Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
DLHK Banten Perkuat Sinergi dan Bahas Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin

By On Senin, Juli 06, 2026

 

KONTRAS7.CO.ID - KOTA SERANG - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten menggelar apel pagi yang dipimpin Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Pengendalian Pencemaran, Dr. Ruli Rianto, ST., M.Si. Dalam arahannya, seluruh pegawai diminta terus menjaga kekompakan, disiplin, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ruli Rianto menegaskan pentingnya sinergi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Menurutnya, setiap aparatur harus menjunjung tinggi integritas dan tanggung jawab guna mendukung program-program strategis DLHK Provinsi Banten.

Pada kesempatan itu, Ruli juga menyampaikan perkembangan penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Proses pemadaman dan pembasahan area masih terus dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Tangerang, dan tim gabungan.

Selain penanganan kebakaran, DLHK Provinsi Banten terus melakukan pemantauan kualitas udara dan kualitas air Sungai Ciujung sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan serta melindungi kesehatan masyarakat.

Apel pagi ditutup dengan ajakan kepada seluruh jajaran DLHK untuk terus memperkuat semangat kebersamaan dan bekerja secara profesional dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat Banten.

KLH Sebut Kebakaran TPA Jatiwaringin Sulit Dipadamkan, Mirip Karakteristik Lahan Gambut

By On Sabtu, Juli 04, 2026

KONTRAS7.CO.ID - Tanggerang - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyatakan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, sulit dipadamkan karena karakteristik api yang menyerupai kebakaran lahan gambut. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono saat meninjau lokasi, Sabtu (4/7/2026).

Diaz mengatakan api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga terus menyala di bawah tumpukan sampah. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama dan penanganan khusus karena adanya potensi ledakan akibat gas metana.

Untuk mempercepat penanganan, KLH mengerahkan drone thermal guna mendeteksi titik panas yang masih aktif. Selain itu, tim Manggala Agni diterjunkan untuk membantu proses pemadaman hingga ke bagian bawah tumpukan sampah.

Pemerintah juga menyiapkan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) bersama BNPB dan BMKG guna membantu mempercepat pemadaman. Langkah tersebut diharapkan mampu mengendalikan kebakaran yang melanda area TPA seluas sekitar 15 hektare.

TPA Jatiwaringin Kab Tangerang Gunakan Open Dumping. Kementrian Lingkungan Hidup Tutup Permanen

By On Jumat, Mei 16, 2025

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol 
saat sidak di TPA Jatiwaringin 
Kabupaten Tangerang, Jumat,16 Mei 2025.

KONTRAS7.CO.ID - Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Penutupan ini dilakukan karena TPA seluas 31 hektare itu menimbulkan kerusakan lingkungan yang sangat parah. "Penutupan ini tidak main-main," ujar Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol saat sidak ke TPA itu, Jumat siang, 16 Mei 2025. Dilansir dari Tempo.

Menurut Hanif, penutupan TPA ini tidak tiba-tiba. Sebelumnya, KLH telah memberikan sanksi administratif dan memberikan peringatan ke Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang pada Maret lalu. "Kami sudah meminta pengelola untuk menyiapkan segala langkah selama enam bulan ke depan,  sambil berpindah dari mekanisme seperti ini (open dumping)," kata Hanif.

Hanif mengatakan, jika penutupan ini tidak dilaksanakan, pengelola hingga kepada tingkat yang bertanggung jawab di atasnya akan dikenakan pemberatan sanksi dan pengenaan pidana. "Sanksi kurungan satu tahun, itu Undang-Undang 32 Tahun 2009, tidak menambah tidak mengurangi, kita hanya melaksanakan instrumen hukum yang sudah ada," kata Hanif.

Namun, kata Hanif, dia melihat langsung kondisi TPA tersebut pada hari ini tidak ada perubahan yang dilakukan oleh pengelola. Dia mengatakan TPA dibiarkan kebakaran tanpa ada penanganan, air lindi sampah juga tidak tertangani dengan baik.

"Kejadian ini kan luar biasa ada kebakaran, ini kan tidak bisa kita tolerir. Semua yang menimbulkan kebakaran pasti kita ada pidananya, karena kerusakannya sudah sekian masif. Kemudian air lindinya sejak kita datangi tahun kemarin sampai sekarang tidak ada upaya serius untuk menangani air lindi," kata Hanif.

Peduli Selamatkan Lingkungan Pesisir Pantai Utara. Agung Sedayu Group Gelontorkan Rp 39 Triliun

By On Minggu, Mei 04, 2025

KONTRAS7.CO.ID - Tangerang - Agung Sedayu Group menunjukkan kepedulian besarnya terhadap kelestarian lingkungan dengan melaksanakan program rehabilitasi di kawasan pesisir utara Tangerang. Sabtu, 3 Mei 2025. Dilansir dari kuatbaca.com

Melalui kegiatan penanaman mangrove bersama komunitas Warga Bumiputera Indonesia (WBI), grup properti raksasa ini terlibat langsung dalam menyelamatkan kawasan Tanjung Pasir, Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, yang telah lama mengalami kerusakan ekosistem akibat abrasi dan tekanan pembangunan.

Langkah nyata dari Agung Sedayu Group tak hanya sebatas seremonial. Perusahaan ini menggelontorkan dana luar biasa hingga mencapai Rp 39,6 triliun demi memastikan keberlanjutan ekosistem di kawasan tersebut. Investasi ini tidak hanya fokus pada penanaman kembali mangrove, tetapi juga menyasar rehabilitasi hutan yang terdegradasi dan perbaikan menyeluruh terhadap lingkungan yang terdampak.

Kawasan Teluk Jakarta telah lama menjadi perhatian pemerintah, terutama sejak keluarnya Keputusan Presiden Nomor 56 Tahun 1995 yang menyoroti pentingnya menyelamatkan kawasan tersebut dari kerusakan lingkungan. Dengan kondisi yang kini memprihatinkan, Teluk Jakarta memerlukan intervensi serius dari sektor swasta, dan Agung Sedayu Group menjadi salah satu pelaku utama dalam upaya penyelamatan ini.

Dalam program ini, Agung Sedayu Group menyeimbangkan antara misi ekonomi dan tanggung jawab ekologis. Kawasan yang tengah direhabilitasi juga akan dikembangkan sebagai zona ekonomi baru berbasis pariwisata berkelanjutan. Artinya, pengembangan kawasan dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek konservasi dan keseimbangan alam, bukan sekadar mengejar keuntungan komersial.

Salah satu fakta mencengangkan yang mendorong langkah besar ini adalah menurunnya luas hutan mangrove di kawasan Tanjung Pasir secara drastis. Dari total 1.800 hektare lahan hutan yang sebelumnya ada, kini hanya tersisa sekitar 91 hektare. Situasi kritis ini menuntut tindakan cepat dan strategis untuk memulihkan fungsi ekosistem pesisir yang vital dalam mencegah abrasi dan menjaga biodiversitas laut.

Tak hanya melakukan penanaman mangrove, Agung Sedayu Group juga menargetkan peningkatan signifikan luas hutan mangrove hingga enam kali lipat dari kondisi saat ini. Program ini merupakan bagian dari pembangunan kawasan hijau berbasis wisata yang akan memperkuat sektor ekonomi lokal sambil tetap menjaga keseimbangan lingkungan. Dengan demikian, dampak positifnya akan dirasakan masyarakat sekitar baik secara sosial, ekologis, maupun ekonomi.

Program ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah, perhutani, komunitas lokal, dan korporasi seperti Agung Sedayu Group perlu bahu membahu demi mencapai target yang telah ditetapkan. Kawasan yang dulunya milik negara ini kini menjadi proyek percontohan nasional dalam pengelolaan kawasan pesisir yang terpadu antara konservasi dan pembangunan.

Dengan adanya proyek ini, Agung Sedayu Group turut mendukung transformasi menuju ekonomi hijau yang tengah digalakkan pemerintah Indonesia. Fokus pada pembangunan berkelanjutan menjadikan perusahaan ini bukan hanya pemain properti, tetapi juga pionir dalam integrasi prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) ke dalam model bisnisnya.

Agung Sedayu Group membuktikan bahwa pelestarian lingkungan bisa berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi. Investasi sebesar Rp 39 triliun dalam program rehabilitasi lingkungan di Teluk Jakarta menjadi bukti nyata dari komitmen jangka panjang mereka dalam membangun Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan. Semoga langkah ini menjadi inspirasi bagi pelaku industri lainnya untuk ikut menjaga warisan alam bangsa.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *