Kontras7.co.id, Serang — Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah mendorong pencak silat menjadi ekstrakurikuler wajib di seluruh jenjang pendidikan. Menurutnya, olahraga bela diri tersebut bukan hanya melatih kemampuan fisik, tetapi juga membentuk keberanian, disiplin dan karakter peserta didik.
Dorongan itu disampaikan Dimyati saat membuka Indonesia Pencak Silat Banten Championship 2026 di Gelanggang Remaja, Ciceri, Kota Serang, Jumat (28/8/2026). Ia menilai pembinaan atlet harus terus diperkuat agar potensi pesilat Banten dapat berkembang dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Saya meminta agar pencak silat ini menjadi ekstrakurikuler wajib di sekolah-sekolah untuk seluruh jenjang pendidikan,” kata Dimyati.
Menurut Dimyati, pencak silat memiliki nilai lebih karena tidak hanya mengajarkan bela diri dan keberanian, tetapi juga membangun kedisiplinan serta nilai keagamaan. Ia mencontohkan kebiasaan berdoa sebelum pertandingan sebagai salah satu nilai yang melekat dalam olahraga tersebut.
“Karena saat memulai pertandingan, kita selalu diingatkan untuk berdoa,” ujarnya.
Dorongan tersebut juga melihat prestasi pesilat Banten yang terus berkembang. Pada akhir 2024, atlet silat ganda putra asal Banten meraih juara pertama pada 20th World Pencak Silat Championship dan 5th Junior World Pencak Silat Championship di Abu Dhabi.
Di tingkat pelajar, pesilat Banten juga mencatat prestasi pada O2SN dengan meraih peringkat ketiga nasional tingkat SD serta juara kedua tingkat SMP untuk kategori putra dan putri.
Prestasi tersebut akan kembali diuji pada September 2026. Atlet pencak silat Banten dijadwalkan mewakili Indonesia dalam 5th Southeast Asia Pencak Silat Championship di Vietnam.
Pada bulan yang sama, lima pesilat terbaik Banten juga akan mengikuti Seleksi Nasional (Seleknas) sebagai persiapan menuju 21st World Pencak Silat Championship (WPSC) dan 6th Junior World Pencak Silat Championship (JWPSC) 2026 di Tashkent, Uzbekistan, pada 20–30 November 2026.
Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Banten Ajat Sudrajat mengatakan pembinaan atlet dilakukan secara berkelanjutan. IPSI, kata dia, rutin menggelar pertandingan skala kecil dua kali dalam sebulan untuk menguji kemampuan para pesilat.
“Termasuk puncaknya adalah melalui ajang ini,” kata Ajat.
Ajat juga berharap dukungan Pemerintah Provinsi Banten terus diberikan untuk menunjang persiapan atlet yang akan berlaga di tingkat nasional dan internasional. Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat pembinaan tidak cukup jika hanya mengandalkan kemampuan mandiri IPSI.
“Bibit-bibit atlet berprestasi kita itu cukup banyak, dan ini perlu dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemprov Banten,” ujarnya.
Indonesia Pencak Silat Banten Championship 2026 diikuti kontingen dari 15 provinsi dengan total peserta dan ofisial mencapai 1.154 orang. Para atlet bertanding dalam berbagai kelas usia, mulai 5 hingga 35 tahun, selama 28–30 Agustus 2026.
« Prev Post
Next Post »
