Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.

Sekolah Rakyat Pandeglang Resmi Beroperasi, 474 Siswa Mulai Menempuh Pendidikan

 

Wagub Banten Achmad Dimyati Natakusumah berbincang dengan 
siswa SRT 1 Kabupaten Pandeglang 
saat pembukaan MPLS.

Kontras7.co.id, Pandeglang — Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Pandeglang resmi beroperasi dan mulai melayani 474 siswa dari jenjang SD, SMP hingga SMA. Kehadiran sekolah ini menjadi akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera sekaligus membuka peluang bagi mereka untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SRT 1 Pandeglang, Jumat (28/8/2026), meminta pengelolaan sekolah terus diperkuat, terutama dari sisi kualitas guru dan proses pembelajaran.

“Sekolah ini harus dirawat dan dijaga. Saya meminta kepada kepala sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk para gurunya,” ujar Dimyati.

Dimyati menilai keberhasilan Sekolah Rakyat tidak cukup hanya dengan fasilitas yang lengkap. Kualitas tenaga pendidik dan proses pembelajaran menjadi bagian penting dalam membentuk karakter sekaligus mengembangkan potensi siswa.

Usai membuka MPLS, Dimyati meninjau ruang kelas dan sejumlah fasilitas pendukung, termasuk asrama guru. Kompleks SRT 1 Pandeglang berdiri di atas lahan 11,3 hektare hibah Pemkab Pandeglang dengan dukungan anggaran pemerintah pusat.

Sekolah tersebut dilengkapi 36 ruang kelas dan fasilitas asrama terpadu. Konsep pendidikan berasrama ini diharapkan dapat memberikan lingkungan belajar yang aman sekaligus membantu siswa membangun kemandirian.

Bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi, manfaat sekolah ini juga terasa langsung. Ahmad Saruri (32), warga Kampung Pasir Kuntul, Pandeglang, menyekolahkan putrinya, Nur Hikmah, di jenjang SMP SRT 1.

“Saya merasa senang. Di sini semua gratis, jadi saya tidak terlalu memikirkan biaya sehari-hari anak di sekolah,” kata Saruri.

Hal serupa dirasakan orang tua Kirania Iktiba, warga Desa Kananga, Kecamatan Menes. Ia berharap putrinya dapat mengikuti pendidikan dengan baik dan tumbuh menjadi anak yang mandiri serta bermanfaat bagi lingkungan.

“Terima kasih, saya bersyukur. Mudah-mudahan anak saya betah, bisa dibimbing dan dibina menjadi anak yang mandiri dan berguna bagi lingkungan sekitarnya,” tuturnya.

Kepala SRT 1 Kabupaten Pandeglang Siwi Astuti mengatakan, 474 siswa yang saat ini belajar di sekolah tersebut berasal dari Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang dan Kota Tangerang Selatan. Kapasitas sekolah disiapkan hingga 540 siswa dengan enam rombongan belajar pada masing-masing jenjang SD, SMP dan SMA.

Untuk jenjang SD, masih tersedia sejumlah kuota. Menurut Siwi, sebagian orang tua masih mempertimbangkan kesiapan anak untuk tinggal di asrama.

“Untuk SD masih ada kekurangan karena kadang anaknya belum mau atau orang tuanya belum tega melepas anak mereka ke asrama,” jelasnya.

Setelah MPLS yang berlangsung 31 Agustus hingga 11 September 2026, para siswa akan mengikuti program matrikulasi selama tiga bulan sebagai tahap persiapan mental dan akademik sebelum memasuki pembelajaran secara penuh.

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *