Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
Wagub Banten Tekankan Peran Dai dalam Penguatan Iman dan Pemahaman Syariat

By On Minggu, September 20, 2026

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menghadiri Tabligh Akbar Majelis Quran Ikadi di Masjid Raya Al-A'zhom, Kota Tangerang.

KONTRAS7.CO.ID — TANGERANG — Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menilai dai memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memahami ilmu agama, khususnya terkait keimanan dan syariat Islam.

Hal itu disampaikan Dimyati usai menghadiri Tabligh Akbar Majelis Quran Ikatan Da’i Indonesia (Ikadi) di Masjid Raya Al-A'zhom, Kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Minggu (20/9/2026).

Menurut Dimyati, dakwah tidak hanya menyampaikan nasihat tentang kebaikan, tetapi juga mengajak masyarakat menjalankan amar makruf nahi mungkar serta memperbaiki akhlak.

Ia juga mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai ruang silaturahmi sekaligus momentum untuk meningkatkan ketakwaan masyarakat.

Dalam acara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikadi K.H. Ahmad Khusairy Suhail mengatakan Ikadi merupakan organisasi kemasyarakatan Islam yang membawa visi sebagai perekat umat dan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia menyebut Ikadi saat ini memiliki 35 pengurus wilayah dan akan bertambah menjadi 38 wilayah.

“Indonesia yang lebih baik harus dimulai dengan sungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Al-Quran,” ujarnya.

Pesan serupa disampaikan K.H. Syukron Ma’mun dalam tausiyahnya. Ia mengajak masyarakat tidak hanya membaca Al-Quran, tetapi juga memahami dan menjadikannya sebagai petunjuk dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan Pengurus Dai dan Daiah untuk Program Pengentasan Buta Huruf Al-Quran PW Ikadi Banten periode 2026–2030 oleh Ketua PW Ikadi Banten K.H. Komarudin Akyas.

Dalam kesempatan tersebut, Ikadi Banten juga memperkenalkan metode “Mama Papa”, yang diperuntukkan sebagai salah satu cara belajar membaca huruf Al-Quran.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya Ikadi Banten memperluas pembelajaran Al-Quran di tengah masyarakat, sehingga kegiatan dakwah tidak berhenti pada penyampaian materi keagamaan, tetapi juga menyentuh kemampuan dasar masyarakat dalam membaca Al-Quran.

Wagub Banten Ajak Masyarakat Berdoa dan Muhasabah di Tengah Ancaman Bencana

By On Sabtu, September 19, 2026

Wagub Banten Achmad Dimyati Natakusumah saat menghadiri 
pengajian bulanan IWKS di Kota Serang
.

KONTRAS7.CO.ID — KOTA SERANG — Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama mendoakan agar Provinsi Banten senantiasa dijauhkan dari berbagai bencana alam.

Menurut Dimyati, kekuatan doa menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai keadaan yang sebelumnya mungkin terlihat sulit bagi manusia.

Pesan tersebut disampaikan Dimyati saat menghadiri pengajian bulanan Ikatan Warga Krakatau Steel (IWKS) di Pondok Pesantren Bani Hamid, Kelurahan Kagungan, Kecamatan Serang, Kota Serang, Sabtu (19/9/2026).

Ia mengatakan, doa dan refleksi diri penting dilakukan di tengah berbagai bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Banten.

Sebagai seorang muslim, Dimyati juga mengajak masyarakat untuk memperbanyak muhasabah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, salah satunya melalui kegiatan pengajian rutin.

“Melalui pengajian ini, kita kembali diingatkan akan tujuan kehidupan di dunia. Kita diingatkan tentang bagaimana peran sebagai umat manusia untuk terus menjaga alam, serta peran kita sebagai pemimpin di muka bumi,” ujar Dimyati.

Di hadapan para tokoh agama dan masyarakat, Dimyati juga memohon doa agar para pemimpin di Banten dapat menjalankan amanah dengan baik.

Ia berharap Banten dapat terus berkembang dan masyarakatnya semakin sejahtera, sehingga cita-cita mewujudkan daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur dapat terwujud.

Sementara itu, tuan rumah pengajian IWKS, Embay Mulya Syarif, mengingatkan jemaah bahwa kehidupan di dunia pada hakikatnya merupakan persinggahan sebelum manusia kembali kepada kehidupan akhirat.

Menurut Embay, manusia perlu mempersiapkan bekal kehidupan dengan memperbanyak amal dan ibadah selama masih diberikan kesempatan.

“Sejatinya kita ini adalah makhluk langit, dan di bumi ini hanya singgah saja. Oleh karena itu, sebagai makhluk yang akan berpulang, sudah selayaknya kita tidak terlena dengan kehidupan dunia,” tuturnya.

Embay juga mengingatkan bahwa waktu hidup manusia terbatas. Karena itu, setiap kesempatan yang masih diberikan perlu dimanfaatkan untuk memperbanyak amal kebaikan.

“Jangan pernah berhenti mengumpulkan bekal untuk 'mudik' kelak. Sebab, bekal kehidupan di atas bumi tentu sangat berbeda dengan bekal di dalam bumi (akhirat),” pungkasnya.

MTQ Nasional XXXI Semarang Gelar Eksibisi Tartil Al-Qur’an Isyarat bagi Penyandang Tuli

By On Rabu, September 16, 2026

Peserta mengikuti eksibisi Tartil Al-Qur’an Isyarat dalam MTQ Nasional XXXI 
di Semarang.

KONTRAS7.CO.ID – SEMARANG | Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah menghadirkan eksibisi Tartil Al-Qur’an Isyarat bagi penyandang disabilitas sensorik rungu atau tuli.

Kegiatan tersebut digelar di MG Setos Hotel Semarang, Selasa (15/9/2026), dan menjadi bagian dari rangkaian MTQ Nasional XXXI.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI Abu Rokhmad mengatakan, eksibisi ini menjadi langkah awal untuk menghadirkan MTQ yang lebih inklusif sekaligus memenuhi hak beragama penyandang tuli.

“Kami berharap ini adalah momentum sejarah yang sangat penting, terutama bagi teman-teman disabilitas. MTQ harus inklusif, MTQ harus bisa diikuti oleh semua kelompok umat Islam,” ujar Abu saat membuka kegiatan.

Menurut Abu, Kementerian Agama masih akan mengevaluasi pelaksanaan eksibisi tersebut sebelum mempertimbangkan Tartil Al-Qur’an Isyarat menjadi cabang musabaqah resmi pada penyelenggaraan MTQ berikutnya.

Evaluasi antara lain mencakup perangkat pertandingan dan mekanisme pelaksanaan musabaqah.

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag RI Muchlis M Hanafi menyampaikan, eksibisi diikuti 28 peserta putra dan putri dari 14 komunitas Tuli Muslim yang berasal dari sembilan provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Jambi.

Para peserta tampil dalam dua kategori, yaitu metode kitabah dan metode tilawah. Penilaian dilakukan oleh dewan hakim yang terdiri dari unsur tuli dan nontuli yang memahami pedoman serta metode Al-Qur’an Isyarat.

Muchlis mengatakan, kegiatan tersebut menjadi tahap pengenalan, pengujian dan penyempurnaan sebelum Tartil Al-Qur’an Isyarat dipertimbangkan menjadi cabang resmi MTQ.

Pelaksanaan eksibisi dilakukan melalui kerja sama Kementerian Agama dengan Asosiasi Tuli Muslim Indonesia (ATMI), yang terlibat dalam penyusunan pedoman penilaian hingga mekanisme pelaksanaan.

Komisioner Komisi Nasional Disabilitas RI Deka Kurniawan mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, negara perlu memastikan penyandang disabilitas memperoleh akses layanan keagamaan secara setara.

Ia menilai pelaksanaan eksibisi Tartil Al-Qur’an Isyarat dalam MTQ Nasional XXXI menjadi salah satu bentuk nyata upaya memenuhi hak keagamaan penyandang disabilitas.

Sumber:
Kementerian Agama RI, 15 September 2026.

Ketua Umum PBMA Dorong Mathla’ul Anwar Jateng Lakukan Lompatan Organisasi

By On Senin, September 14, 2026

Ketua Umum PBMA Dr. KH Jazuli Juwaini saat menyampaikan arahan pada penutupan Muswil Mathla’ul Anwar Jawa Tengah di Semarang. (Foto: Humas PBMA)

KONTRAS7.CO.ID — SEMARANG — Apa yang harus dilakukan Mathla’ul Anwar Jawa Tengah setelah memiliki kepengurusan baru? Bagi Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) Dr. KH Jazuli Juwaini, MA, MM, jawabannya bukan sekadar melanjutkan apa yang sudah berjalan.

Ia justru mendorong adanya lompatan dalam penataan dan penguatan organisasi.

Pesan itu disampaikan Jazuli Juwaini saat menutup Musyawarah Wilayah (Muswil) Mathla’ul Anwar Jawa Tengah di Semarang, 12–13 September 2026.

Dalam Muswil tersebut, Dr. H. Muh. Haris, M.Si terpilih sebagai Ketua Pengurus Wilayah (PW) Mathla’ul Anwar Jawa Tengah masa khidmat 2026–2031. Ia menggantikan H. Sumanto, SH, MH. Sebelum terpilih, Haris merupakan Ketua Majelis Amanah/Penasehat Pimpinan Daerah Mathla’ul Anwar Salatiga.

Lalu lompatan seperti apa yang dimaksud?

Jazuli menyebut beberapa hal yang perlu menjadi perhatian kepengurusan baru, mulai dari penataan organisasi, kaderisasi, penataan aset, hingga perluasan syiar dakwah Mathla’ul Anwar di Jawa Tengah.

“Di bawah kepengurusan baru, kita berharap Mathla’ul Anwar Jawa Tengah bisa melakukan lompatan-lompatan dalam penataan organisasi, kaderisasi, penataan aset, dan perluasan syiar dakwah Mathla’ul Anwar di wilayah Jawa Tengah,” katanya.

Menurut Jazuli, penguatan organisasi juga perlu dimulai dari struktur yang solid. Salah satunya dengan segera melengkapi kepengurusan Pimpinan Daerah (PD) Mathla’ul Anwar di seluruh Jawa Tengah.

Mengapa hal itu penting?

Bagi Jazuli, soliditas menjadi salah satu kunci agar organisasi dapat menjalankan berbagai agenda dan memberikan kontribusi yang lebih luas. Soliditas itu tidak hanya dibangun melalui struktur, tetapi juga melalui keikhlasan dan istiqamah dalam bekerja.

Terutama dalam tiga bidang yang selama ini menjadi bagian penting dari kiprah Mathla’ul Anwar, yakni pendidikan, dakwah, dan sosial.

“Insya Allah kalau ikhlas, solid, dan tertib dalam bekerja, Mathla’ul Anwar menjadi ringan dalam menjalankan amanah. Kita juga akan mendapatkan kemudahan dan keberkahan dalam kehidupan,” tegasnya.

Kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Muh. Haris pun diharapkan membawa energi baru untuk memperkuat organisasi sekaligus memperluas kontribusi Mathla’ul Anwar di Jawa Tengah.

Muswil juga menetapkan program kerja dan agenda strategis organisasi untuk lima tahun ke depan. Artinya, ada pekerjaan yang harus segera dijalankan oleh kepengurusan baru, bukan hanya menjaga organisasi tetap berjalan, tetapi juga menerjemahkan program yang telah disepakati ke dalam kerja nyata.

Muswil Mathla’ul Anwar Jawa Tengah tersebut dibuka oleh Wakil Ketua Umum PBMA Dr. H. Abdul Fikri Faqih dan ditutup dengan arahan Ketua Umum PBMA Dr. KH Jazuli Juwaini.

Pesan Jazuli pun menjadi salah satu titik penting dari Muswil kali ini: kepengurusan baru tidak hanya membawa pergantian kepemimpinan, tetapi juga membawa harapan untuk melakukan lompatan bagi organisasi Mathla’ul Anwar di Jawa Tengah.

37 Warga Cilegon Diberangkatkan Umrah Gratis, 3 Menyusul Oktober

By On Minggu, September 13, 2026

37 warga Cilegon mengikuti pelepasan program umrah gratis Pemkot Cilegon.

KONTRAS7.CO.ID — KOTA CILEGON — Sebanyak 37 warga Kota Cilegon diberangkatkan untuk menjalankan ibadah umrah melalui program umrah gratis Pemerintah Kota Cilegon, Minggu (13/9/2026).

Pelepasan jamaah dilakukan Wali Kota Cilegon Robinsar di Masjid Agung Kota Cilegon. Dari total 40 penerima program tahun 2026, sebanyak 37 orang berangkat pada tahap ini, sementara tiga penerima lainnya dijadwalkan menyusul pada Oktober karena masih mengikuti MTQ Nasional.

“Alhamdulillah Pemkot Cilegon menjalankan Umroh gratis bagi warga Cilegon dan berjalan lancar, yang berangkat hari ini baru 37 orang, 3 orang menyusul setelah mengikuti MTQ nasional,” kata Robinsar.

Menurut Robinsar, seluruh peserta mendapatkan fasilitas perjalanan umrah dalam satu paket, mulai dari visa, paspor, pemeriksaan kesehatan, tiket pesawat, hotel hingga konsumsi selama perjalanan. Ia menyebut program tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat.

“InsyaAllah tahun 2027 akan kami adakan kembali. Program ini bentuk perhatian dari Pemkot kepada warganya supaya bisa menunaikan ibadah Umroh,” jelasnya.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda Kota Cilegon Rahmatullah mengatakan program tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada masyarakat yang memberikan kontribusi positif bagi daerah.

“Keberangkatan ini sebagai bentuk apresiasi kepada pihak terkait yang memberikan kontribusi positif untuk Kota Cilegon,” tuturnya.

Rahmatullah menyebut program umrah gratis tahun 2026 tersebut menggunakan anggaran sekitar Rp1,5 miliar dari APBD Kota Cilegon. Penerima berasal dari sejumlah unsur masyarakat, termasuk ulama, tokoh agama, guru ngaji, tokoh masyarakat, serta penerima penghargaan dan prestasi.

Program ini tidak hanya mencakup keberangkatan ke Tanah Suci, tetapi juga kebutuhan jamaah selama perjalanan hingga kembali ke Kota Cilegon.

Dengan diberangkatkannya 37 jamaah, program umrah gratis Pemkot Cilegon tahun 2026 mulai direalisasikan. Tiga penerima lainnya akan mengikuti keberangkatan pada tahap berikutnya.

MTQ Nasional XXXI, Sekda Banten Minta Kafilah Tampil Maksimal

By On Minggu, September 13, 2026

Sekda Banten Deden Apriandhi menghadiri pembukaan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Simpang Lima, Semarang.

KONTRAS7.CO.ID — SEMARANG — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi meminta kafilah Banten tampil maksimal pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah.

Pesan itu disampaikan Deden usai menghadiri pembukaan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Simpang Lima, Semarang, Sabtu (12/9/2026) malam. Kehadirannya sekaligus menjadi bentuk dukungan moril dan doa bagi para peserta asal Banten yang akan berlaga di tingkat nasional.

“Gubernur Banten bapak Andra Soni berharap para kafilah dapat memberikan penampilan yang terbaik,” ujar Deden.

Sebagai Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Banten, Deden juga mengingatkan para peserta untuk memanfaatkan pembekalan yang telah diberikan sebelum keberangkatan.

Menurutnya, persiapan tersebut penting agar para kafilah dapat tampil percaya diri dan memberikan kemampuan terbaik saat mengikuti perlombaan.

Namun, Deden menegaskan tidak ada beban target juara umum yang diberikan Gubernur Banten kepada para kafilah.

“Gubernur tidak menargetkan Banten menjadi juara umum, tetapi para kafilah diharapkan tampil maksimal dan menorehkan banyak prestasi. Selain itu, tujuan penyelenggaraan MTQ sebagai salah satu syiar Islam dan upaya membumikan Al-Qur'an dapat tercapai,” tuturnya.

Deden juga mengajak masyarakat Banten ikut mendoakan perjuangan 56 peserta yang mewakili Banten dalam 24 golongan perlombaan.

Dalam pembukaan MTQ Nasional XXXI, Menteri Agama Nasaruddin juga menekankan bahwa MTQ tidak berhenti pada kompetisi membaca, menghafal, maupun memahami Al-Qur'an. Lebih jauh, momentum tersebut diharapkan mampu membentuk karakter qurani dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Nasaruddin, kedekatan dengan Al-Qur'an semestinya tercermin dalam sikap yang dapat dipercaya, memiliki dedikasi dalam bekerja, serta menjauhi korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

Ia juga mengingatkan pentingnya nilai ta'aruf atau saling mengenal, ta'awun atau saling membantu dalam kebaikan, serta tabayun atau memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.

“Semakin dekat seseorang kepada Al-Qur'an, semestinya semakin mulia akhlaknya, semakin santun tutur katanya, semakin menghormati perbedaan, dan semakin besar kontribusinya bagi kerukunan serta persatuan Indonesia,” tutur Menag.

MTQ Nasional XXXI berlangsung pada 11–20 September 2026. Kegiatan ini digelar di 12 lokasi di Kota Semarang dan diikuti 2.242 peserta, terdiri dari 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan.

Para peserta berkompetisi dalam delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori perlombaan.

Pemprov Banten Siap Bersinergi dengan Pesantren Perkuat SDM dan Pemberdayaan Masyarakat

By On Senin, September 07, 2026

Gubernur Banten Andra Soni bersama pengurus JPPPM Provinsi Banten saat audiensi di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Senin (7/9/2026).

Kontras7.co.id, Kota Serang — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan kesiapan Pemerintah Provinsi Banten untuk berkolaborasi dengan pondok pesantren dalam membina generasi muda sekaligus memperkuat sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat.

Hal itu disampaikan Andra saat menerima kunjungan Pengurus Jam'iyyah Perempuan Pengasuh Pesantren dan Mubalighoh (JPPPM) Provinsi Banten di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Senin (7/9/2026).

Andra mengatakan pendidikan menjadi salah satu jalan penting untuk memutus rantai kemiskinan. Karena itu, pemerintah dinilai perlu membangun sinergi dengan pesantren, termasuk dalam memberikan edukasi dan pemberdayaan bagi santriwati.

“Pondok pesantren itu penting. Pemprov Banten mesti banyak berkolaborasi untuk mengedukasi para santriwati. Kami siap bersinergi dalam rangka mewujudkan cita-cita bersama, yaitu masyarakat Banten yang sejahtera,” kata Andra.

Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pendidikan, tetapi juga dapat mendorong pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi masyarakat.

Sekretaris JPPPM Provinsi Banten Nyai Hafsoh mengatakan JPPPM merupakan organisasi yang secara kultural berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) dan beranggotakan ibu nyai, istri pengasuh pondok pesantren, serta mubaligah.

Ia menjelaskan, JPPPM bergerak di bidang pendidikan dan dakwah melalui berbagai kegiatan, seperti pengajian, majelis taklim, serta pembinaan masyarakat.

“Kami perlu bersinergi dengan pemerintah agar mendapatkan kemudahan dalam melaksanakan cita-cita kami menjadi anfaul linnas, yakni manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” ujar Nyai Hafsoh.

Usai audiensi, Andra mengajak pengurus JPPPM melihat sejumlah percontohan pemberdayaan masyarakat di kompleks Gedung Negara, di antaranya kandang ayam petelur dan ayam kampung, kolam ikan lele sistem bioflok, serta kolam ikan mas.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *