Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
Gubernur Banten Takziah ke Rumah Surakman, Jenazah ABK Arupadhatu Teridentifikasi

By On Rabu, September 23, 2026

Gubernur Banten Andra Soni saat bertakziah ke rumah keluarga Surakman, ABK KM Arupadhatu I, di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang.

KONTRAS7.CO.ID — PANDEGLANG — Suasana duka dan haru menyelimuti kediaman keluarga Surakman (60) di Kampung Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Rabu (23/9/2026).

Keluarga, kerabat, dan tetangga berdatangan setelah mendapat kepastian bahwa Surakman, anak buah kapal (ABK) KM Arupadhatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, telah teridentifikasi.

Kabar tersebut disampaikan Gubernur Banten Andra Soni saat bertakziah ke rumah duka bersama jajaran Pemerintah Provinsi Banten dan Kapolres Pandeglang AKBP Sonny Harsono.

Andra menyampaikan, jenazah yang sebelumnya ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, pada 12 September 2026 dipastikan merupakan Surakman. Kepastian identitas tersebut diperoleh melalui proses identifikasi forensik dan pemeriksaan DNA oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri.

“Berdasarkan laporan DVI Pusdokkes Polri, jenazah yang ditemukan di Enggano tersebut teridentifikasi secara DNA sebagai Surakman,” kata Gubernur Andra.

Surakman merupakan satu dari delapan orang yang berada di KM Arupadhatu I yang dilaporkan hilang kontak pada 7 September 2026 saat berlayar menuju kawasan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Rombongan tersebut terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal.

Sebelumnya, jenazah telah menjalani serangkaian pemeriksaan identifikasi, termasuk sidik jari dan pemeriksaan gigi. Karena identitas belum dapat dipastikan melalui pemeriksaan awal, proses dilanjutkan dengan pemeriksaan DNA yang kemudian menunjukkan kecocokan dengan data keluarga Surakman.

Putra Surakman, Yayat Suryadi (34), mengatakan pihak keluarga terus menggelar doa bersama sejak sang ayah dinyatakan hilang.

“Sejak hilang sampai sekarang, kami terus mengadakan pengajian di rumah. Setiap malam kami bersama-sama warga memanjatkan doa,” ujar Yayat.

Yayat mengenang ayahnya sebagai sosok nelayan tangguh yang telah melaut sejak lulus sekolah dasar. Surakman meninggalkan dua orang anak dan enam cucu.

Saat ini, keluarga bersiap menyambut kepulangan jenazah. Jenazah dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 07.20 WIB.

“Dari bandara jenazah akan dibawa ke sini, kemudian disalatkan di masjid. Setelah itu, langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kidemang,” tutur Yayat.

Masyarakat setempat juga bergotong royong membantu persiapan pemakaman yang akan dilanjutkan dengan rangkaian tahlilan oleh pihak keluarga.


Hari Kedelapan, Tim SAR Kembali Sisir Selat Sunda Cari 8 Orang KM Arupadatu 1

By On Selasa, September 15, 2026

Petugas SAR menyampaikan perkembangan operasi pencarian KM Arupadatu 1 
di Posko SAR Gabungan, Pandeglang.

Kontras7.co.id – PANDEGLANG | Memasuki hari kedelapan, Tim SAR Gabungan kembali menyisir perairan Selat Sunda untuk mencari delapan orang yang hilang kontak setelah speedboat yang mereka tumpangi belum diketahui keberadaannya di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Delapan orang tersebut terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal. Hingga Selasa (15/9/2026), tanda-tanda keberadaan mereka belum ditemukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, Al Amrad, mengatakan pencarian hari kedelapan ini merupakan bagian dari masa tambahan setelah operasi diperpanjang tiga hari berdasarkan hasil evaluasi hari ketujuh.

“Memasuki hari kedelapan, kami masih berupaya mencari speedboat yang mengalami lost contact (hilang kontak) di perairan Selat Sunda, tepatnya di sekitar Gunung Anak Krakatau,” ujar Al Amrad dalam konferensi pers di Posko SAR Gabungan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Selasa.

20 Alut Dikerahkan

Dalam pencarian hari kedelapan, sebanyak 20 alat utama (alut) laut dikerahkan. Armada tersebut terdiri dari empat KRI, dua KAL, satu RBB TNI AL, delapan kapal KP Polairud, serta tiga KN SAR dari Kantor SAR Banten, Jakarta dan Lampung.

Selain itu, dua unit RIB dari Kantor SAR Lampung dan Banten juga ikut melakukan pencarian.

Area pencarian dibagi dalam sejumlah sektor dengan total luas sekitar 4.762 mil laut persegi.

Di Sektor A seluas 1.026 mil laut persegi, KRI Gilimanuk dan KRI Leuser melakukan pencarian selama sekitar 10 jam di sebelah barat perairan Teluk Belimbing, Lampung.

Sektor B seluas 780 mil laut persegi disisir KN SAR Antasena dan KP Sanjaya selama sekitar 10 jam di perairan Pulau Panaitan.

Sementara Sektor C seluas 825 mil laut persegi disisir KN SAR 247 Tetuka selama sekitar sembilan jam, mulai dari timur laut Pulau Panaitan hingga pesisir Gunung Anak Krakatau dengan radius empat kilometer.

Di sektor tersebut, tim juga menindaklanjuti informasi dari sebuah video di media sosial yang memperlihatkan objek menyerupai bangkai kapal. Setelah diperiksa menggunakan sea rider dan drone, objek tersebut tidak ditemukan.

Pencarian kemudian dilanjutkan KRI Lepu selama sekitar 10 jam di sebelah tenggara Gunung Anak Krakatau dan KRI Kerambit selama sekitar delapan jam di tenggara Pulau Sebesi.

Pada Sektor D seluas 872 mil laut persegi, KN SAR Pasudewa menyisir wilayah dari perairan barat laut Gunung Anak Krakatau hingga perairan Legundi selama sekitar 10,5 jam.

RIB Lampung, KAL dan unsur lainnya juga menyisir perairan sekitar Pulau Sebuku, Gunung Anak Krakatau, Anyer hingga Pulau Sebesi.

Sementara di Sektor F seluas 459 mil laut persegi, RIB-02 Banten melakukan pencarian dari perairan Sumur hingga Tanjung Lesung. RBB TNI AL menyisir wilayah dari pesisir Anyer hingga Carita, sedangkan sejumlah kapal Polairud melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai sisi barat selama sekitar sembilan jam.

Meski pencarian dilakukan secara masif, keberadaan delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut hingga kini masih belum diketahui.

Cuaca Jadi Salah Satu Kendala

Di lapangan, kondisi cuaca umumnya berawan dan berkabut. Jarak pandang berkisar 1 hingga 1,5 kilometer.

Tinggi gelombang di wilayah operasi Selat Sunda berada di kisaran 0,5 hingga 0,75 meter. Sementara arah Samudra Hindia mencapai sekitar 2,5 meter.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau juga masih berada pada Level III atau Siaga. Namun, selama proses pencarian berlangsung tidak terjadi erupsi.

Al Amrad mengatakan pencarian akan terus diperluas. Basarnas juga berkoordinasi dengan KSOP untuk memantau kapal-kapal yang melintas dan menyebarkan informasi kejadian kepada Kantor SAR Lampung serta Bengkulu.

Tim SAR Bengkulu turut digerakkan untuk melakukan penyisiran dari sisi barat Bengkulu hingga Pulau Enggano.

Koordinasi dengan nelayan dan kapal yang melintas di sejumlah wilayah, termasuk sekitar Ujung Kulon, juga terus dilakukan.

“Hingga saat ini, tanda-tanda keberadaan delapan orang, lima jurnalis dan tiga kru kapal, masih belum ditemukan atau nihil,” kata Al Amrad.

Tim SAR Gabungan memastikan pencarian masih terus dilakukan pada masa perpanjangan operasi tersebut.

Operasi Pencarian KM Arupadatu 1 Diperpanjang Tiga Hari, Delapan Orang Masih Dicari

By On Selasa, September 15, 2026

Tim SAR Gabungan saat melakukan 
operasi pencarian KM Arupadatu 1 
di perairan Selat Sunda.

Kontras7.co.id – PANDEGLANG | Basarnas Banten memperpanjang operasi pencarian dan pertolongan terhadap delapan orang yang masih hilang kontak setelah KM Arupadatu 1, selama tiga hari ke depan.

Perpanjangan operasi dimulai pada hari ke-8 hingga hari ke-10, yakni Selasa, 15 September sampai Kamis, 17 September 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah Tim SAR Gabungan melakukan evaluasi di Posko Utama SAR Gabungan, Marina Lippo Carita, Pandeglang, Senin (15/9/2026).

Rapat evaluasi dihadiri Gubernur Banten Andra Soni, Kepala Basarnas Banten Al Amrad, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea, BPBD Banten, TNI serta para relawan.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, Pemerintah Provinsi Banten meminta Basarnas melanjutkan operasi pencarian terhadap delapan orang yang hingga kini belum ditemukan.

Menurut Andra, sesuai ketentuan di bidang pencarian dan pertolongan, operasi SAR pada prinsipnya dilakukan selama tujuh hari dan dapat diperpanjang berdasarkan pertimbangan tertentu, termasuk permintaan keluarga maupun pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala Basarnas Banten Al Amrad mengatakan keputusan memperpanjang pencarian selama tiga hari diambil setelah evaluasi terhadap pelaksanaan operasi selama tujuh hari.

“Setelah tujuh hari operasi sesuai SOP, kami evaluasi bersama pimpinan. Atas pertimbangan kemanusiaan, adanya permintaan dari keluarga korban, dan belum ditemukannya tanda-tanda yang signifikan, maka pencarian dilanjutkan selama tiga hari ke depan,” ujar Al Amrad.

Dalam perpanjangan operasi ini, pencarian tetap difokuskan pada tujuh sektor yang telah ditentukan. Tim SAR juga akan menyisir wilayah yang sebelumnya belum dilakukan pencarian, termasuk perairan Banten-Lampung dan kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau.

Perpanjangan operasi tersebut disambut haru keluarga yang masih bertahan di Posko SAR. Mereka berharap tambahan waktu tiga hari ini membawa titik terang bagi pencarian delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK).

Hingga berita ini ditayangkan, Tim SAR Gabungan masih melakukan penyisiran di sejumlah wilayah pencarian.

Hari Ke-7 Pencarian KM Arupadatu 1, Tim SAR Kerahkan 18 Kapal dan 1 Helikopter

By On Senin, September 14, 2026

Tim SAR Gabungan bersiap melakukan pencarian KM Arupadatu 1 dari Posko SAR Marina Lippo Carita, Senin (14/9/2026).

Kontras7.co.id – PANDEGLANG | Memasuki hari ke-7 operasi pencarian KM Arupadatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, kawasan Gunung Anak Krakatau, Tim SAR Gabungan kembali melakukan penyisiran pada Senin (14/9/2026).

Pemberangkatan dilakukan dari Posko Utama SAR Gabungan Marina Lippo Carita, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Apel dipimpin Kasi Ops Basarnas Banten Riski Dwianto, didampingi Kabag Binopsnal Ditpolairud Polda Banten AKBP H. Akhmad F, Padal Posko Ops Polres Pandeglang AKP Untung, serta Kasat Polair Polres Pandeglang Iptu Turip.

Sebanyak 18 unit kapal dan satu helikopter Dauphin AS365 N+ HR-3604 milik Basarnas RI dikerahkan untuk menyisir tujuh sektor dengan total luas area pencarian mencapai 6.654 NM².

Kasi Ops Basarnas Banten Riski Dwianto menjelaskan, fokus pencarian masih mencakup sebagian wilayah perairan Provinsi Banten dan sebagian besar perairan Provinsi Lampung.

Selain melalui laut dan udara, penyisiran juga dilakukan di darat, mulai dari pesisir Carita, Cinangka hingga Anyer. Seluruh potensi SAR dimaksimalkan dalam operasi tersebut.

Kasat Polair Polres Pandeglang Iptu Turip menegaskan, seluruh personel mengedepankan prinsip satu misi kemanusiaan dengan tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas.

“Kami menekankan bahwa ini adalah misi kemanusiaan bersama, demi menemukan kapal dan seluruh penumpang dalam kondisi selamat. Faktor keselamatan atau Safety First lebih diutamakan,” tegas Iptu Turip.

Menurutnya, apabila kondisi cuaca di laut dinilai membahayakan, pimpinan tim SAR di lapangan wajib mengambil langkah pengamanan untuk mencegah munculnya korban baru.

Pada pemberangkatan pagi, sebanyak sembilan personel diberangkatkan langsung dari Posko SAR Marina Lippo Carita menggunakan satu unit Kapal RIB 02 Banten. Mereka terdiri dari enam personel Basarnas, dua personel Polair dan satu personel Damkar Provinsi Banten.

Hingga kini, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, Ditpolairud Polda Banten, Satbrimob, Polres Pandeglang, TNI AL, BPBD, Damkar, Baznas, relawan dan potensi SAR masih terus melakukan pencarian.

Operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan memaksimalkan seluruh potensi yang tersedia untuk menemukan KM Arupadatu 1 dan seluruh penumpangnya.

Hari Keenam Pencarian, PWI Banten Turunkan Lima Jurnalis ke Selat Sunda

By On Minggu, September 13, 2026

Lima delegasi PWI Banten bergabung dalam penyisiran bersama Ditpolairud Polda Banten pada hari keenam pencarian di perairan Selat Sunda, Minggu (13/9/2026).

KONTRAS7.CO.ID — BANTEN — Memasuki hari keenam pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK), PWI Provinsi Banten mengirimkan lima perwakilan untuk ikut langsung dalam operasi pencarian di perairan Selat Sunda, Minggu (13/9/2026).

Kelima jurnalis tersebut yakni Herman dari Penabanten.com, Raden Dede dari Siberindo.com, David Nababan dari Indosatunews.com, Herfa Al Jihad selaku Humas PWI Banten dari Berita-Rakyat.com, serta Yustinus Agus dari DistrikBantenNews.com.

Mereka bergabung bersama personel Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten untuk menyisir wilayah perairan laut lepas.

Kehadiran delegasi PWI Banten mendapat apresiasi dari Perwira Ditpolairud Polda Banten AKBP Capt. Sherly Anggraini, S.ST., M.Han., M.Mar. Menurutnya, keterlibatan insan pers menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan terhadap proses pencarian yang masih berlangsung.

Pada penyisiran hari keenam, armada diarahkan menuju kawasan perairan Ujung Kulon dengan estimasi waktu pelayaran sekitar empat jam. Kondisi cuaca laut juga menjadi perhatian utama selama proses pencarian.

“Pencarian diarahkan menuju wilayah perairan Ujung Kulon. Kondisi cuaca maritim akan terus dipantau secara berkala. Apabila dinamika cuaca di laut tidak memungkinkan, tim diinstruksikan segera melaporkan perkembangan situasi demi keselamatan bersama,” tegas Capt. Sherly di dermaga keberangkatan.

Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Banten Rian Nopandra melalui Seksi Humas PWI Banten, Herfa Al Jihad, mengatakan keikutsertaan lima delegasi tersebut merupakan bentuk solidaritas dan empati komunitas pers Banten terhadap rekan-rekan mereka yang masih dalam pencarian.

“Kami hadir langsung untuk memberikan dukungan moril dan tenaga terhadap proses pencarian rekan-rekan kami. Ini adalah bentuk solidaritas nyata sesama insan pers. Doa dan harapan kami tidak pernah putus agar lima wartawan dan tiga kru kapal dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat,” tutur Herfa.

Hingga hari keenam, tim SAR gabungan bersama Ditpolairud Polda Banten dan relawan jurnalis terus memperluas penyisiran dari perairan Pandeglang hingga kawasan Ujung Kulon.

Pencarian masih dilakukan dengan harapan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak dapat segera ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi selamat.

Polda Banten Periksa Barang Temuan di Selat Sunda, Dua Life Jacket Disebut Bukan Milik KM Arupadhatu 1

By On Minggu, September 13, 2026

KONTRAS7.CO.ID — BANTEN — Polda Banten melalui Ditpolairud memeriksa sejumlah barang yang ditemukan kapal KN SAR Tetuka di sekitar perairan Selat Sunda, sebelah timur Pulau Rakata, Sabtu (12/9/2026).

Barang yang ditemukan terdiri dari satu helm plastik berwarna merah, satu jeriken plastik berwarna biru dengan tutup hitam, serta dua life jacket berwarna oranye.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan barang-barang tersebut telah diserahterimakan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan dan konfirmasi kepada pemilik kapal KM Arupadhatu 1, dua life jacket berwarna oranye bertuliskan “MILLES.II” dinyatakan bukan milik kapal tersebut.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan konfirmasi dari pemilik kapal KM Arupadhatu 1, dua life jacket berwarna oranye bertuliskan MILLES.II dinyatakan bukan milik kapal, karena life jacket yang tersedia di kapal berwarna merah, kuning dan ungu serta tidak memiliki tulisan MILLES.II,” ujarnya, Minggu (13/9/2026).

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap jeriken berwarna biru yang ditemukan di lokasi. Maruli mengatakan isi jeriken mengeluarkan aroma minyak sayur dan bukan bahan bakar Pertamax yang digunakan KM Arupadhatu 1.

Selain isi, terdapat perbedaan fisik antara jeriken temuan dan jeriken yang digunakan kapal.

“Jeriken milik KM Arupadhatu 1 berwarna biru pudar, berkapasitas 30 liter, berbentuk pendek, memiliki tutup berwarna putih dan polos tanpa penanda. Sedangkan jeriken yang ditemukan berwarna biru tua, berkapasitas 35 liter, berbentuk panjang, memiliki tutup berwarna hitam dan terdapat tulisan pada bagian jeriken,” jelasnya.

Sementara itu, helm plastik berwarna merah juga dinyatakan bukan milik KM Arupadhatu 1. Berdasarkan pemeriksaan, kapal tersebut tidak memiliki maupun menyediakan helm dengan jenis tersebut di atas kapal.

Polda Banten mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi selama proses pencarian dan pemeriksaan masih berlangsung.

“Setiap perkembangan terkait proses pencarian dan pemeriksaan akan disampaikan melalui sumber informasi resmi,” tutup Maruli.


Hari Keempat Pencarian, Warga Sukarame Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal

By On Sabtu, September 12, 2026

Warga Desa Sukarame menggelar doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga kru kapal yang masih dalam pencarian 
di Dermaga Marina Carita, 
Jumat (11/9/2026) malam.

Kontras7.co.id – PANDEGLANG | Memasuki hari keempat pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, warga Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, menggelar pengajian dan doa bersama di Dermaga Marina Carita, Jumat (11/9/2026) malam.

Doa bersama digelar sebagai bentuk ikhtiar dan dukungan moril bagi keluarga lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hingga kini masih dalam pencarian.

Salah satu yang dicari merupakan warga Desa Sukarame, Heriyanto Bonsai, yang diketahui menjadi pemandu kapal.

Ketua RT 20/005 Desa Sukarame, Adhari Alis, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Banten Andra Soni serta seluruh unsur Tim SAR Gabungan, TNI, Polri dan relawan yang terus melakukan pencarian.

“Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Gubernur Banten, Tim SAR Gabungan, TNI, Polri dan relawan yang telah fokus mencari saudara kami Heriyanto, yang keseharian kami panggil Bonsai,” ujar Adhari.

Menurut Adhari, doa bersama menjadi salah satu bentuk ikhtiar masyarakat. Warga berharap seluruh jurnalis dan kru kapal segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Hal senada disampaikan warga Kampung Shanghiang, Desa Sukarame, Sarifudin (72). Ia mengatakan masyarakat telah rutin mendoakan para korban sejak malam pertama mendapat kabar hilangnya rombongan kapal.

“Kami selalu menanti saudara-saudara kami yang sedang dalam pencarian. Setiap malam, dari malam Rabu, di mushola masing-masing kami melakukan doa bersama. Sudah tiga malam selalu berdoa,” kata Sarifudin.

Pada Jumat malam, warga kembali berkumpul di Dermaga Marina Carita yang menjadi Pos SAR Gabungan untuk memanjatkan doa bersama.

Kapolsek Carita Supandi yang turut hadir juga mengajak masyarakat mendoakan keselamatan lima jurnalis dan tiga kru kapal, sekaligus kesehatan dan kekuatan bagi personel yang terlibat dalam operasi pencarian.

“Malam ini kita fokus kirim doa untuk keselamatan, juga untuk Tim SAR Gabungan diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalani misi pencarian,” ujar Supandi.

Pemerintah Provinsi Banten terus memberikan dukungan terhadap operasi pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan. Memasuki hari keempat, pencarian masih dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur.

Masyarakat berharap seluruh jurnalis dan kru kapal yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

PWI Banten Gelar Doa Bersama untuk Lima Wartawan yang Masih dalam Pencarian

By On Sabtu, September 12, 2026

Pengurus PWI se-Banten berbincang dengan Kapolda Banten Irjen Pol Hengki di posko pencarian Carita, Sabtu (12/9/2026).

Kontras7.co.id – PANDEGLANG | Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten menggelar doa bersama untuk lima wartawan yang hilang kontak saat hendak melakukan peliputan di kawasan Gunung Anak Krakatau. Kegiatan digelar di posko pencarian kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (12/9/2026).

Doa bersama tersebut menjadi bentuk solidaritas sekaligus dukungan moral PWI Banten kepada lima wartawan yang hingga hari kelima masih dalam pencarian tim gabungan.

Ketua PWI Banten Rian Nopandra bersama Sekretaris PWI Banten Fahdi Khalid dan Wakil Ketua Bidang Organisasi Teguh Akbar Idham hadir dalam kegiatan tersebut. Sejumlah pengurus PWI kabupaten/kota di Banten juga turut hadir.

Di antaranya Ketua PWI Cilegon Ahmad Fauzi Chan, Ketua PWI Pandeglang Asep Mujahidin, Ketua PWI Lebak RA Sudrajat, Ketua PWI Kabupaten Serang Andrea Nanda Saputra, serta pengurus bidang wartawan industri dan lingkungan David Nababan dan bidang wartawan hukum dan HAM Raden Dede.

Ketua PWI Banten Rian Nopandra atau akrab disapa Opan mengatakan, kehadiran jajaran PWI Banten di posko pencarian merupakan bentuk kepedulian terhadap rekan-rekan wartawan yang tengah menghadapi situasi sulit.

“Kami dari PWI Banten bersama jajaran PWI kabupaten/kota hadir sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan-rekan wartawan yang masih dalam pencarian. Kami berdoa dan berharap kelimanya segera ditemukan dalam keadaan selamat,” kata Opan.

Ia menegaskan, keselamatan wartawan harus menjadi prioritas dalam menjalankan tugas jurnalistik, khususnya ketika melakukan peliputan di wilayah yang memiliki risiko tinggi.

“Berita memang penting. Tetapi keselamatan rekan-rekan di lapangan jauh lebih penting. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua agar selalu memperhatikan keselamatan dalam menjalankan tugas jurnalistik,” ujarnya.

Selain mendoakan lima wartawan yang masih dalam pencarian, PWI Banten juga mendoakan seluruh personel yang terlibat dalam operasi pencarian agar diberikan keselamatan, kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas.

“Kita masih memiliki harapan besar. Mari bersama-sama berdoa agar lima rekan wartawan kita segera ditemukan dan seluruh proses pencarian diberikan kelancaran,” pungkas Opan.

Dalam kesempatan tersebut, jajaran pengurus PWI se-Banten juga berbincang dengan Kapolda Banten Irjen Pol Hengki di posko pencarian Carita.

Hengki mengatakan, memasuki hari kelima, tim gabungan terus memperluas dan memaksimalkan upaya pencarian. Menurutnya, armada yang dikerahkan telah bertambah menjadi 14 unit yang ditempatkan di tujuh lokasi, dengan melibatkan sekitar 350 personel tim gabungan.

“Kita akan terus memaksimalkan pencarian rekan-rekan wartawan dan mohon doanya agar dilancarkan,” kata Hengki.

PWI Banten menyatakan akan terus memberikan dukungan kepada keluarga dan berharap operasi pencarian segera menemukan titik terang, sehingga lima wartawan tersebut dapat kembali berkumpul bersama keluarga dalam kondisi selamat.

Gubernur Andra Soni Pantau Langsung Pencarian Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal

By On Jumat, September 11, 2026

Gubernur Banten Andra Soni memantau langsung operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal menggunakan KN SAR 247 Tetuka, Jumat (11/9/2026).

Kontras7.co.id – CILEGON | Gubernur Banten Andra Soni turun langsung memantau proses pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal cepat (speedboat) yang hilang kontak sejak Senin (7/9/2026).

Bersama Tim SAR Gabungan, Andra Soni menyisir perairan di sekitar lokasi kejadian menggunakan KN SAR 247 Tetuka, Jumat (11/9/2026). Gubernur bertolak dari Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, sekaligus memonitor komunikasi radio terkait koordinasi antarkapal yang terlibat dalam operasi pencarian.

“Saya melihat langsung semua ikhtiar yang dilakukan dan memonitor komunikasi radio terkait koordinasi dengan kapal-kapal lain yang sedang bertugas,” ungkap Andra Soni.

Dalam operasi tersebut, Tim SAR Gabungan menyisir sejumlah wilayah perairan yang mengelilingi Gunung Anak Krakatau. Rute pencarian difokuskan mulai dari sekitar Pulau Rakata, Pulau Sertung, hingga melewati Pulau Sebesi.

Andra Soni juga memberikan apresiasi dan semangat kepada seluruh personel Tim SAR Gabungan agar tetap menjaga kesehatan dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

“Ini adalah bentuk ikhtiar negara melalui komitmen Presiden Prabowo Subianto agar seluruh potensi yang ada dimaksimalkan, dan itu saya lihat langsung di lapangan. Prosedur pencarian serta pemetaan (SAR Maps) kita serahkan sepenuhnya kepada Basarnas,” jelasnya.

Andra Soni menyampaikan keprihatinan kepada keluarga lima jurnalis dan tiga kru kapal yang masih menunggu kabar. Ia mengajak masyarakat Indonesia turut mendoakan kelancaran proses pencarian.

“Saya berterima kasih kepada seluruh pihak yang terus melakukan upaya penyelamatan. Semoga ikhtiar ini dimudahkan dan kita segera menemukan saudara-saudara kita dalam keadaan selamat,” pungkasnya.


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *