada masukan dari masyarakat,” tutupnya.

Bagi RSUD Banten, forum tersebut bukan sekadar ruang menerima pendapat, tetapi menjadi kesempatan untuk melihat langsung bagian pelayanan yang masih perlu dibenahi dari sudut pandang masyarakat.

Kontras7.co.id — Aktual dan Akurat.

Kota Serang Siapkan Kuliah Dokter Gratis, Budi Rustandi Buka Peluang Dukungan CSR

By On Sabtu, Agustus 22, 2026

Wali Kota Serang, Budi Rustandi 

Kontras7.co.id, Kota Serang, Banten — Pemerintah Kota Serang menyiapkan program kuliah kedokteran gratis bagi warga Kota Serang yang memiliki kemampuan dan prestasi, tetapi terkendala biaya pendidikan.

Program Satu Kecamatan Satu Dokter tersebut merupakan bagian dari program Serang Cerdas yang digagas Wali Kota Serang Budi Rustandi bersama Wakil Wali Kota Nur Agis Aulia. Pelaksanaannya ditargetkan mulai 2027 secara bertahap.

Budi mengatakan pembiayaan program akan diupayakan melalui APBD Kota Serang. Pemkot juga membuka peluang dukungan dari pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

“Bisa lewat CSR juga. Pokoknya kita upaya sudah sesuatunya, yang pasti gratis,” kata Budi.

Untuk tahap awal, Pemkot Serang menyiapkan kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Pemerintah daerah juga masih membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi lainnya.

Asisten Daerah I Kota Serang Anthon Gunawan mengatakan, Pemkot Serang menyiapkan anggaran sekitar Rp15 juta per semester untuk membiayai pendidikan satu mahasiswa kedokteran dari APBD.

Namun, bantuan tersebut tidak diberikan secara otomatis. Calon penerima tetap akan melalui proses seleksi dengan mempertimbangkan kemampuan akademik, prestasi, dan kondisi ekonomi.

“Yang masuk adalah mereka yang punya kemampuan dan prestasi, tetapi tidak punya kemampuan ekonomi,” ujar Anthon.

Pemkot Serang saat ini juga menyiapkan Peraturan Wali Kota sebagai dasar pelaksanaan program, sekaligus memproses kerja sama dengan perguruan tinggi.

Program tersebut diarahkan untuk membuka kesempatan bagi anak-anak Kota Serang yang memiliki kemampuan untuk menjadi dokter, tetapi selama ini terbentur biaya pendidikan.

Kontras7.co.id — Berita Aktual dan Akurat

Dinkes Kota Serang Arahkan Pemeriksaan Haji ke Labkesda dan RSUD

By On Kamis, Agustus 20, 2026

 

Dokumen resmi Dinas Kesehatan Kota Serang tertanggal 20 Agustus 2026 tentang Pemeriksaan Kesehatan 
Calon Jemaah Haji Kota Serang yang 
diterima redaksi Kontras7.co.id.

Kontras7.co.id – Kota Serang – Dinas Kesehatan Kota Serang mengarahkan pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji (CJH) melalui sarana kesehatan milik Pemerintah Kota Serang, yakni Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Serang dan RSUD Kota Serang.

Hal tersebut tertuang dalam surat Dinas Kesehatan Kota Serang Nomor 400.7.26/2941/DINKES/VIII/2026 tentang Pemeriksaan Kesehatan Calon Jemaah Haji Kota Serang, tertanggal 20 Agustus 2026, yang ditujukan kepada seluruh Kepala UPTD Puskesmas se-Kota Serang.

Dalam surat tersebut, Dinas Kesehatan menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji dilaksanakan oleh UPT Puskesmas se-Kota Serang sesuai wilayah kerja masing-masing dan ketentuan yang berlaku.

Untuk menjamin mutu, kesinambungan dan keterpaduan pelayanan pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji, Dinas Kesehatan Kota Serang menunjuk sarana kesehatan milik Pemerintah Kota Serang sebagai tempat pemeriksaan lanjutan atau rujukan.

Surat Dinas Kesehatan Kota Serang 
yang memuat arahan pemeriksaan lanjutan melalui Labkesda dan RSUD 
hingga pengesahan oleh 
Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang.

Arahan tersebut sejalan dengan Surat Edaran Wali Kota Serang Nomor 400.7-31/RSUD-SE-2025 tanggal 23 September 2025 tentang rujukan pelayanan kesehatan, yang sebelumnya menjadi dasar penetapan RSUD Kota Serang sebagai fasilitas rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Sarana tersebut meliputi Labkesda Kota Serang untuk pemeriksaan laboratorium sesuai kebutuhan dan indikasi medis, serta RSUD Kota Serang untuk pemeriksaan lanjutan atau rujukan medis sesuai hasil pemeriksaan dan indikasi klinis.

Surat itu juga mengatur, apabila berdasarkan hasil pemeriksaan di puskesmas diperlukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut, calon jemaah haji agar dirujuk ke Labkesda Kota Serang sesuai jenis pemeriksaan yang dibutuhkan.

Sementara apabila calon jemaah haji berdasarkan hasil pemeriksaan memerlukan pemeriksaan atau penanganan medis lebih lanjut, agar dirujuk ke RSUD Kota Serang sesuai indikasi dan ketentuan rujukan yang berlaku.

Dinas Kesehatan Kota Serang juga meminta kepala puskesmas memastikan seluruh proses pemeriksaan, pencatatan hasil pemeriksaan, tindak lanjut dan rujukan calon jemaah haji dilaksanakan secara tertib, terkoordinasi, efektif, efisien dan sesuai standar pelayanan kesehatan haji.

Seluruh kepala puskesmas juga diminta melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Serang, Labkesda Kota Serang dan RSUD Kota Serang apabila terdapat kendala dalam pelaksanaan pemeriksaan maupun proses rujukan.

Surat tersebut ditandatangani secara elektronik oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, dr. H. Ahmad Hasanuddin, MM.Kes, pada 20 Agustus 2026.

Dengan surat tersebut, mekanisme pelayanan pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji di Kota Serang menempatkan puskesmas sebagai fasilitas pemeriksaan awal, Labkesda sebagai fasilitas pemeriksaan laboratorium lanjutan, dan RSUD Kota Serang sebagai fasilitas pemeriksaan lanjutan atau rujukan medis sesuai kebutuhan dan indikasi klinis.

Kontras7.co.id akan terus menyajikan perkembangan pelayanan kesehatan calon jemaah haji berdasarkan dokumen dan keterangan resmi dari para pihak.

Layanan Kesehatan Calon Jemaah Haji Kota Serang: Rujukan Pemerintah dan Pilihan Masyarakat

By On Rabu, Agustus 19, 2026

Suasana ruang laboratorium RSUD Kota Serang 
untuk mendukung pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji. 
(Foto: Dok. RSUD Kota Serang)

Kontras7.co.id – Kota Serang – Pelayanan kesehatan calon jemaah haji (CJH) di Kota Serang menjadi bagian penting dalam memastikan setiap calon jemaah memperoleh pemeriksaan kesehatan sesuai kondisi dan ketentuan yang berlaku.

Direktur RSUD Kota Serang, dr. Ahmad Humariyadi, MARS, mengatakan RSUD Kota Serang siap mendukung pelayanan pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji, khususnya bagi mereka yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan maupun konsultasi dokter spesialis.

Hal tersebut disampaikan dr. Humariyadi saat diwawancarai tim media Kontras7.co.id, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji diawali dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti puskesmas dan klinik. Apabila dari pemeriksaan awal diperlukan konsultasi atau pemeriksaan dokter spesialis, calon jemaah haji dapat dirujuk ke RSUD Kota Serang.

“Kalau di puskesmas ternyata pasien perlu konsultasi ke dokter spesialis, maka akan dirujuk ke kita. Alhamdulillah RSUD memiliki dokter spesialis yang cukup lengkap untuk mendukung pelayanan kesehatan jemaah haji di tingkat kedua,” kata dr. Humariyadi.

RSUD Kota Serang memiliki layanan spesialis penyakit dalam, jantung, saraf dan paru yang dapat mendukung pemeriksaan lanjutan calon jemaah haji.

Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan secara menyeluruh, termasuk memastikan penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes maupun penyakit jantung berada dalam kondisi terkendali sebelum calon jemaah haji berangkat ke Tanah Suci.

Sistem Rujukan Pemerintah

Untuk memperkuat sistem rujukan, RSUD Kota Serang sebelumnya telah ditetapkan sebagai rujukan pertama dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama melalui Surat Edaran Wali Kota Serang Nomor 400.7-31/RSUD-SE-2025 tanggal 23 September 2025.

Menurut dr. Humariyadi, sistem pelayanan yang terintegrasi diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan sekaligus mengoptimalkan pelayanan RSUD.

“Kalau ada rujukan dari puskesmas ke kita, tentu akan memberikan kontribusi ke PAD. Tapi yang paling utama adalah masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik,” ujarnya.

Fasilitas laboratorium RSUD Kota Serang yang mendukung pelayanan pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji. 
(Foto: Dok. RSUD Kota Serang)

Pilihan Fasilitas Pemeriksaan

Di sisi lain, calon jemaah haji juga memiliki pertimbangan masing-masing dalam memilih fasilitas pemeriksaan kesehatan.

Berdasarkan pemberitaan Suarapandu.com yang terbit Selasa (18/8/2026), Herman, perwakilan Pro Lab Medika, menyampaikan bahwa pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji melalui fasilitas swasta telah berlangsung dari tahun ke tahun.

Dalam pemberitaan tersebut, Herman menyebut pada tahun sebelumnya terdapat Surat Edaran Wali Kota yang mengarahkan pemeriksaan ke RSUD Kota Serang. Namun, menurut Herman sebagaimana diberitakan Suarapandu.com, pemeriksaan kemudian kembali dilakukan melalui fasilitas swasta.

Herman menjelaskan alasan pengarahan ke swasta. Menurutnya, fasilitas pemerintah seperti Labkesda belum memiliki kelengkapan seperti rontgen. Selain itu, pemeriksaan di RSUD dikhawatirkan akan memakan waktu lama karena berbaur dengan pasien umum, sementara kondisi calon jemaah haji mayoritas lanjut usia dan harus berpuasa sebelum pemeriksaan.

“Kalau di swasta tidak antre, jadi bisa lebih cepat buka puasa. Hasil juga bisa keluar dalam tiga hari karena kami lembur sampai jam 10 malam. Sementara kalau di faskes negeri belum tentu siap dengan tuntutan tersebut,” kilahnya.

Terkait biaya pemeriksaan, Herman menyampaikan:

“Perorang itu untuk pemeriksaan Rp950 ribu bagi perempuan dan Rp930 ribu untuk laki-laki.Sementara di Instansi pemerintah lebih cenderung tinggi, Bahkan di RSUD Kota Serang lebih mahal, kisaran Rp1 juta per orang,” klaimnya.

Keterangan mengenai tarif tersebut merupakan pernyataan pihak Pro Lab Medika sebagaimana diberitakan Suarapandu.com.

Suasana ruang Radiologi RSUD Kota Serang 
untuk mendukung pemeriksaan 
kesehatan calon jemaah haji. 
(Foto: Dok. RSUD Kota Serang)

RSUD Berikan Klarifikasi Tarif dan Layanan Khusus Haji

Menanggapi informasi mengenai biaya pemeriksaan tersebut, Direktur RSUD Kota Serang, dr. Ahmad Humariyadi, MARS, kembali menyampaikan rincian tarif pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji melalui RSUD Kota Serang kepada Kontras7.co.id.

Berdasarkan rincian yang disampaikan, pemeriksaan darah lengkap sebesar Rp58 ribu, urin lengkap Rp40 ribu, SGOT Rp35 ribu, SGPT Rp35 ribu, golongan darah Rp24 ribu, kolesterol Rp33 ribu, trigliserida Rp38 ribu, HDL kolesterol Rp42 ribu, LDL kolesterol Rp40 ribu, ureum Rp30 ribu, kreatinin Rp30 ribu, asam urat Rp30 ribu, gula puasa Rp24 ribu, gula 2JPP Rp24 ribu, HBA1C Rp190 ribu dan rontgen Rp140 ribu.

Dari rincian tersebut, total pemeriksaan laboratorium disebut sebesar Rp673 ribu. Sementara total pemeriksaan laboratorium ditambah rontgen sebesar Rp813 ribu. Untuk calon jemaah haji perempuan, total laboratorium ditambah rontgen disebut sebesar Rp838 ribu.

Dr. Humariyadi juga menjelaskan bahwa pelayanan khusus calon jemaah haji di RSUD Kota Serang memiliki tim pemeriksaan tersendiri.

Menurutnya, hasil pemeriksaan laboratorium dapat dikirim kepada pasien melalui WhatsApp dalam waktu sekitar tujuh jam dengan menggunakan pemindaian barcode.

Sementara hasil pemeriksaan radiologi atau rontgen disebut dapat selesai dalam satu hari dan telah melalui pembacaan dokter spesialis radiologi. Hasil tersebut juga dapat dikirim melalui WhatsApp, termasuk gambar hasil pemeriksaan, sehingga pasien tidak harus menunggu di rumah sakit.

Menanggapi pernyataan mengenai tarif RSUD yang disebut lebih mahal dibandingkan Pro Lab Medika, dr. Humariyadi menyatakan bahwa informasi tersebut tidak memiliki dasar jika tidak mengacu pada rincian tarif pemeriksaan yang berlaku.

“Yang mengatakan lab RSUD lebih mahal dari Prolab Medika, itu pernyataan tidak ada dasar dan menyesatkan. Bersaing boleh, tapi bersaing secara sehat, bukan buat statement menyesatkan,” ujar dr. Humariyadi kepada Kontras7.co.id.

Ia menambahkan, pernyataan tersebut akan menjadi catatan pihak RSUD terhadap keterangan yang sebelumnya disampaikan perwakilan Pro Lab Medika dalam pemberitaan Suarapandu.com.

Puskesmas: Calon Jemaah Diberikan Pilihan

Masih berdasarkan pemberitaan Suarapandu.com, Kepala Puskesmas Cipocok, Rosidah, menjelaskan bahwa calon jemaah haji diberikan pilihan terkait fasilitas pemeriksaan kesehatan.

“Terserah jemaah mau ke mana untuk pemeriksaan kesehatannya. Dinkes hanya menyuruh pilih saja, misalnya ada rumah sakit, ada Pro Lab, dan yang lain, tergantung jemaah,” ucapnya.

Saat ditanya mengapa PAD tidak masuk jika pemeriksaan diarahkan ke swasta, Rosidah menjawab:

“Itu kan masa kita harus intervensi ke jemaah, terserah mereka lah. Kalau kita tekankan harus ke satu rumah sakit namanya melanggar HAM (Hak Asasi Manusia).”

Keterangan Rosidah tersebut merupakan pernyataan sebagaimana diberitakan Suarapandu.com dan bukan hasil wawancara langsung Kontras7.co.id.

Kejelasan Informasi bagi Calon Jemaah

Berbagai keterangan tersebut menunjukkan pentingnya kejelasan informasi mengenai tahapan pemeriksaan, mekanisme rujukan, fasilitas kesehatan yang dapat diakses serta ketentuan biaya pemeriksaan bagi calon jemaah haji.

Terkait tarif pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji, dr. Humariyadi sebelumnya menyarankan masyarakat mengonfirmasi langsung kepada Dinas Kesehatan Kota Serang. Menurutnya, tarif pemeriksaan mengacu pada peraturan daerah dan peraturan wali kota yang berlaku.

Perbedaan keterangan mengenai biaya pemeriksaan juga menunjukkan pentingnya masyarakat memperoleh informasi tarif yang jelas dan dapat dikonfirmasi melalui sumber resmi.

Dengan informasi yang terbuka dan jelas, calon jemaah haji diharapkan dapat memahami tahapan pemeriksaan, mekanisme rujukan serta pilihan fasilitas kesehatan yang tersedia sebelum menjalankan rangkaian ibadah haji.

Pada akhirnya, yang menjadi perhatian utama adalah memastikan setiap calon jemaah memperoleh pemeriksaan dan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan serta ketentuan yang berlaku sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Sumber: Wawancara Kontras7.co.id dengan Direktur RSUD Kota Serang, dr. Ahmad Humariyadi, MARS, serta pemberitaan Suarapandu.com mengenai keterangan perwakilan Pro Lab Medika dan Kepala Puskesmas Cipocok.

Redaksi Kontras7.co.id

Jelang Haji 2026, RSUD Kota Serang Perkuat Rujukan Kesehatan dari 16 Puskesmas

By On Selasa, Agustus 18, 2026


Direktur RSUD Kota Serang, dr. Ahmad Humaeriadi, MARS, 
yang akrab disapa dr.  Humariyadi, saat diwawancarai tim media

Kontras7.co.id – Kota Serang – RSUD Kota Serang menyatakan siap mendukung pelayanan pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji tahun 2026. Rumah sakit milik Pemerintah Kota Serang itu akan menjadi rujukan utama bagi calon jemaah yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan atau konsultasi dokter spesialis dari 16 puskesmas di wilayah Kota Serang.

Hal tersebut disampaikan Direktur RSUD Kota Serang, dr. Ahmad Humariyadi, MARS, yang akrab disapa dr. Humariyadi, saat diwawancarai tim media Kontras7.co.id, Selasa (18/8/2026).

Menurut dr. Humariyadi, tahapan pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji dimulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti puskesmas dan klinik. Jika dari hasil pemeriksaan awal ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan atau konsultasi dokter spesialis, calon jemaah akan dirujuk ke RSUD Kota Serang.

“Kalau di puskesmas ternyata pasien perlu konsultasi ke dokter spesialis, maka akan dirujuk ke kita. Alhamdulillah RSUD memiliki dokter spesialis yang cukup lengkap untuk mendukung pelayanan kesehatan jemaah haji di tingkat kedua,” kata dr. Humariyadi.

Ia menjelaskan, RSUD Kota Serang memiliki layanan spesialis penyakit dalam, jantung, saraf, dan paru yang dapat mendukung pemeriksaan lanjutan calon jemaah haji.

Pemeriksaan kesehatan calon jemaah, kata dia, dilakukan secara menyeluruh. Penyakit penyerta yang dimiliki calon jemaah juga harus dipastikan dalam kondisi terkendali sebelum berangkat ke Tanah Suci.

“Misalnya punya hipertensi, tekanan darahnya harus stabil. Punya diabetes, gula darahnya harus terkontrol. Punya penyakit jantung, harus dipastikan tidak ada komplikasi,” ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut penting karena kondisi kesehatan calon jemaah harus benar-benar dipastikan sebelum menjalankan rangkaian ibadah haji. Pemeriksaan lanjutan juga menjadi bagian penting untuk mengetahui kondisi penyakit yang dimiliki dan memastikan calon jemaah mendapatkan penanganan yang diperlukan.

Sistem Rujukan 16 Puskesmas Diperkuat

Untuk memperkuat sistem rujukan, RSUD Kota Serang sebelumnya telah ditetapkan sebagai rujukan pertama dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama melalui Surat Edaran Wali Kota Serang Nomor 400.7-31/RSUD-SE-2025 tanggal 23 September 2025.

Surat edaran tersebut mengatur RSUD Kota Serang sebagai rujukan pertama dari FKTP bagi masyarakat Kota Serang. Dalam ketentuan tersebut, masyarakat, termasuk ASN, non-ASN dan peserta PBI APBD, diarahkan menjadikan RSUD Kota Serang sebagai rujukan pertama dari puskesmas maupun klinik.

Sementara pasien yang membutuhkan pelayanan rumah sakit di atas tipe madya dapat dirujuk ke rumah sakit rujukan tingkat lanjutan lainnya.

Surat Edaran Wali Kota Serang 
Nomor 400.7-31/RSUD-SE-2025 tentang 
RSUD Kota Serang sebagai Rujukan 
Pertama dari FKTP.

Ia menambahkan, sistem pelayanan yang terintegrasi tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan, tetapi juga dapat mengoptimalkan layanan RSUD dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

“Kalau ada rujukan dari puskesmas ke kita, tentu akan memberikan kontribusi ke PAD. Tapi yang paling utama adalah masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik,” ujarnya.

Tarif Pemeriksaan

Terkait tarif pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji, dr. Humariyadi menyarankan masyarakat mengonfirmasi langsung kepada Dinas Kesehatan Kota Serang.

Ia menegaskan, tarif pemeriksaan mengacu pada Peraturan Daerah dan Peraturan Wali Kota yang berlaku.

Dengan demikian, masyarakat, khususnya calon jemaah haji, dapat memperoleh informasi yang tepat mengenai tahapan pemeriksaan maupun ketentuan pelayanan sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan.

Di akhir wawancara, dr. Humariyadi berharap masyarakat, khususnya calon jemaah haji, memberikan kepercayaan kepada fasilitas kesehatan pemerintah dengan melihat kualitas pelayanan yang diberikan.

“Harapan saya, calon jemaah haji memberikan kepercayaan kepada kami untuk dilayani. Sekarang masyarakat punya pilihan. Jadi yang paling penting pelayanan kita bagus, sehingga masyarakat percaya dan kita bisa memberikan pelayanan maksimal,” pungkasnya.

Stamina Menurun dan Tubuh Mudah Lelah, Bisa Jadi Sinyal Perubahan Hormon dan Metabolisme

By On Jumat, Agustus 14, 2026

Sejumlah pembicara berfoto bersama dalam Seminar Primaya Metabolic Endocrine 2026 dengan tema “Translating Evidence into Impact: Practical Endocrinology for Real-World Care”.

KONTRAS7.CO.ID, JAKARTA – Tubuh sebenarnya tidak pernah berhenti memberi sinyal. Stamina yang tidak lagi seperti dulu, tubuh yang lebih mudah lelah, perubahan fungsi seksual, berat badan yang meningkat, hingga kadar gula darah yang mulai berubah sering kali dianggap sebagai bagian dari proses penuaan atau konsekuensi gaya hidup.

Padahal, perubahan tersebut dapat menjadi tanda bahwa terjadi perubahan pada sistem hormon maupun metabolisme tubuh yang perlu diperhatikan.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan pada Seminar Primaya Metabolic Endocrine 2026 yang mengangkat tema “Translating Evidence into Impact: Practical Endocrinology for Real-World Care” pada Juli 2026 lalu. Acara ini menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam, di antaranya dr. Marshell Tendean, Sp.PD-KEMD, FINASIM dan dr. Khomimah, Sp.PD-KEMD, FINASIM.

Pada pria, misalnya, penurunan kadar testosteron memang terjadi seiring bertambahnya usia. Data European Male Ageing Study (EMAS) menunjukkan penurunan testosteron dan free testosterone semakin nyata setelah usia 50 tahun. Namun, perubahan yang menetap dan disertai keluhan tidak selalu perlu dianggap sebagai bagian normal dari penuaan.

Salah satunya adalah late-onset hypogonadism (LOH) atau kekurangan testosteron pada pria. Kondisi ini diperkirakan dialami sekitar 2,1% populasi pria secara umum, dengan prevalensi meningkat dari 0,1% pada pria usia 40–49 tahun menjadi 5,1% pada usia 70–79 tahun. Prevalensinya juga dapat meningkat pada pria dengan obesitas atau metabolic syndrome.

dr. Marshell Tendean, Sp.PD-KEMD, FINASIM yang berpraktik di UKRIDA Primaya Hospital, mengatakan pria perlu lebih peka terhadap perubahan tubuh yang mulai memengaruhi aktivitas maupun kualitas hidup.

“Bertambahnya usia memang membawa berbagai perubahan pada tubuh, termasuk hormon. Namun, ketika perubahan seperti mudah lelah, penurunan stamina, atau gangguan fungsi seksual mulai menetap dan memengaruhi kualitas hidup, kondisi tersebut perlu dilihat lebih jauh. Kekurangan testosteron bukan sekadar persoalan usia atau fungsi seksual, tetapi dapat berkaitan dengan berbagai aspek kesehatan. Karena itu, penting untuk melakukan evaluasi medis secara tepat dan tidak sekadar menganggapnya sebagai proses penuaan,” ujarnya.

Hal serupa juga terjadi pada diabetes. Gangguan metabolisme dapat berkembang tanpa gejala yang jelas sehingga seseorang baru mengetahui kondisinya setelah muncul komplikasi.

Materi Primaya Endocrine 2026 mencatat lebih dari 250 juta orang dewasa di dunia belum menyadari bahwa mereka mengalami gangguan metabolisme, sehingga risiko komplikasi dapat berkembang sebelum pengobatan dimulai.

Di Indonesia, merujuk IDF Diabetes Atlas 2025, Indonesia berada pada peringkat kelima dunia untuk prevalensi diabetes pada usia 20–79 tahun dan peringkat ketiga untuk jumlah kasus yang belum terdiagnosis.

dr. Khomimah, Sp.PD-KEMD, FINASIM, yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat, menjelaskan bahwa diabetes tidak cukup dipandang sebagai persoalan kadar gula darah.

“Diabetes bukan hanya persoalan gula darah. Prosesnya melibatkan berbagai mekanisme dan organ tubuh, sehingga pengelolaannya juga perlu melihat risiko pasien secara menyeluruh. Kita perlu bergeser dari pendekatan yang reaktif menjadi lebih proaktif, termasuk menjaga kesehatan jantung dan ginjal sejak lebih awal,” jelasnya.

Diabetes tipe 2 melibatkan berbagai mekanisme yang berkaitan dengan pankreas, hati, jaringan lemak, otot, ginjal, otak, saluran pencernaan, hingga sistem imun. Karena itu, keberhasilan pengelolaan diabetes tidak cukup dinilai dari satu angka laboratorium, tetapi juga dari kemampuan mencegah komplikasi dan mempertahankan fungsi organ.

Pendekatan pengelolaan diabetes pun kini bergerak dari reaktif menjadi proaktif, dengan fokus yang lebih komprehensif, protektif terhadap organ, berbasis teknologi, dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Pertimbangan dapat mencakup kondisi jantung dan ginjal, berat badan, risiko komplikasi, penyakit penyerta, hingga kebutuhan dan preferensi pasien.

Karena itu, tujuan pengelolaan kesehatan bukan sekadar memperbaiki angka hormon, gula darah, atau berat badan, tetapi menjaga fungsi organ, mencegah komplikasi, mempertahankan produktivitas, dan memastikan kualitas hidup dalam jangka panjang.

Melalui pendekatan tersebut, Primaya Hospital mendorong masyarakat untuk lebih peka terhadap perubahan tubuh dan tidak terburu-buru menganggapnya sebagai hal yang wajar. Sinyal tubuh adalah langkah awal untuk mengenali kondisi kesehatan; deteksi dini membuka peluang untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan personal; sementara tujuan akhirnya adalah menjaga kesehatan dan kualitas hidup selama mungkin.

Pemprov Banten Jemput Bola CKG, 1.200 Warga Labuan Jalani Pemeriksaan

By On Minggu, Agustus 09, 2026

KONTRAS7.CO.ID, Pandeglang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus memperluas layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan sistem jemput bola. Kali ini, lebih dari 1.200 warga Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, mendapat layanan pemeriksaan kesehatan secara langsung di wilayah mereka.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan layanan tersebut sengaja didekatkan kepada masyarakat agar pemeriksaan kesehatan rutin tidak terkendala jarak maupun biaya. Pelayanan dipusatkan di Lapangan Pantai Ceria, Kecamatan Labuan, dengan 15 stan pemeriksaan.

“Pemeriksaan yang diberikan meliputi pengukuran fisik, status gizi, cek tekanan darah, hingga pemeriksaan laboratorium seperti gula darah dan rontgen. Dengan turun langsung, kita harap warga tidak takut atau enggan memeriksakan kesehatannya,” ujar Andra di Pandeglang, Minggu, 9 Agustus 2026.

Menurutnya, pemeriksaan rutin penting untuk mendeteksi penyakit sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius. Ia juga mengajak masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga, memanfaatkan layanan tersebut bersama anggota keluarga.

“Kalau sudah terdeteksi dari awal, kita bisa mengambil langkah penyembuhannya. Insya Allah, di seluruh RSUD di Banten sekarang ini penanganannya sudah gratis,” tegasnya.

Layanan jemput bola itu mendapat respons positif dari masyarakat. Annisa (37), warga Kecamatan Labuan, mengaku terbantu karena bisa melakukan pemeriksaan, termasuk rontgen, tanpa harus pergi jauh dari tempat tinggalnya.

“Dengan mekanisme jemput bola seperti ini masyarakat semakin terbantu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau. Terutama bagi lansia, karena kalau harus ke Puskesmas jaraknya lumayan jauh,” ungkap Annisa.

Annisa juga memanfaatkan kesempatan tersebut dengan membawa suami dan anaknya untuk ikut menjalani pemeriksaan. Menurutnya, layanan langsung ke masyarakat membuat warga lebih mudah melakukan deteksi dini.

Pemprov Banten mencatat program CKG hingga kini telah menjangkau sekitar 5,1 juta warga dari total sasaran 5,9 juta jiwa. Capaian tersebut menempatkan Banten di posisi ketiga tertinggi secara nasional.

Dokter mengingatkan anak lebih rentan mengalami heat stroke saat cuaca panas ekstrem. Orang tua diminta mengenali gejala sejak dini.

By On Senin, Juli 20, 2026



Kontras7,- Orang Tua Diminta Waspadai Gejala Heat Stroke Pada Anak di Tengah Panas Ekstrem, Cuaca panas ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah perlu mendapat perhatian khusus dari para orang tua.

Anak-anak disebut memiliki risiko lebih tinggi mengalami heat stroke dibandingkan orang dewasa karena sistem pengaturan suhu tubuh mereka belum berkembang sempurna.

Dosen Program Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Siti Rizki Fauziah, mengatakan kondisi panas yang berlangsung terus-menerus dapat memberikan tekanan lebih besar terhadap tubuh anak.

"Anak-anak masih dalam masa pertumbuhan, sehingga sistem regulasi tubuh mereka belum sesempurna orang dewasa. Kondisi panas yang berlangsung terus-menerus memberikan beban lebih besar bagi tubuh anak," ujarnya, Senin (15/6/2026) dikutip dari Antara.

Menurut Siti Rizki, faktor fisiologis menjadi salah satu penyebab utama anak lebih rentan terdampak suhu tinggi. Luas permukaan tubuh anak yang relatif lebih besar dibandingkan berat badannya membuat mereka lebih cepat menyerap panas dari lingkungan.

Selain itu, produksi panas tubuh saat beraktivitas juga cenderung lebih tinggi, sementara mekanisme pendinginan melalui penguapan keringat belum bekerja seefektif orang dewasa.

Gejala Awal Perlu Dikenali

Siti Rizki menjelaskan heat stroke merupakan kondisi darurat medis yang terjadi ketika tubuh kehilangan kemampuan mengatur suhu secara normal.

"Heat stroke harus dipandang sebagai kondisi kegawatdaruratan medis yang serius karena merupakan kegagalan sistem pengaturan suhu tubuh. Jika tidak segera ditangani, dapat mengganggu fungsi organ vital seperti otak, jantung, dan ginjal," tegasnya.

Sebelum berkembang menjadi heat stroke, anak biasanya mengalami heat exhaustion atau kelelahan akibat panas. Gejalanya antara lain keringat berlebihan, sakit kepala, pusing, tubuh terasa lemas, mual, muntah, hingga kram otot.

Jika kondisi semakin berat, anak dapat mengalami perubahan perilaku seperti kebingungan, sulit berkomunikasi, mengantuk berlebihan, bahkan kehilangan kesadaran.

Anak Sering Abaikan Tanda Bahaya

Selain faktor fisik, perilaku anak juga turut meningkatkan risiko. Menurut Siti Rizki, anak-anak kerap terlalu fokus bermain sehingga tidak menyadari tanda-tanda awal tubuh mengalami gangguan akibat panas.

Akibatnya, kondisi yang semula ringan bisa berkembang menjadi lebih serius apabila tidak segera ditangani.

Siti Rizki mengingatkan orang tua untuk memastikan anak mendapatkan asupan cairan yang cukup, mengurangi aktivitas di bawah sinar matahari langsung, serta segera memberikan pertolongan ketika muncul gejala gangguan akibat panas.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap risiko dehidrasi dan heat stroke, terutama pada kelompok rentan seperti bayi dan balita.

"Bayi dan balita merupakan kelompok yang paling rentan. Kewaspadaan orang tua sangat penting agar tanda-tanda awal gangguan akibat panas dapat dikenali lebih dini sebelum menjadi kondisi yang lebih berbahaya," kata Siti Rizki.

Sumber : merdeka.Com 

Primaya Hospital Bekasi Timur Klaim Lakukan Tindakan Sacral Neuromodulation Pertama di Indonesia

By On Jumat, Juli 17, 2026

BEKASI, Kontras7.co.id – Primaya Hospital Bekasi Timur memperkenalkan inovasi layanan bedah saraf melalui tindakan Sacral Neuromodulation (SNM) bagi pasien yang mengalami gangguan fungsi kandung kemih, usus, dan organ panggul akibat kerusakan saraf.

Berdasarkan siaran pers yang diterima Kontras7.co.id, Jumat (17/7/2026), rumah sakit tersebut menyebut tindakan SNM yang dilakukan tim dokter spesialis bedah sarafnya diklaim sebagai yang pertama di Indonesia. Inovasi ini menjadi langkah penting dalam pengembangan layanan neuromodulasi di Tanah Air sekaligus membuka akses masyarakat terhadap teknologi medis berstandar internasional.

Tindakan tersebut dipimpin oleh dr. Muhamad Aulia Rahman, Sp.BS-FTB, FINSS, bersama tim dokter Primaya Hospital Bekasi Timur. Atas pencapaian tersebut, tim dokter menerima penghargaan dari PINS Medical sebagai bentuk apresiasi atas inovasi layanan yang dikembangkan.

Menurut dr. Muhamad Aulia Rahman, banyak pasien belum menyadari bahwa gangguan berkemih dapat disebabkan oleh kerusakan saraf sehingga penanganan selama ini lebih banyak berfokus pada gejala.

"Melalui Sacral Neuromodulation, kami memberikan stimulasi langsung pada saraf sehingga fungsi organ dapat kembali bekerja lebih optimal," ujarnya.

Ia menjelaskan, prosedur minimal invasif tersebut umumnya berlangsung sekitar 30 menit hingga satu jam dengan tujuan membantu meningkatkan kualitas hidup pasien.

Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur, dr. dr. Meizar Rizaldi, M.Ked.Klin., MM., MBA., FISQua, mengatakan pencapaian tersebut merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional yang dapat diakses masyarakat Indonesia.

"Kami ingin memastikan masyarakat Indonesia memiliki akses terhadap teknologi medis terkini tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri. Ke depan, kami akan terus menghadirkan inovasi yang didukung tenaga medis kompeten dan standar pelayanan terbaik," katanya.

Salah satu pasien, Ratna Ira Andriyanti (40), mengaku merasakan perubahan positif setelah menjalani terapi tersebut.

"Sebelumnya saya selalu khawatir saat beraktivitas karena sulit menahan buang air kecil. Setelah menjalani tindakan SNM, kondisi saya jauh lebih baik. Kini saya bisa kembali beraktivitas dengan dengan lebih percaya diri dan merasa mendapatkan kembali kualitas hidup saya," tuturnya.

Melalui inovasi tersebut, Primaya Hospital Bekasi Timur berharap semakin banyak pasien dengan gangguan saraf berkemih dapat memperoleh akses terhadap terapi neuromodulasi di dalam negeri tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri.

Editor: Redaksi Kontras7

Sumber: Siaran Pers Primaya Hospital Bekasi Timur.

HUT ke-8 RSUD Kota Serang, Direktur Ahmad Humariadi Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Berkualitas

By On Rabu, Juli 08, 2026

SERANG, Kontras7.co.id – Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 RSUD Kota Serang menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, inovatif, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Direktur RSUD Kota Serang, dr. Ahmad Humariadi, MARS, menyampaikan harapannya agar di usia yang ke-8 ini, RSUD Kota Serang terus berkembang menjadi rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan terbaik sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Kota Serang.

"Semoga RSUD Kota Serang semakin maju dan profesional sebagai rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan berkualitas, berwawasan lingkungan, serta berorientasi pada keselamatan pasien. Teruslah menjadi kebanggaan masyarakat dan mitra Pemerintah Kota Serang dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera," ujar dr. Ahmad Humariadi.

Mengusung tema "Sinergitas Pemerintah Kota Serang dalam Mewujudkan Transformasi Rumah Sakit Berwawasan Lingkungan untuk Pelayanan Berkualitas", peringatan HUT ke-8 RSUD Kota Serang diharapkan semakin memperkuat semangat seluruh jajaran rumah sakit untuk terus berinovasi, meningkatkan mutu pelayanan, serta memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, aman, dan humanis kepada masyarakat.

Peringatan hari jadi ini juga menjadi refleksi atas perjalanan RSUD Kota Serang dalam memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta mendukung terwujudnya Kota Serang yang sehat, maju, dan sejahtera.

Serahkan Pekerjaan kepada Ahlinya, Setiap Dinas Idealnya Fokus pada Tupoksi

By On Rabu, Juli 01, 2026

Ilustrasi pembangunan gedung sekolah sebagai contoh pekerjaan konstruksi 
yang memerlukan kompetensi teknis 
sesuai bidangnya.

KONTRAS7.CO.ID - KOTA SERANG - Pembagian tugas sesuai kompetensi merupakan salah satu kunci mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, pembangunan yang berkualitas, dan pelayanan publik yang semakin optimal. Setiap perangkat daerah idealnya fokus menjalankan tugas pokok dan fungsinya sesuai bidang masing-masing.

Pemerhati kebijakan publik Arie Budiarto menyampaikan bahwa sebagai upaya memperkuat efektivitas pemerintahan di Kota Serang, alangkah baiknya pekerjaan yang bersifat teknis konstruksi dipercayakan kepada perangkat daerah yang memiliki kompetensi di bidang tersebut sesuai tugas, fungsi, dan ketentuan yang berlaku.

"Sebagai contoh, pembangunan maupun rehabilitasi gedung sekolah serta pekerjaan sarana dan prasarana yang bersifat konstruksi alangkah baiknya ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) atau Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) sesuai tugas, fungsi, dan kewenangannya. Dengan demikian, Dinas Pendidikan dapat lebih fokus meningkatkan mutu pendidikan, kualitas tenaga pendidik, prestasi peserta didik, serta pelayanan pendidikan kepada masyarakat," ujar Arie.

Menurutnya, prinsip yang sama juga dapat diterapkan pada sektor kesehatan. Dinas Kesehatan diharapkan dapat lebih fokus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, sementara pekerjaan konstruksi yang menjadi kewenangan dinas teknis dapat dilaksanakan oleh perangkat daerah yang memiliki kompetensi di bidang tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.

"Prinsipnya sederhana, serahkan pekerjaan kepada ahlinya. Ketika setiap perangkat daerah fokus pada tugas pokok dan fungsinya, kualitas pembangunan akan semakin baik, pelayanan publik semakin optimal, dan masyarakat akan menjadi pihak yang paling merasakan manfaatnya," tegas Arie.

Ia berharap gagasan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Kota Serang dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, meningkatkan kualitas pembangunan, serta mewujudkan pelayanan publik yang semakin baik.

Sebagai bentuk partisipasi dalam pembangunan daerah, Arie menyatakan akan menyampaikan usulan tersebut secara tertulis kepada Wali Kota Serang sebagai bahan masukan dan pertimbangan dalam penguatan pembagian tugas sesuai tugas pokok, fungsi, dan kompetensi masing-masing perangkat daerah.

Emak-Emak Bergerak, Lintas RW Bersatu: Voli Kocok Griya Permata Asri Jadi Simbol Solidaritas Warga

By On Jumat, April 17, 2026

Suasana pertandingan turnamen voli kocok emak-emak Griya Permata Asri yang diikuti enam tim dari RW 3, RW 4, dan RW 5, berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. 
Jumat, 17 April 2026.

KONTRAS7.CO.ID - Kota Serang - Inisiatif warga kembali menunjukkan peran penting dalam membangun lingkungan yang solid dan harmonis. Berawal dari kegiatan perapian dan perbaikan lapangan voli oleh warga RW 4, semangat kebersamaan tersebut berkembang menjadi ajang silaturahmi lintas wilayah melalui turnamen voli kocok yang digagas para emak-emak Griya Permata Asri.

Turnamen yang diikuti enam tim ini tidak hanya melibatkan warga setempat, tetapi juga diikuti oleh emak-emak dari RW 3 dan RW 5. Kehadiran lintas RW tersebut menjadi bukti bahwa fasilitas lingkungan yang dikelola bersama mampu menjadi ruang pemersatu warga. Jumat, 17 April 2026.

Dengan konsep kocok campuran, para peserta diacak tanpa sekat wilayah, menciptakan suasana pertandingan yang cair, penuh keakraban, serta menjunjung tinggi semangat kebersamaan. Sorak dukungan, canda tawa, dan semangat sportivitas mewarnai jalannya pertandingan.

Perwakilan warga sekaligus peserta, Mama Gita, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian warga, khususnya emak-emak, dalam menjaga keharmonisan lingkungan.

“Alhamdulillah, ini berawal dari kekompakan warga RW 4 yang bersama-sama merapikan lapangan. Setelah itu, kami para emak-emak berinisiatif mengadakan turnamen voli kocok agar lapangan ini benar-benar hidup dan menjadi ruang silaturahmi lintas warga,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pertandingan, melainkan sarana mempererat persaudaraan antarwarga tanpa memandang batas wilayah.

“Kami ingin semua warga merasa memiliki. Kehadiran ibu-ibu dari RW 3 dan RW 5 membuat suasana semakin hangat dan penuh kekeluargaan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mama Gita juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga, khususnya RW 4, yang telah berkontribusi dalam perapian lapangan hingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga RW 4 dan semua pihak yang telah membantu, baik tenaga, pikiran, maupun dukungan. Ini bukti nyata bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan utama di lingkungan kita,” ungkapnya.

Antusiasme warga yang tinggi, baik sebagai peserta maupun pendukung, menjadi energi tersendiri dalam kegiatan ini. Lebih dari sekadar olahraga, turnamen ini menjadi simbol hidupnya nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Di tengah tantangan kehidupan yang semakin individual, langkah sederhana namun penuh makna dari emak-emak Griya Permata Asri ini menjadi pesan kuat bahwa solidaritas, gotong royong, dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utama dalam membangun lingkungan yang tangguh, inklusif, dan berdaya.

Memprihatinkan Tanpa Penanganan Medis Memadai, 1 Lansia Sakit Terbaring Lemah di Kabupaten Serang

By On Jumat, April 03, 2026

KONTRAS7.CO.ID - Serang - Kondisi memprihatinkan dialami sebuah keluarga di Kampung Jelupang Wetan RT/RW 05/02, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten. 

Sebanyak 9 orang harus tinggal di sebuah rumah sempit yang jauh dari kata layak huni, bahkan sebagian bangunannya dilaporkan sudah roboh.

Dari pantauan di lokasi, bangunan rumah terlihat rapuh dengan dinding seadanya, sebagian terbuat dari material sederhana yang sudah lapuk dimakan usia. 

Kondisi semakin mengkhawatirkan karena setengah bagian rumah telah mengalami kerusakan hingga roboh, menyisakan ruang terbatas bagi penghuni untuk bertahan hidup. "Atap rumah yang tidak lagi kokoh juga kerap mengalami kebocoran, terutama saat hujan turun", 

Hal ini memaksa penghuni menaruh ember dan berbagai wadah di sejumlah titik untuk menampung air hujan yang masuk ke dalam rumah.

Bagian dalam rumah pun tidak kalah memprihatinkan. Ruangan yang sempit dipenuhi barang-barang seadanya, dengan pencahayaan dan sirkulasi udara yang minim. Lantai yang lembap serta kondisi kebersihan yang terbatas menambah risiko kesehatan bagi para penghuni, terutama anak-anak dan lansia.

Dari 9 penghuni tersebut, terdapat 2 orang lanjut usia (lansia), di mana 1 di antaranya saat ini dalam kondisi sakit dan hanya bisa terbaring lemah tanpa penanganan medis yang memadai. Kondisi ini semakin memperparah beban keluarga yang harus bertahan di tengah keterbatasan ekonomi.

Pemilik rumah, Kusnadi, diketahui bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Ia bersama keluarganya telah menempati rumah tersebut selama lebih dari 10 tahun dalam kondisi yang jauh dari kata layak.

Ironisnya, kondisi rumah ini sebenarnya sudah pernah mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Pemerintah Desa Sindangheula, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Serang, Perkim Provinsi Banten, hingga Kementerian Sosial pernah melakukan survei langsung ke lokasi. Namun hingga saat ini, belum ada tindak lanjut nyata yang dirasakan oleh keluarga tersebut.

Situasi ini menimbulkan keprihatinan mendalam, baik dari warga sekitar maupun pihak yang melihat langsung kondisi di lapangan. Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung justru berada dalam kondisi yang membahayakan keselamatan penghuninya, terlebih saat cuaca ekstrem melanda.

Warga berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret dan cepat dalam memberikan bantuan, baik berupa perbaikan rumah tidak layak huni maupun bantuan sosial lainnya. Selain itu, perhatian khusus juga diharapkan bagi lansia yang sakit agar mendapatkan penanganan medis yang layak.

Kisah ini menjadi potret nyata bahwa masih ada masyarakat di Kabupaten Serang yang hidup dalam keterbatasan ekstrem dan membutuhkan uluran tangan. Besar harapan, melalui perhatian dan aksi nyata dari berbagai pihak, keluarga ini dapat segera merasakan hunian yang lebih layak, aman, dan manusiawi.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *